
1 Tahun kemudian
Kehidupan Devan dan Renatta semakin bahagian dari hari ke hari, tidak ada lagi kesalahpahaman yang membuat mereka saling bertengkar, semuanya semakin harmonis seiring berjalannya waktu.
"Zia, Zio kalian kalian di mana?" Renatta mencari keberadaan anaknya dengan Zea yang terlelap dalam gendongannya.
Kini Renatta, Devan dan anak - anaknya sedang berlibur ke Maladewa, seperti yang dijanjikan Devan sebelumnya sebagai hadiah liburan untuk Zio dan Zia.
"Dev kamu juga kemana, kenapa kalian meninggalkanku dan Zea sendirian" Ucap Renatta menghela nafasnya pelan, tadi setelah dia sampai di Maladewa, dia memang ikut tertidur saat memberikan ASI untuk Zea.
Mereka menyewa satu villa yang tidak jauh dari pantai tempat mereka berlibur, dari villa ini dia bisa melihat hamparan pasir dan indahnya pulau maladewa yang terkenal dengan ke sejuk kan nya.
"Sayang" Panggil Devan dari belakang tubuh Renatta.
Renatta menolehkan kepalanya "Kamu dari mana saja Dev? Dan dimana anak - anak?" Renatta menolehkan kepalanya mencari keberadaan Zio dan Zia.
"Mereka bersama Raka" Jawab Devan berjalan mendekat ke arah Renatta.
"Kak Raka ada di sini?"
Devan menganggukkan kepalanya "Iya, Raka menyusul ke sini bersama istri dan juga anaknya"
"Aku ingin bertemu mereka" Ucap Renatta berjalan menuju arah belakang villa.
"Kak Raka" Teriakan Renatta pelan agar tidak membangunkan tidur Zea yang ada dalam pelukkannya.
"Re, kamu sudah bangun, tadi saat aku sampai, Devan mengatakan kalau kamu sendang tidur bersama Zea" Ucap Raka.
Renatta menganggukkan kepalanya "Aku akan menemui Sheryl, aku juga sangat merindukannya, sejak kalian menikah aku jadi jarang bisa bertemu dengannya" Ujar Renatta berjalan pergi meninggalkan Raka, dia menghampiri Sheryl yang sedang mengawasi anak - anak bermain di tepi pantai.
"Sheryl" Panggil Renatta.
Sedangkan Sheryl yang merasa ada yang memanggil namanya segera menolehkan kepalanya.
"Astaga Re, aku sangat merindukanmu" Balas Sheryl memeluk tubuh Renatta dari samping agar tidak mengganggu tidur Zea.
"Aku juga sangat merindukan kamu Sheryl, sudah lama sejak kamu menikah dengan Kak Raka kita tidak pernah bertemu lagi" Ucap Renatta kepada Sheryl.
"Ya, kamu benar Re, Astaga apa ini Zea? ternyata dia sudah besar sekarang" Sheryl menoel pipi Zea lembut namun tidak membuat Zea sedikit pun merasa terusik dari tidurnya.
"Kenapa kamu bisa ada di sini, apa Devan yang menyuruh kalian untuk ke sini?" Tanyanya kepada Sheryl.
__ADS_1
Sheryl menganggukkan kepalanya "Bahkan Devan yang membelikan kami tiket untuk kesini, ternyata suami kamu tidak sekejam yang aku bayangkan Re" Canda Sheryl dengan kekehan nya.
"Devan memang tidak sekejam itu ryl" Kekeh Renatta dengan senyumannya.
Sedangkan pertengkaran kecil antara Zia, Zio dan Darren tidak dapat terelakkan lagi.
"Ih Zio kenapa istana pasir nya Zia di berantakin" Marah Zia pada Zio.
"Aku tidak sengaja Zia, lagian kenapa kamu membuat istana pasir di dekat kakiku" Gerutu Zio yang kesal karena sedari tadi Zia selalu mengganggunya bermain dan sekarang Zia justru menuduhnya menghancurkan istana pasirnya.
"Tapi tetap saja kamu bersalah karena sudah membuat istana pasirku hancur, awas aja nanti aku aduin ke papah" Ucap Zia dengan gerutuannya.
Sedangkan Zio hanya memutar bola matanya malas mendengar ancaman Zia yang akan mengadukannya ke papahnya karena baginya hampir setiap hari Zia akan selalu menagadukannya ke Devan jika dia membuat adiknya itu marah, jadi dia tidak peduli jika harus di adukan ke papahnya sebab papahnya pun tidak akan memarahinya.
