Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Berkata Jujur? + Promosi Cerita Baru


__ADS_3

Selama di kantor Devan tidak bisa mengerjakan pekerjaannya dengan tenang, pikirannya melayang pada Renatta, tentang ketakutannya akan hal apa saja yang akan diceritakan Ray kepada istrinya itu.


"Akhh, sial" Devan membuang berkas yang sedari tadi dia pegang


"Aku rasa aku harus segera mengatakan yang sejujurnya kepada Renatta, jangan sampai Ray mengatakan hal buruk yang akan membuat Renatta membenciku" Guman Devan segera berlari keluar dari ruang kerjanya.


Sekarang Devan hanya ingin mengungkapkan semua masa lalunya kepada Renatta, dia berkeinginan menjalani rumah tangga dengan kejujuran apalagi sekarang ada tiga orang anak yang akan mereka korbankan jika dia terus menutupi semua ini.


Sesampainya di depan butik Renatta, dia tidak langsung keluar dari mobil, Devan masih berusaha memantapkan diri untuk mengungkapkan semuanya, setelah merasa sudah yakin dia berjalan masuk ke dalam butik.


Seorang pegawai mengatakan kalau Renatta saat ini sedang memberikan ASI untuk Zea, hari ini memang untuk pertama kalinya Renatta membawa Zea ke tempat kerja, sebab dia tidak enak jika harus menitipkan Zea ke ibunya secara terus menerus


Sedangan Zio dan Zia sengaja Renatta masukkan les setelah pulang sekolah agar ketika sore menjelang dia bisa pulang sekalian menjemput kedua anaknya tersebut.


Sebenarnya Devan sudah sering mengingatkan untuk tidak perlu berkerja di butik, tapi entah kenapa dia lebih suka berada di butik, mungkin setelah dia merasakan betapa susahnya merawat Zea, Renatta akan memikirkan kembali ucapan Devan.


Renatta tersenyum lembut ke arah Zea, saat secara perlahan mata Zea mulai tertutup untuk menuju ke alam mimpinya, pandangannya beralih saat seseorang membuka pintu ruang kerjanya.


"Dev kamu kesini? kenapa tidak mengabariku terlebih dahulu" Ucap Renatta yang sedang meletakkan Zea di troli tidurnya.


"Aku memang sengaja tidak memberitahumu agar kamu tidak perlu menyiapkan apapun saat aku datang"


Devan mengecup bibir Renatta sebentar lalu berjalan ke arah Zea "Anak papah sudah tidur, padahal papah ingin bermain dengan kamu" Devan menoel pipi anaknya gemas.


"Dev jangan menggangunya, cukup setiap hari kamu tidak membiarkannya tidur siang, sekarang biarkan anakku tidur siang" Kesal Renatta, dia tidak mau ambil resiko kalau Zea akan rewel jika tiba - tiba terbangun dari tidurnya.


Devan tekekeh mendengar omelan Renatta yang hampir setiap hari dia dengarkan saat dia mengganggu tidur anaknya.


"Re, ada yang ingin aku katakan" Ucap Devan tiba - tiba dengan serius


Devan membawa istrinya itu untuk duduk di sampingnya "Ada yang ingin aku ceritakan kepada kamu"


Renatta mengernyit bingung mendengar nada serius yang diberikan Devan " Memang apa yang ingin kamu ceritakan?" Tanyanya.


Menghela nafas pelan tatapannya fokus ke mata hitam kelam milik Renatta "Kamu masih ingat kan laki - laki yang beberapa hari lalu ke butik kamu, laki laki bernama Ray"

__ADS_1


"Kamu mengenal dia?" Renatta bertanya balik sebelum memberikan jawaban kepada Devan.


"Ya aku mengenalnya sejak beberapa tahun lalu, tepatnya setelah kepergian kamu bersama ayah angkat kamu" Jawab Devan


"Lalu kenapa saat itu kamu mengatakan kalau kalian tidak saling mengenal"


"Karena aku tidak ingin kamu mengetahui hal yang selama ini aku tutupi Re"


"Maksud kamu?, ada rahasia yang belum kamu ceritakan kepadaku" Menatap heran, itulah yang Renatta lakukan saat ini.


