Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Bukti Kejahatan


__ADS_3

"Semua bukti sudah saya masukkan ke map itu dan salinan filenya sudah saya kirim ke email anda" Ucap Daniel menyerahkan map yang berisi sebuah bukti kepada Devan.


Devan membuka map yang di berikan Daniel kepadanya, melihat isi dari map tersebut membuat Devan tersenyum sinis "Aku tidak menyangka dia bisa melakukan hal seperti ini, bukankah kamu lihat sendiri, mereka melakukannya dengan sangat baik"


"Awalnya juga saya tidak mempercayainya kalau Tuan Axel dengan teganya melakukan hal ini kepada anda, karena yang saya tahu anda dan Tuan Axel berteman baik sejak dulu" Jawab Daniel kepada Devan


"Menurutmu apa alasan yang pas, dia melakukan semua ini kepadaku?" Tanyanya.


"Maaf kalau jawaban saya lancang, saya merasa kalau Tuan Axel menyukai istri anda Tuan" Jawabnya


"Benarkan?" Kekehnya yang saat ini sedang memainkan gelas di tangannya "kalau benar seperti itu bukankah itu hal menarik untuk kita, sedikit bermain - main dengan rencana mereka selanjutnya" Lanjutnya


"Apa anda yakin tuan, untuk membiarkan mereka melakukan hal lebih jauh lagi, apa anda tidak khawatir kalau mereka memberitahu sesuatu hal kepada Nona Renatta" Ujar Daniel karena dia merasa kurang yakin dengan perkataan yang di ucapkan Devan.


"Tentu saja untuk hal ini aku sangat yakin, setelah aku fikirkan tidak seharusnya aku terlalu mengkhawatirkan semuanya, aku percaya Renatta tidak akan dengan mudahnya mempercayai yang di katakan Aline nantinya, apalagi selama bukti ini sudah aku pegang semuanya akan memudahkanku untuk membuat Renatta percaya kepadaku sepenuhnya "Devan menerawang jauh ke depan, dia tidak yakin kalau alasan Axel melakukan ini hanya karena menyukai Renatta saja tetapi pasti ada alasan lain.


"Saya berharap juga seperti itu" Ucap Daniel.


"Dan aku ingin melakukan tes DNA antara Angel dan aku" Ucapnya setelah mempertimbangkan semua apa yang dia lakukan ini, lalu menyodorkan sebuah plastik berisi sebuah rambut yang sengaja dia ambil dari rambut Angel saat dia berkunjung beberapa hari lalu


"Baik, saya akan melakukannya, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu" Ucapnya lalu Daniel pamit untuk melakukan perintah dari Devan.


Dulu alasan yang membuat Devan tidak ingin melakukan tes DNA kepada Angel karena sejak pertama melihat Angel dia berusaha meyakini kalau itu memang anaknya sebab dia sudah sangat menyayangi Angel walaupun di memang jarang menemuinya, tetapi sekarang setelah melihat semua bukti ini dia dengan terpaksa harus melakukan tes DNA itu, hal itu di karenakan kehidupannya yang dulu dan sekarang sudah berbeda, sekarang ini sudah ada keluarga yang harus Devan jaga dan perjuangkan, apalagi adanya Zio dan Zia yang sudah jelas kalau mereka memang anak kandungnya.


Devan memijit pelipisnya, dia tidak menyangka kalau kehidupannya akan serumit ini, dia sebenarnya ingin dengan cepat menyelesaikan semua ini kemudian hidup tenang bersama Renatta dan kedua anaknya dan juga calon anaknya yang saat ini sedang di kandung Renatta.


.


.


.


Saat ini Renatta sedang berada di salah satu toko kue terkenal yang berada di sekitar butiknya, tadi entah kenapa tiba - tiba dia ingin memakan kue rasa cokelat padahal selama ini dia sangat tidak menyukai kue rasa cokelat, mungkin saja ini keinginan anaknya yang ada di perutnya.

__ADS_1


Renatta mengelus perutnya "Pasti kamu yang menginginkan kuenya ya" Ucapnya sambil tersenyum


Setelah memesan kue yang dia inginkan Renatta duduk di meja dekat pintu masuk, sesekali dia menikmati secangkir coffe late yang tadi dia pesan terlebih dahulu


"Renatta" Panggil seseorang yang mengalihkan pandangan Renatta.