Darren sendiri sibuk dengan rubiknya yang dulu pertama kali diberikan oleh Raka, walaupun saat ini dia berada di pantai namun dia tetap fokus pada permainan rubiknya karena kalau tidak dipaksa mamahnya mungkin dia akan lebih memilih berada di dalam villa daripada harus melihat pertengkaran saudara kembarnya itu.
Setelah pertengkarannya dengan Zio, Zia memilih menghampiri Darren yang sibuk dengan mainannya "Apa Kak Darren tidak bosan main itu terus" Ucap Zia sambil menunjuk mainan Darren.
Darren mengangkat kepalanya "Kenapa kamu ada di sini?" Tanya Darren.
"Memang Zia tidak boleh dekat dengan Kak Darren? Kak Darren kenapa selalu memasang wajah datar setiap bersama Zia" Gerutu Zia kepada Darren.
"Kamu terlalu berisik jadi aku tidak suka"
Darren merasa kesal karena Zia tidak berhenti berbicara, lalu dia memilih untuk pergi meninggalkan Zia namun Zia menahan tangannya.
"Kak Darren mau kemana?" Tanya Zia.
"Aku mau ke Villa" Darren melepas tangan Zia dari tangan nya lalu bergegas masuk ke villa.
"Kak Darren, Zia ikut" Zia ikut berlari menyusul Darren yang akan memasuki Villa.
Ya, Zia memang suka menggoda Darren walaupun Darren selalu acuh kepadanya namun dia tetap menyayangi Darren dan berusaha membuat Darren suatu saat nanti akan peduli kepadanya.
.
.
.
Devan dan Renatta saat ini sendang menikmati angin malam dari luar villa tempat mereka menginap.
__ADS_1
Renatta dengan nyaman menyandarkan kepalanya pada bahu Devan yang selama ini menjadi penopangnya.
"Apa kamu bahagia hari ini?" Tanya Devan mengusap pucuk kepala Renatta.
Renatta menganggukkan kepalanya "Aku sangat bahagia Dev, Terima kasih karena sudah memberikan semua kebahagiaan ini"
"Apapun akan aku lakukan untuk kamu Re, asalkan kamu selalu bahagia dan tersenyum setiap waktu"
"Aku akan selalu tersenyum Dev, karena aku punya alasan untuk selalu tersenyum, kamu ingin tahu apa alasanku harus selalu tersenyum setiap hari?" Tanya Renatta.
Devan menggelengkan kepalanya "Memang apa?" Tanya Devan mengernyitkan keningnya.
Kini posisi Devan dan Renatta sudah saling berhadapan "Kamu dan anak - anak adalah kebahagiaan dalam hidupku jadi aku tidak punya alasan untuk sedih lagi"
Devan menyunggingkan senyumnya lalu membawa Renatta ke dalam pelukannya "Terima kasih Re, terima kasih banyak karena sudah mau menerimaku kembali dan mau bertahan denganku selama ini" Ucap Devan dengan tulus.
"Aku melakukan nya karena aku yakin kalau kamu pasti bisa berubah Dev" Balas Renatta semakin mengeratkan pelukkan nya pada Devan.
"Aku sangat mencintai kamu Re, istriku sekaligus ibu dari anak - anakku" Ucap Devan.
"Aku juga sangat mencintai kamu Dev, suamiku sekaligus ayah dari anak - anakku" Balas Renatta.
Mereka saling berciuman dengan penuh rasa cinta di tengah indahnya pulau maladewa dan terangnya langit malam, semua yang menjadi luka dalam perjalan kehidupan Renatta dan Devan menjadikan hubungan mereka semakin kuat dan lebih saling mencintai lagi.
Dan inilah akhir dari kisah kehidupan Renatta dan Devan yang sudah mampu bertahan dalam segala ujian kehidupan, dan kini hanya kebahagiaan lah yang menunggu mereka walaupun masih akan tetap ada kerikil kecil dalam rumah tangga mereka.
.
.
.
Happy Ending
...Tamat...
Terima kasih buat kalian yang sudah mendukung karyaku "Suami Bayaran Renatta" yang pada akhirnya bisa author ending kan dengan penuh perjuangan karena sudah lama sekali enggak update dan hampir saja lupa alur ceritanya.....
Mohon Kritik dan saran untuk cerita ini maupun author nya ya....
Kritik maupun saran bisa langsung di tulis di kolom komentar ya....
__ADS_1
Semoga suka dengan endingnya, jangan lupa mampir ke karyaku yang ke- 2 "Cinta Tulus Mafia Kejam....."