Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Hasil Test DNA


__ADS_3

"PAPAH, MAMAH, Apa itu kalian" Ucap Zio dan Zia yang terbangun dari tidurnya.


"****" Umpat Devan pelan karena lagi dan lagi apa yang di lakukan Devan dan Renatta di pergoki oleh anaknya, untung saja dia tadi sempat mematikan lampu dapur untuk berjaga jaga kalau ada orang yang ingin pergi ke dapur.


Devan merapikan pakaiannya dan pakaian Renatta kembali, lalu menurunkan Renatta dari meja untuk duduk di kursi dekat meja makan.


Devan beranjak menyalakan lampu dapur memperlihatkan Zio dan Zia yang berdiri tidak jauh darinya "Kenapa kalian jam segini sudah bangun?" Tanya Devan yang menghampiri kedua anaknya, dia melihat mata Zia yang memerah seperti sehabis menangis.


"Tadi Zia mimpi buruk, lalu kita masuk ke kamar tidur papah dan mamah tetapi pintunya terbuka, terus Zio dan Zia memberanikan diri untuk turun ke lantai bawah mencari papah dan mamah" Ucap Zio menjawab pertanyaan Devan.


Mendengar perkataan anaknya, Devan membawa Zia ke gendongannya "Papah, Zia takut tadi Zia mimpi buruk di kejar monster" Ucap Zia dengan suara seraknya yang kini sudah memeluk leher Devan erat.


Setelah Renatta bisa mengontrol kembali nafasnya dia ikut menghampiri Zio dan Zia, dia mengusap rambut Zia "Kalau begitu kamu tidur sama papah dan mamah ya malam ini" Ujarnya kepada kedua anaknya.


Dulu sebelum kembali lagi bersama Devan, dia selalu tidur bertiga bersama Zio dan Zia, setelah menikah dengan Devan barulah dirinya mengizinkan anaknya tidur sendiri dengan kamar tidur tepat di samping tempat tidur mereka.


Zia mengangguk, dengan bekas air mata yang masih membekas di pipinya.


Devan yang masih menggendong Zia, menoleh ke arah Renatta dengan tatapan menggodanya karena kegiatan yang baru saja mereka lakukan hampir saja di ketahui oleh Zio dan Zia lagi.


Sedangkan Renatta membalas tatapan Devan dengan abai dan tanpa ada rasa bersalah sama sekali, lalu di pergi menaiki tangga bersama Zio di ikuti Zia di belakangnya yang berada dalam gendongan Devan.


"Sekarang kalian tidur ya" Ucap Renatta yang sudah membaringkan tubuhnya di samping kedua anaknya


Tidak lama Zio dan Zia sudah terlelap dalam tidurnya, Devan menghampiri Renatta lalu mengangkat tubuh Renatta "Dev, apa yang kamu lakukan" Tanyanya terkejut saat tiba tiba mengangkat tubuhnya.


"Kita lanjutkan yang tadi, di sofa" Jawab Devan yang membuat Renatta membelalakkan matanya, tapi walaupun begitu dia tetap melakukannya bersama Devan di atas sofa dengan suara yang berusaha Renatta tahan agar tidak di dengar oleh Zio dan Zia.


.


.


.


"Ini hasil Test DNA yang anda minta sudah keluar, saya menjamin hasilnya cukup akurat" Ucap Daniel menyerahkan hasil test DNA antara Devan dan Angel

__ADS_1


Dengan jantung yang mendadak berdetak kencang, Devan membuka hasil Test DNA yang saat ini sudah berada di tangannya.


Saat membaca hasil dari Test DNA nya bersama Angel, Devan hanya tersenyum miris, ternyata selama ini dia sudah di bohongi oleh Aline, bahkan kepercayaan yang sempat dia berikan kepada Aline seolah di hancurkan dalam detik ini juga.


Di dalam hasil Test tersebut tidak ada kecocokan sama sekali antara dirinya dan juga Angel, itu membuktikan kalau Angel bukanlah anak kandungan, padahal selama ini dia selalu percaya kalau Angel memang anak kandungnya walaupun wajah Angel memang lebih mirip ke Aline.


Daniel yang melihat perubahan wajah pada Devan, langsung paham apa isi dari hasil Test DNA nya, sejujurnya dari awal Daniel sudah curiga dengan Aline kalau Angel itu bukan anak kandung atasannya tetapi melihat Devan yang bahagia atas kehadiran Angel membuatnya mengurungkan niatnya untuk mengatakan kecurigaannya selama ini.


