Suami Bayaran Renatta

Suami Bayaran Renatta
Sebuah Fakta


__ADS_3

"Kenapa mamah mengajakku pulang? dimana Zio dan Zia mah?" Renatta bingung ketika mamahnya tiba - tiba menelfonnya dan menyuruhnya langsung ke parkiran mobil


"Zio dan Zia sudah ada di dalam mobil, ada hal penting yang ingin mamah tanyakan nanti di rumah" Setelah mengatakan itu Vera masuk ke mobil di ikuti oleh Renatta di belakangnya.


Renatta bingung ketika melihat anaknya yang terlihat murung "Kalian kenapa?" Tanyanya yang hanya dibalas gelengan kepala dari Zio dan Zia, mamahnya sendiri sedari tadi juga diam saja tidak mengatakan apapun setelah masuk ke dalam mobil.


Sesampainya di rumah, Zio dan Zia yang turun dari mobil langsung berlari ke dalam kamarnya, ketika Renatta akan menyusul anaknya, Vera lebih dulu menarik tangan Renatta "Ikut mamah, kita perlu bicara Re"


Vera membawa Renatta masuk ke ruang keluarga, dan duduk di sofa yang saling berhadapan "Siapa papahnya Zio dan Zia?" Tanyanya.


"Apa maksud mamah?, kenapa mamah menanyakan hal itu?" Tanyanya tanpa menjawab pertanyaan yang di ajukan mamahnya.


"Apa benar Devan adalah papah biologis Zio dan Zia?" Selidik Vera kepada Renatta.


Renatta terkejut mendengar perkataan mamahnya, bagaimana bisa mamahnya bertanya seperti, apa mamahnya sudah tahu kalau Devan papah kandung si kembar, Lalu dari mana mamahnya tahu semua ini, berbagai pertanyaan muncul di kepalanya, Renatta bingung apakah ini saatnya dia harus mengatakan semuanya ke mamahnya.


"Kalau kamu tetap diam berarti mamah simpulkan kalau jawabannya iya" Ucapnya yang tidak mendapatkan jawaban dari Renatta.


Renatta menatap mamahnya dan mencoba memberanikan diri untuk menceritakan semua kebenaran tentang Zio dan Zia, dia tidak bisa terus menerus menyembunyikan hal ini dari kedua orang tuanya.


"Iya mah" Renatta menghela nafasnya sejenak kemudian melanjutkan perkataannya "Devan adalah papah kandung Zio dan Zia, maaf karena sudah menyembunyikan kebenaran ini dari mamah"


"Mamah sudah menduganya, saat pertemuan mereka tadi, Zio dan Zia yang langsung menghampiri Devan" Ucapnya, kemudian berjalan semakin mendekati Renatta dan duduk di sampingnya.


"Pertemuan?" Tanyanya karena merasa tidak memahami apa yang di katakan mamahnya.


"Iya, pertemuan antara si kembar dan Devan"


"Bagaimana bisa?" Renatta terkejut, mendengar kalau Zio dan Zia bertemu dengan Devan, darimana kedua anaknya tahu kalau Devan adalah papah kandung mereka karena seingatnya dia tidak pernah memberitahu ke mereka siapa papah kandungnya, dan hanya mengatakan kalau papah mereka kerja cukup jauh.


Vera menatap anaknya bingung dengan reaksi yang di berikan Renatta "Tadi Zio dan Zia tiba tiba menghampiri Devan dan menyebutnya dengan sebutan papah, tetapi dari ekspresi yang mamah tangkap Devan seperti tidak mengenali Zio dan Zia, jangan bilang kamu belum memberitahu Devan mengenai keberadaan si kembar?"


"Renatta memang belum mengatakannya mah bahkan Renatta bingung darimana Zio dan Zia mengetahui tentang Devan, aku belum menceritakan tentang Devan apalagi memberitahu foto Devan" Lirihnya yang kemudian menundukkan kepalnya, rasa bersalah mulai dia rasakan mengetahui kalau kedua anaknya sudah tahu mengenai Devan dan tidak mengatakan apapun kepadanya.

__ADS_1


Vera memeluk anaknya "Ceritakan semuanya mengenai Devan ke Zio dan Zia Re, mamah lihat mereka terlihat murung saat mamah mengajaknya pulang tadi, mamah bisa melihat sorot rindu dari kedua mata mereka, untuk kali ini tekan ego kamu, bagaimanapun Devan tetap papah biologis mereka"


Renatta mengangguk dan segera menghampiri Zio dan Zia di kamarnya, perlahan dia membuka pintu kamar tidur kedua anaknya, dia bisa melihat Zio dan Zia yang menenggelamkan muka mereka di bantal.


