
Di tempat yang berbeda Kenan masih berusaha menenangkan Angel yang terus menangis karena ingin bertemu dengan mamahnya, dan tentu saja permintaan Angel tersebut tidak bisa di kabulkan oleh Kenan.
Ternyata dia baru menyadari ternyata memang sulit memberi pengertian kepada Angel tentang arti kepergian mamahnya untuk selamanya.
"Angel ingin bertemu mamah Om, Angel rindu mamah" Tangisnya semakin pecah saat Kenan hanya diam saja tidak mau menjawab permintaan Angel.
Sungguh Kenan bingung dengan apa yang harus dilakukannya sekarang apalagi dia belum memperkenalkan Angel dengan keluarganya, hanya Axel saja yang tahu tentang keberadaan Angel, dia masih menunggu waktu yang tepat untuk memberi tahu ke keluarganya.
Di pegangnya kedua bahu Angel "Dengarkan Om Kenan, mulai sekarang Angel sudah tidak bisa bertemu mamah lagi, hanya Om Kenan, Om Axel dan Bi Dinar yang akan selalu ada buat Angel dan menemani Angel, nanti Om juga akan urus sekolah baru untuk Angel agar Angel bisa punya banyak teman lagi" Ucap Kenan kepada Angel
Bi Dinar sendiri adalah asisten rumah tangga Axel sejak dulu, Bi Dinar juga orang yang sudah merawatnya sejak kecil saat kedua orang tuanya sibuk bekerja dan mulai sekarang Bi Dinar juga yang dia percaya untuk merawat Angel.
"Tapi Angel rindu mamah Om" Ucapnya dengan nada yang terisak - Isak akibat tangisannya.
Di usapnya pelan kepala anaknya "Om kan sudah pernah bilang mamah kan lagi istirahat jadi tidurnya lama sekali, oleh sebab itu mamah menitipkan Angel kepala Om Kenan, suatu saat nanti kamu akan mengerti keadaan mamah kamu yang sebenarnya tapi untuk sekarang lebih baik kita berdoa agar istirahat mamah semakin damai dan tenang, minggu depan om janji akan bawa Angel ke rumah baru mamah lagi" Bujuknya agar Angel berhenti menangis
"Om janji mau anterin Angel ke rumah barunya mamah lagi kan" Di angkatnya jari kelingkingnya di depan Kenan.
"Om berjanji, tapi Om juga boleh minta satu permintaan sama Angel kan?" Ucapnya yang mendapat anggukan kepala dari Angel "Mulai sekarang kamu Panggil Om dengan sebutan papah ya" Pintanya.
"Tapi papahnya Angel kan papah Devan" Jawabnya yang seketika membuat hati Kenan terluka karena sampai saat ini Angel masih terus menganggap Devan ayah kandungnya padahal yang sebenarnya dialah ayah kandungnya.
"Kalau begitu kamu panggil Om Kenan dengan sebutan ayah saja" Ujarnya, berharap Angel mau memanggilnya ayah walaupun Angel masih menanggap Devan papahnya.
"Ayah" Ucap Angel yang membuat Kenan terharu sekaligus bahagia mendengarnya.
"Kenapa ayah menangis" Tanya Angel yang melihat mata Kenan berkaca - kaca.
"Ayah hanya sangat bahagia mendengarnya" Jawabnya kemudian membawa Angel ke pelukannya.
.
__ADS_1
.
.
Nicholas hanya diam saat tadi papahnya menelfonnya setelah sekian lama dia di abaikan karena kehadirannya selalu di anggap aib di keluarga papahnya.
Dia masih ingat saat pertama kali dia masuk di keluarga papahnya setelah ibunya meninggal akibat sakit yang di deritanya, semua orang menatapnya dengan tatapan tidak suka hanya mendiang neneknya lah yang selalu menyayanginya di saat semua keluarga mengucilkannya apalagi mamah tirinya yang selalu membandingkannya dengan Kakak tirinya yang dianggap lebih baik darinya.
Apalagi papahnya yang tidak pernah memberikan kasih sayang kepadanya sekali pun, hanya materi dan materi yang di berikan kepadanya hingga saat beranjak dewasa dia menjadi remaja yang terkena pergaulan bebas yang membuatnya semakin tidak di sukai keluarga papahnya hingga setelah kematian neneknya dia memutuskan untuk mengambil kuliah kedokteran ke luar negeri dan di sanalah dia bertemu dengan Raka dan juga Renatta.