"Apa ada hal lain yang bisa saya lakukan lagi?" Tanyanya pada Devan


"Cari tahu siapa ayah kandung dari Angel dan selidiki apa motif Aline melakukan semua ini" Perintah Devan kepada Daniel yang di angguki oleh Daniel


Setelah kepergian Daniel dari ruang kerjanya, Devan berjalan keluar dari ruangan kerjanya menuju balkon, dia mengambil vapor dari saku celananya lalu menghisapnya pelan, sesekali dia mengingat setiap kebersamaannya dengan Angel, rasanya dia benar - benar bodoh karena untuk kesekian kalinya kepercayaannya telah di rusak.


Dia memang bukan papah yang baik untuk Angel karena menyembunyikan keberadaannya dari semua orang tetapi hal itu dia lakukan karena ketakutannya tentang hal ini, tentang di mana ternyata Angel bukan putri kandungnya dan hari ini semua terbukti kalau Angel memang bukanlah anaknya.


Devan bingung setelah ini harus bersikap seperti apa kepada Angel, dia memang menyayangi Angel tapi fakta yang baru dia dapat hari ini juga membuatnya kecewa, haruskan dia berpura - pura seolah tidak mengetahui semua ini, atau dia harus mementingkan egonya untuk tidak lagi bertemu dengan Angel sampai dia tahu siapa ayah biologis Angel sebenarnya.


Ponselnya berbunyi menampilkan pesan masuk dari Axel


Tanpa membalas pesan dari Axel, Devan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.


Sejak kecelakaan yang di alaminya, dia sudah tidak pernah lagi datang ke club malam, Devan bimbang haruskan dia menemui Axel di club atau tidak, apalagi dia masih tidak mempercayai semua yang di lakukan Axel untuknya.


Pikiran Devan langsung tertuju ke suatu hal yang membuatnya hampir tidak percaya dengan pikirannya sendiri "Ini tidak mungkin" Ucap Devan pada dirinya sendiri.


Sedangkan Renatta tadi tidak sengaja bertemu dengan Aline di sebuah supermarket saat dia membeli minum dan makanan ringan kesukaan kedua anaknya, mereka memilih untuk mampir ke sebuah kedai makanan seafood tidak jauh dari tempat mereka bertemu tadi


"Bagaimana kondisi kandungan kamu?" Tanya Aline kepada Renatta.


"Seperti yang anda lihat dok, tidak ada masalah apapun yang saya alami, mungkin hanya mengidam saja" Jawabnya


"Sudah pernah aku katakan sebelumnya, jangan terlalu formal apalagi ini di luar jam kerjaku, panggil saja Aline" Ucapnya pada Renatta.


"Baiklah, Aline" Renatta tersenyum ke arah Aline

__ADS_1


"Boleh aku bertanya sesuatu?" Ucap Aline kepada Renatta.


"Memang apa yang ingin kamu tanyakan?"


"Menurut kamu apa salah jika seseorang menyukai orang yang sudah menikah?" Tanya Aline memandang perubahan raut wajah Renatta mendengar pertanyaannya.


Renatta terkejut mendengar perkataan yang baru saja di lontar kan Aline "Tidak salah juga kalau menurutku, hanya saja jika sampai orang itu merebut suaminya dari istrinya baru bisa dianggap salah" Jawabnya


"Benarkah?"


Renatta mengangguk "Maaf kalau aku lancang, apa maksud seseorang itu kamu sendiri?" Tanyanya pada Aline


"Iya, lebih tepatnya lagi kalau dia ayah kandung dari anak aku sendiri" Jawabnya yang membuat Renatta tidak paham arah pembicaraan Aline saat ini.


...🍃🍃🍃...


Author balik lagi🏃🤸


Kayaknya Aline sudah mulai melangkah maju nih kasih kode ke Renatta🌚


Ternyata Angel bukan anaknya Devan, kasihan juga Angel😌


Kira - Kira siapa ya ayah kandungnya Angel🤔, Author jadi kepo🙈


Kalau Suka ceritanya silahkan like, komen dan vote.


Mohon koreksi kalau ada typo nya🙏


Happy Reading


.


.


.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2