"Aku akan menceritakan semuanya, tapi aku harap kamu tidak memotong perkataanku sebelum aku selesei bercerita"


Renatta menganggukkan kepalanya "Baiklah, aku akan mendengarkan cerita kamu sampai selesei"


"Dulu aku Ray, dan Rania berteman baik, kalau kamu tanya siapa Rania, dia adalah mantan pacar aku tapi aku tidak pernah benar - benar mencintai Rania, saat itu keinginanku untuk melupakan kamu begitu besar hingga aku bertemu dengan Rania lewat Ray, awalnya kami menjalani hubungan layaknya pertemanan biasa hingga suatu hari Rania mengungkapkan perasaannya kepadaku, aku sempat menolaknya tapi dia memohon untuk diberi kesempatan agar bisa membuatku jatuh cinta kepadanya"


Lama terdiam akhirnya Renatta berinisiatif bertanya kepada Devan


"Lalu kenapa kemarin Ray mengatakan kalau Rania ada calon istrinya yang sudah meninggal?"


"Dan soal kematian Rania, dia meninggal karena mengakhiri hidupnya sendiri karena tidak tahan dengan sakit yang di deritanya dan karena aku memutuskan untuk tidak lagi terlalu peduli kepadanya bukan karena aku tidak peduli tapi semua ini aku lakukan agar Rania bisa lebih dekat dengan Ray, tapi ternyata itu justru mendorongnya untuk lebih memilih mengakhiri hidupnya" Jelas Devan


Terkejut, tentu saja hal itu yang di alami Renatta saat ini, bagaimana bisa Devan menyembunyikan hal ini kepada Renatta, andai jika Ray yang mengatakannya mungkin dia tidak akan percaya atau mungkin dia justru merasa begitu kecewa dengan suaminya itu.


"Jadi selama ini, hubungan kamu dan Ray hancur karena kematian Rania?"


"Dia sampai saat ini masih menganggap aku yang membunuh Rania secara tidak langsung karena dia mengaggap aku yang menjadi penyebab Rania melakukan bunuh diri padahal masih banyak penyebab yang membuat Rania lebih memilih mengakhiri hidupnya, salah satunya karena dia merasa gagal untuk menjaga anak yang dikandung Rania bersama Ray"


"Jadii...." Belum selesei Renatta melanjutkan pertanyaannya, Devan terlebih dahulu menjawabnya.


"Ya, Rania pernah mengandung anak Ray, yang dianggapnya sebagai kesalahan karena telah mengkhianatiku dengan tidur bersama Ray saat kami masih berpacaran dulu"


"Seharusnya kamu mengatakan yang sejujurnya kepada Ray, bukan membiarkan kesalahpahaman kalian berlanjut hingga bertahun - tahun"


"Aku dulu sudah berniat menjelaskannya tapi dia seolah olah memandangku sebagai musuhnya, dan berlalu begitu saja saat pertemuan terakhir kami saat acara pemakaman Rania"

__ADS_1


Renatta memandang sendu ke arah Devan, dia kira selama ini hanya dia yang merasakan sakit saat perpisahannya dengan Devan dulu, ternyata Devan juga merasakan hal yang hinggap menjadikan orang lain sebagai pelarian untuk melupakannya.


Renatta langsung berhambur memeluk Devan "Astaga Dev aku minta maaf karena dulu sempat berfikir kamu bahagia dengan kepergianku"


"Seharusnya aku yang meminta maaf Re karena begitu banyak menyembunyikan rahasia kepada kamu"


.


.


.


TBC


...🍃🍃🍃...


Mampir ke cerita baruku yuk, beberapa part lagi Suami Bayaran Renatta bakal aku tamatin karena emang konfliknya sudah selesei



Genre : Mafia, Romance, CEO, keluarga


Judul : Cinta Tulus Mafia Kejam


Pembukaan :


Alison Whingston 28 tahun


Alisha Elenea 32 tahun


Kehidupan yang Alisha jalani tidak pernah mudah, bahkan dia tidak tahu siapa Ayah dari anaknya sendiri, selama 6 tahun lebih dia tidak pernah bisa melupakan kejadian yang di alaminya di masa lalu, dimana di situlah dia harus menerima kalau dia sedang mengandung tanpa tahu siapa lelaki yang sudah mengambil hal paling berharga dalam hidup Alisha


Alison terbiasa dengan kehidupan mewahnya selama ini, namun beberapa tahun lalu dia pernah mencoba menikmati kehidupan seperti orang pada umumnya tanpa harus terikat dengan nama Whingston, tapi hal itu hanya bertahan selama 2 tahun saat mending ayahnya mengancam akan menghancurkan kehidupan perempuan yang dia cintai jika dia tidak kembali ke kediaman Whingston, ya hanya ayahnya saja yang mengetahui siapa perempuan yang Alison cintai.


WARNING!!!!!!!

__ADS_1


AREA DEWASA!!!!


__ADS_2