
Nafas Devan dan Renatta masih berdetak dengan cepat, kini tubuh Renatta sudah berada kembali di pangkuan Devan setelah menyelesaikan kegiatan yang baru saja mereka lakukan.
Devan benar - benar melakukannya berkali - kali tanpa ampun, bahkan Renatta hampir kewalahan mengikuti permainan Devan yang tiada hentinya.
Di usapnya dahi Renatta yang penuh keringat "Apa kamu sangat capek?" Tanya Devan kepada Renatta.
Renatta menganggukkan kepalanya "Kamu tidak memberiku jeda untuk beristirahat sama sekali Dev" Lirihnya dengan kepala yang masih bersandar di bahu Devan.
"Maafkan aku karena tidak bisa mengontrolnya, kamu tahu sendiri kan obat perangsang itu di campurkan cukup banyak sehingga ini sangat menyiksa Re, dan aku juga berterima kasih karena kamu sudah membantuku"
Renatta mengangkat kepalanya lalu menatap tepat ke mata Devan "Itu sudah kewajibanku sebagai seorang istri untuk membantu kamu menuntaskan semuanya daripada aku membiarkan perempuan tadi yang membantumu menuntaskannya itu akan membuatku sangat tidak rela"
"Aku juga tidak akan melakukannya jika bukan dengan kamu Re, sungguh tadi aku ingin mendorong dan menepis tangannya saat dia dengan lancangnya membuka kancing kemejaku, tapi dia justru memberikan sentuhan yang semakin meningkatkan kinerja obat perangsang tersebut" Jelas Devan sebelum Renatta curiga dan berpikiran buruk kepadanya.
"Aku hanya kesal saja Dev, bagaimana bisa dia hampir saja melakukan hal buruk kepada kamu, apa kamu tidak menyadari kalau di dalam minuman itu ada obat perangsang nya" Tanyanya bingung.
Devan menghela nafasnya jika mengingat kecerobohannya membuatnya kesal sendiri "Aku hanya meminum minuman yang di berikan salah satu pegawai yang aku suruh untuk membuatkanku minum tetapi aku tidak menyadari kalau sebelumnya perempuan yang datang bersama client yang aku batalkan kerja samanya tadi sudah mencampurkan obat perangsang di dalamnya" Jawabnya.
Dari penjelasan Devan, Renatta paham mungkin saja laki - laki paruh baya tadi memang sengaja ingin melakukan hal ini kepada Devan dan memanfaatkan situasi agar Devan mau kembali lagi bekerja sama dengannya.
Tiba - tiba Devan mengangkat tubuh Renatta lalu mendudukkannya di atas meja lalu memakai pakaiannya terlebih dahulu sebelum dia membuka pintu ruang kerjanya saya terdengar ketukan pintu dari luar.
Sebelum Devan membuka pintunya, dia memberikan pakaian Renatta tadi dan memberikan jas kerja miliknya agar menutupi tubuh Renatta untuk sementara waktu sampai Daniel membelikan baju baru untuk Renatta setelah dia merobeknya tadi.
Setelah Renatta terlihat sudah selesei memakai kemeja Devan, Devan dengan segera membuka pintu ruang kerjanya dan menampilkan Daniel yang membawa paper bag di tangannya lalu memberikannya kepada Devan.
"Terima Kasih Niel" Ucap Devan yang dipanggil Daniel.
Mata Daniel melihat sekilas ke atas Renatta kemudian tersenyum ke arah Renatta setelahnya dia pergi meninggalkan ruangan Devan.
Devan menutup kembali pintu ruang kerjanya lalu berjalan mendekat ke arah Renatta, "pakailah ini, aku tadi menyuruh Daniel untuk membelikan baju baru buat kamu" Di sodorkannya paper bag ke arah Renatta.
__ADS_1
Renatta bergegas masuk ke kamar mandi tapi tangannya terlebih dahulu di tahan oleh Devan "Kenapa tidak berganti baju di sini saja, bukannya kamu tadi juga memakai pakaianmu di sini" Goda Devan kepada Renatta.