"Harusnya hidupku sudah mulai tenang tanpa papah, tapi kenapa papah harus mengusik kehidupanku lagi dengan menyuruhku untuk bergabung dengan perusahaan yang papah pimpin" Ucapnya dengan tangan yang mengetuk - ngetukkan jarinya pada gelas yang di pegangnya.
Dia beranjak masuk ke dalam kamar apartemennya yang di dalamnya ada Karin yang sedang tertidur setelah mereka mengulang kembali kesalahan yang pernah mereka lakukan dulu.
Nicholas terpaksa menjebak Karin dengan memberikan obat perangsang sekaligus obat tidur kepada Karin karena dia sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa lagi agar Karin mau menerimanya lagi, apalagi saat beberapa hari lalu dia tidak sengaja melihat Karin bersama seorang laki - laki yang yang saat dia bertanya ternyata adalah calon suami Karin dan setelah dia cari tahu ternyata Karin memang sengaja di jodohkan oleh ayahnya dengan rekan bisnisnya dan entah kenapa seketika membuat ide untuk melakukan hal ini muncul di kepalanya.
Anggap saja Nicholas licik, tapi dia hanya tidak ingin kehilangan lagi setelah dulu dia membiarkan Karin pergi dan juga setelah dia melepaskan Renatta untuk bahagia bersama Devan, dan untuk sekarang Nicholas ingin belajar egois dan licik untuk mendapatkan orang yang dia sayangi, walaupun dia belum bisa memastikan apakah dia mencintai Karin atau tidak tapi dia hanya ingin Karin selalu berada di sampingnya dan tidak meninggalkannya lagi untuk kedua kalinya.
Seketika Karin terkejut melihat kondisi tubuhnya yang tidak memakai pakaian apapun di balik selimut yang saat ini membungkus tubuh polosnya.
"Selamat pagi Rin" Ucap Nicholas yang berjalan mendekat ke arah Karin.
"Jangan mendekat" Karin berdiri dari tempat tidur dengan menahan rasa pegal dan sakit di sekujur tubuhnya "Apa yang sudah kamu lakukan kapadaku Kak" Tanyanya dengan histeris saat Nicholas masih tetap saja berjalan mendekat ke arahnya.
"Aku terpaksa melakukannya Rin, maafkan aku" Ucapnya berusaha menggapai tubuh Karin yang terlihat bergetar karena menangis dan ketakutan.
"AKU BILANG BERHENTI" Teriaknya dengan nada penuh emosi "Kamu jahat kak, JAHAT" Teriaknya, seketika ingatannya kembali lagi ke masa lalu saat Nicholas melakukannya lalu meninggalkannya dengan kata kata yang sangat menyakiti hatinya.
"Untuk kali ini kamu tidak perlu khawatir aku akan bertanggung jawab dan menikahi kamu" Bujuknya agar Karin.
"Aku tidak butuh pertanggung jawaban kakak, karena aku sudah tidak percaya dengan ucapan kak Nich" Sedikit lagi Nicholas sudah bisa meraih tubuh Karin "Sekali lagi aku peringatkan jangan mendekat" Ucapnya yang semakin panik saat melihat Nicholas akan meraih tubuhnya, tiba - tiba gangguan paniknya dan juga perasaan cemasnya kambuh.
__ADS_1
Saat Nicholas akan meraih tubuh Karin tapi yang dia dapati justru Karin mengambil lampu tidur lalu melemparkannya ke arahnya
Pyarrrrr
"Akhh"
...🍃🍃🍃...
Hallo author come back dengan double up🏃
Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.
Maaf kalau akhir - akhir ini author jarang update, sebenarnya author lagi buat kerangka cerita baru yang di harapkan alurnya bisa lebih rapi dari cerita Suami Bayaran Renatta, karena author merasa kalau cerita Suami Bayaran Renatta alurnya sangat berantakan. Di cerita baru nanti author bakalan angkat genre Romance Komedi Dewasa, semoga di cerita kedua author nanti bisa lebih kalian sukai, di tunggu ya karya keduanya yang akan di usahakan mulai aku publish Minggu depan.
Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.
Semoga semakin suka....
Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....
Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...
Happy Reading
.
.
.
To Be Continue
__ADS_1