Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Kegalauan sikembar S


__ADS_3

"Kak Kinar cantik ya bun, kalau Tika udah besar, Tika juga mau seperti kak Kinar." ucap Cantika riang, ketika mereka sedang makan malam bersama.


"Jangan gangguin kak Kinar dek, habisin makanannya!" sela Nada, sedangkan Kinar hanya tersenyum menanggapi celotehan adik iparnya itu.


"Bun, besok Satya mau nginep dirumah temen, boleh nggak?" ujar Satya ragu-ragu.


"Mau ngapain sih, ada acara apa emangnya?"


Satya menggaruk tengkuknya, "Nggak ada acara apa-apa sih bun, cuma pengen nginep aja gitu."


"Kalau nggak ada kepentingan, nggak ada yang namanya nginep-nginepan, bunda nggak ngijinin."


"Yaudah deh!" balas Satya lesu.


Ando meneguk air minum disampingnya, lalu mengusap bibirnya menggunakan tisu, menyudahi acara makan malamnya.


"Ayah setuju dengan bundamu Sat, kalau nggak ada kepentingan kamu nggak perlu pakai acara nginep-nginepan segala, nggak baik Sat, selain merepotkan, kamu juga dapat omongan kurang enak dari orang lain nantinya."


"Kamu mengerti dengan maksud ayah kan, sat?" Ando angkat bicara.


"Iya, yah." balas Satya dengan wajah menunduk.


El sempat melirik kearah Satria yang sejak tadi hanya diam, sembari mengaduk-aduk makanannya tanpa minat, bahkan sama sekali tak terganggu dengan pembicaraan ayah bundanya serta Satya, hal yang tak biasa bagi seorang Satria tentunya.


Usai makan malam, semuanya kembali pada tempatnya masing-masing, El dan Kinar kembali ke kamarnya, begitu juga dengan Cantika, Ando dan Nada, serta Satria yang diikuti oleh Satya di belakangnya.


"Kenapa lo, kehabisan energi ya, tumben banget kagak ikut nyahut tadi,?" Ujar Satya, yang bersender di daun pintu dengan perasaan galau, karena sang bunda tak mengijinkannya untuk menginap.


Hening..


Satria diam seribu bahasa, sembari menatap langit-langit kamarnya, seolah merasa sama sekali tak terganggu dengan kehadiran Satya.


"Lo denger gue ngomong nggak sih Sat?" dengus Satya kesal.


Pletakkk...


Sebuah pulpen melayang tepat sasaran.


"Anjirr, sakit be go!" Satria mengusap jidatnya yang terasa ngilu.


"Emang enak, rasain tuh! lagian dari tadi gue ngomong, kagak direspon-respon, berasa ngomong sama tembok gue!"


"Lo nggak tahu perasaan gue saat ini Sat, gue lagi galau banget!" balasnya lesu.


"Gila, seriously? tampang begini bisa galau juga ternyata?"


"Ck! sulit di percaya." Satya mengangkat dagu Satria, sembari menggeleng-gelengkan kepala.

__ADS_1


"Lo pikir gue ini apaan, gue juga punya hati kali!" balas Satria sembari menepis tangan Satya yang mencengkram dagunya.


"Ok, sekarang lo ceritain ke gue, apa yang bikin seorang Satria Aji galau begini?" ucap Satya sembari ikut mendudukan diri disisi ranjang yang sedang di duduki oleh Satria.


"Adel mutusin gue!"


"Wohooo..Amazing girl! gue jadi penasaran sama cewek yang namanya si Adel itu, kaya apa sih dia, sampai-sampai saudara gue si Playboy tersayang ini, bisa segini galaunya, gila! keren parah." Satya bertepuk tangan.


"Gue sayang banget sama dia Sat, sumpah!" balasnya terlihat sedih dan tak ada sedikitpun nada bercanda.


"Emang kalau gue boleh tahu, kenapa dia bisa mutusin elo?"


"Dia lihat gue lagi jalan sama si Mira kemarin, dan sialnya dia kagak mau dengerin penjelasan gue, dan langsung mutusin gue gitu aja!"


"Ck, lo yang sabar ya bro, gue yakin ini sih karma buat elo, karena udah mainin perasaan cewek terus."