Renatta menatap tajam ke arah Devan "Tentu saja aku sangat malu jika harus mengganti pakaian di depan kamu Dev" Jawabnya sedikit ketus.
"Untuk apa malu sih Re, aku bahkan sudah hafal dengan setiap inci tubuh kamu, kamu juga harus ingat kita baru saja melakukannya bahkan dengan terangan - terangan tanpa penutup kain sehelaipun" Ucapnya di sela dengan senyum menggoda.
"Dev, diamlah kamu membuat moodku sekarang jelek dan hancur" Renatta mengehentak - hentakkan kakinya kesal mendengar perkataan Devan yang menurutnya terlalu vulgar di dengarnya.
Sedangkan Devan sedikit cengo melihat sikap Renatta yang menurutnya sangat aneh, bagaimana bisa mood Renatta dan sikapnya berubah bahkan dalam waktu yang bahkan belum ada lima menit sekalipun.
Devan memang beberapa kali mencari tahu tentang persoalan ibu hamil, dan mempelajarinya agar dia bisa menghadapi sikap dan perilaku Renatta yang bisa berubah dalam sekejap.
Keluar dari kamar mandi Renatta mengahmpiri Devan lalu duduk di pangkuan Devan yang kini sudah rapi kembali dengan kemejanya, dia memainkan kancing baju Devan bagian atas
"Aku ingin meminta sesuatu kepada kamu Dev, tapi aku harap kamu jangan marah" Ucap Renatta yang membuat Devan mengernyitkan keningnya.
Pandangan Devan beralih dari berkasnya lalu fokus memandang Renatta "Asal kan itu bukan permintaan yang aneh aku akan menurutinya"
"Aku ingin kamu mencium ketek milik Kak Raka di depanku nanti siang setelah jam makan siang tiba" Ujarnya yang membuat Devan langsung terkejut dan diam di tempatnya duduk sekarang.
"Jangan aneh - aneh kamu Re, aku bisa menuruti semua permintaan kamu tapi tidak dengan permintaan kamu yang satu ini" Tegasnya yang membuat mata Renatta berkaca kaca karena permintaannya di tolak Devan, dia turun dari pangkuan Devan beralih duduk di atas kursi sofa dengan mata yang sudah sembab karena menahan air mata dan juga muka cemberut Renatta.
"Baiklah aku akan menuruti permintaan aneh kamu yang satu ini" Tidak tega melihat Renatta yang akan menangis akhirnya dia akan
menuruti permintaan Renatta.
Renatta menyunggingkan senyumnya "Ini bukan permintaanku Dev tapi ini permintaan anak kamu yang ada di perutku" Ucapnya dengan mengusap - usap perutnya senang karena keinginannya akan terkabul.
"Aku harap setelah ini tidak ada permintaan aneh yang diminta Renatta lagi" Batin Devan yang melihat ke arah Renatta yang tersenyum bahagia hanya karena permintaannya dia turuti.
"Aku akan menyuruh kak Raka ke sini, sekalian bersama Serly dan anak - anak" Ujarnya.
__ADS_1
"APA, kamu menyuruh Sherly juga ikut datang kesini bersama anak - anak atau kamu memang sengaja ingin mempermalukan ku di depan mereka" Ucapnya kesal.
"Jangan menuduhku seperti itu Dev, atau kamu mau aku bikin berpuasa sampai aku melahirkan tidak aku beri jatah sama sekali" Ancam Renatta yang seketika membuat Devan terdiam.
...๐๐๐...
Hallo author come back ๐๐
Selamat malam, semoga kalian semua nggak bosen dengan alur ceritanya.
Siapa yang sudah tidak sabar kepengen lihat Devan mencium keteknya Raka๐, mulai part ini akan author buat Devan tersiksa karena mengidam aneh Renatta๐
Jadi tungguin terus kelanjutannya dan semoga tidak bosan dengan alur ceritanya
Terima kasih masih setia membaca cerita Suami Bayaran Renatta.
Semoga semakin suka....
Kalau Suka dengan ceritanya bisa like, vote dan komen nya ya.....
Kalau ada typo atau kesalahan dalam menulis bisa di tulis di komen...
Happy Reading
.
.
.
To Be Continue
__ADS_1