"Maafkan mamah ya" Ucap Renatta yang melihat tubuh kedua anaknya bergetar seperti sedang menangis.


Mendengar mamahnya bicara Zio dan Zia membalikkan tubuhnya dan menatap mamahnya dengan mata yang sudah memerah karena menangis, melihat hal itu tentu saja membuat Renatta ikut sedih.


Renatta memeluk anaknya erat "Dari mana kalian mengetahui soal papah kandung kalian?" Tanyanya dengan suara bergetar karena menahan tangisnya.


"Kami minta maaf mah, kami tidak sengaja menemukan foto papah waktu di New York dulu" Ucap Zio dengan sesenggukan akibat terlalu lama menangis.


"Zia pengen di peluk papah mah, Zia pengen banget bisa main dan jalan - jalan sama papah" Sahut Zia yang masih berlinang air mata.


Seketika tangisan yang sudah dari tadi dia tahan tumpah juga mendengar perkataan yang di ucapkan Zia, sebegitu buruk dan egois kah dirinya sebagai seorang ibu, bagaimana bisa dia tidak mengetahui tentang apa yang diinginkan anaknya, bahkan dengan teganya dia membuat anaknya menangis karena merindukan sosok seorang ayah.


Dia melepas pelukan kedua anaknya dan menyeka air mata yang masih membasahi pipi Zio dan Zia kemudian tersenyum memandang kedua anaknya "Kalian mau dengar cerita tentang papah Devan?"


Dengan senyum bahagianya Zio dan Zio menjawab pertanyaan mamahnya "Mau mah" Ucap mereka bersamaan.


"Mamah mau kan bareng kita untuk bertemu papah, Zio pengen kita bisa berkumpul bareng, ada mamah, papah, Zio dan Zia" Ucap Zio yang mendapat anggukan dari Renatta kemudian mereka berpelukan kembali.


.


.


.


"Kenapa mamah susah banget di hubungi sih"


Clara merasa kesal dan langsung duduk di sofa ruang kerja mamahnya


"Kamu tahu sendiri mamah harus mengurus proyek baru perusahaan ini" Ucap Inggit yang masih fokus dengan berkas yang ada di tangannya.

__ADS_1


"Tapi kan ini penting mah dan aku jamin mamah akan terkejut mendengar berita ini" Ucap Inggit yang berhasil mengalihkan perhatian mamahnya untuk menatap ke arahnya.


"Jangan buat mamah penasaran, cepat katakan berita apa yang kamu maksud" Inggit berjalan menghampiri Clara.


"Aku kemarin bertemu dengan Kak Renatta, saat aku bersama Devan"


"Maksud kamu Renatta sudah kembali ke Indonesia" Tanyanya dengan penasaran.


Clara menganggukkan kepalanya "Dan mamah tahu apa reaksi Devan saat bertemu Kak Renatta?, mereka seolah olah tidak saling mengenal dan aku melihat Kak Renatta sedang bersama seorang laki laki.


Inggit tersenyum mendengar penuturan anaknya "Bagus kalau begitu, itu berarti di antara mereka memang sudah berakhir dan tidak ada hubungan apapun, kesempatan kamu untuk mendapatkan Devan semakin besar".


"Tapi mah, kita juga perlu berhati - hati sama Kak Renatta, aku yakin pasti ada rencana tersembunyi yang sudah di siapkan, bukankah perusahaan ini masih sah milik Kak Renatta walaupun beberapa sahamnya sudah jatuh ke mamah"


"Iya kamu benar, kita memang harus berhati - hati dengan Renatta dan kita juga harus memastikan rahasia yang selama ini kita simpan aman dan tidak diketahui siapapun"


...🍃🍃🍃...


Hallo kak selamat pagi dan selamat beraktivitas👏👏👏


Terima kasih untuk pembaca Suami Bayaran Renatta yang sudah selalu setia menunggu kelanjutan ceritanya🤗🤗🤗


Next partnya Devan udah tahu nih kalau selama ini Renatta berbohong😌😌


Lalu kira - kira rahasia apa yang disimpan sama Tante Inggit dan Clara, yang jelas ini ada hubungannya dengan Devan😐


Selalu jaga kesehatan dan jangan lupa makan😊😗❤️



.


.

__ADS_1


.


To Be Continue


__ADS_2