Renatta tersenyum "Kak Axel" Ucapnya.


"Aku tidak menyangka, aku bisa bertemu kamu di sini" Ucap Axel yang sudah mengambil posisi duduk di depan Renatta.


"Kak Axel, ngapain di sini, mau beli kue juga?" Tanya Renatta kepada Axel.


"Kamu kira aku mau ngapain ke sini kalau bukan beli kue" Ucapnya lalu terkekeh pelan.


"Kak Axel sudah memesan kuenya?" Tanya Renatta yang sudah menghabiskan cofee late di cangkirnya.


"Sudah, tadi aku keluar karena mengambil dompetku yang tertinggal di mobil, mungkin sebentar lagi pesanannya akan selesei" Jawab Axel yang memandang wajah Renatta dengan tatapan sendunya.


Benar saja tidak lama kemudian kue yang di pesan Axel sudah selesai "Kalau begitu aku pergi dulu Re, semoga setelah ini kita lebih sering bertemu lagi" Pamitnya.


.


.


.


Saat sampai di mansion, Renatta melihat mobil milik Devan sudah terparkir di garasi, padahal jam di ponselnya masih menunjukkan pukul 4 sore "Tidak bisanya Devan pulang jam segini" Ucapnya pada dirinya sendiri.


Dia berjalan masuk ke dalam mansion, dia melihat Devan yang menatapnya tajam "Darimana kamu?" Tanyanya pada Renatta lalu Devan berdiri sambil menarik pinggang Renatta agar lebih dekat dengannya.


"Aku habis dari toko kue Dev, sepertinya anak kamu yang menginginkan kuenya padahal aku tidak suka kue cokelat" Ujarnya.


"Benarkah? Apa kamu saat ini sedang mengidam?" Tanyanya.

__ADS_1


Renatta mengangguk "Tapiii.. aku maunya kamu yang menyuapi aku makan kuenya" Ucap Renatta menundukkan kepalanya kalau bukan karena keinginan anaknya mungkin saja dia tidak akan meminta hal seperti ini kepada Devan.


Devan mengelus perut Renatta "Anak papah mulai manja ya" Ujarnya yang masih mengelus perut Renatta.


Devan tertawa pelan melihat wajah Renatta yang memerah karena menahan rasa malu "Jangan tertawa, sudah aku katakan kalau ini keinginan anak kamu bukan keinginanku" Ucap Renatta dengan nada kesal.


"Astaga Re, hormon kehamilanmu benar benar menyeramkan" Ucap Devan yang justru mendapat pelototan tajam dari Renatta.


"Sudahlah, aku akan memakan kuenya sendiri bersama Zio dan Zia" Ketusnya lalu berjalan pergi meninggalkan Devan.


Devan mencekal tangan Renatta "Baiklah, aku minta maaf Re, sini biar aku suapi kamu makan kuenya, sekarang jangan marah lagi, oke" Bujuk Devan kepada Renatta yang masih menatap sinis ke arahnya.


Tanpa berkata apapun Renatta menarik tangan Devan untuk duduk di kursi ruang makan, dia menyodorkan kuenya kepada Devan lalu dia duduk di atas pangkuan Devan "Cepat suapi Dev, aku sudah lapar" Ucapnya, hormon kehamilannya membuat Renatta lupa dengan rasa malunya kalau kelakuannya saat ini akan di lihat oleh orang lain terutama kedua anaknya Zio dan Zia.


Devan sendiri hampir tidak mempercayai sikap Renatta, ini sangat berbeda dengan sikap Renatta yang biasanya sedikit pemalu untuk melakukan hal hal romantis seperti ini, tetapi ini justru dengan santainya Renatta duduk di atas pangkuannya tanpa ada paksaan sedikitpun darinya.


Tanpa ingin membuat Renatta kembali marah, Devan dengan segera menyuapi Renatta dengan kue yang tadi di belinya.


"ASTAGA, Apa yang kalian lakukan" Teriak seseorang yang membuat Renatta menghentikan kunyahan kuenya.


...🍃🍃🍃...


Yuhuuu akhirnya bisa double up lagi🥳🥳🥳


Kalau suka jangan lupa vote, like dan komen....


Jika ada typo dan kata yang berbelit belit bisa di tulis di kolom komentar....


Happy Reading


.


.

__ADS_1


.


To Be Continue


__ADS_2