"Lagian gue heran deh sama elo, lo sebenernya turunan siapa sih, perasaan ayah orangnya cuma setia sama satu cewek deh, yaitu bunda, lah elo sama puluhan cewek, gila! kadang gue nggak ngerti juga sama jalan pikiran lo."


"Gue kasih tahu, mendingan lo cepet-cepet tobat deh, Insyaf bro, sebelum ajal lo tiba!"


"Anjirr, saudara durhaka lo ngedoain gue biar cepet-cepet mati, sialan!" Satria mendengus kesal.


"Nah gini ni, sikap jeleknya Satria Aji, gue ngasih tahu kebenaran lo malah suudzon sama gue, parah lo!"


"Dapet karma tahu rasa lo!" Satya pun berlalu pergi meninggalkannya.


..


"Sini lo, tidur di samping gue," menepuk sisi kasur disebelahnya.


Kinar bergeming.


"Lo budek! nggak denger gue ngomong?" lanjut El garang.


"Kalau lo ngerasa takut gue apa-apain, mendingan lo buang jauh-jauh deh pikiran lo yang itu, karena itu nggak bakalan terjadi."


Tanpa berkata apa-apa, Kinar segera menaiki ranjang, menarik selimut hingga leher, lalu memejamkan mata dengan posisi membelakanginya.


..


Acara sarapan pagi kali ini begitu tenang, kegalauan Satria dari sore hingga pagi ini rupanya masih berlanjut, dan berdampak pada mulutnya yang berhenti mengoceh.


Sedangkan Satya, Ia hanya menatap El dan Kinar sebentar lalu kemudian memakan sarapan nya dalam diam.


Sedangkan Ando dan Cantika sudah berangkat lebih dulu.


"Entar malem ajakin Kinar jalan-jalan ya El, ya Hitung-hitung buat perkenalan, supaya kalian ngerasa lebih dekat dan akrab, dan inget satu lagi pesan bunda, jangan datar-datar banget jadi cowok, kasian istri kamu El." ucap Nada ketika El hendak memanaskan motornya.

__ADS_1


"Iya bun!"


"Jangan iya-iya doang, dilaksanain nggak?"


"Ok bun iya."


"Yaudah bunda kedalem dulu, awas lho! tungguin Kinar, anterin sampai tempat kerja, pastikan dia selamat sampai sana."


Tak lama Kinar pun keluar dengan membawa tasnya, bersiap untuk berangkat.


El yang hendak menaiki motornya, tiba-tiba bergeming lalu menoleh kearah Kinar yang hari ini terlihat jauh berbeda dari kemarin.


"Lo yakin mau kerja?"


"Dengan rok model begini?" lanjutnya, sembari menarik ujung rok setengah pahanya, yang menampilkan paha putih mulus istrinya.


Kinar mengangguk.


"Lo itu mikir nggak sih, kalau gue boncengin lo itu pake motor! "


"Terus dengan posisi lo pake rok model begitu, emang bakalan bikin lo nyaman, gue nggak mau tahu pokoknya sekarang juga lo ganti, pakai celana, yang panjang kalau bisa!"


"Ta-tapi rok ini harus di pake hari ini El?"


"Siapa yang mengharuskan, memangnya ada peraturan model begitu?"


"Ini di kasih langsung sama manager saya, katanya hari ini pemilik Cafe mau berkunjung kesana."


El tertawa sinis, "Lalu apa hubungannya sama pake rok pendek?"


"Katanya pemilik Cafe itu masih muda, jadi para pelayan cewek harus dandan supaya kelihatan menarik!"


"Cih! peraturan kerja model apa itu, nggak banget!"


"Gue nggak mau tahu, lo harus ganti, atau lo mau gue tinggal,? dan gue bilang ke bunda kalau lo cewek pembangkang dan nggak nurut apa kata suami."


Dalam hati Ia terkekeh geli dengan ucapannya sendiri, suami? benarkah dia seorang suami, sekarang?


.


.



Setelah melewati perdebatan panjang dengan El, akhirnya Kinarlah yang mengalah, kemudian mengganti roknya menggunakan celana jeans hitam panjang.


Dengan hati yang puas, El pun segera mengantarkan istrinya menuju tempat kerjanya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2