Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Birthday Kinar


__ADS_3

"Selamat ulang tahun, dan selamat datang kembali dirumah ya sayang, menantu kesayangan bunda!" ujar Nada sembari merentangkan kedua tangan, untuk memeluk Kinar.


Sedangkan Kinar yang mendapat sambutan hangat dari keluarga El pun langsung meneteskan air mata, dan memeluk bunda mertuanya itu.


"Makasih banyak bunda, Kinar pikir bunda marah sama Kinar?" ujar Kinar setelah Nada melepaskan pelukannya.


"Lho marah kenapa, maaf ya sayang kemarin waktu Kinar siuman, bunda dan yang lainnya sengaja nggak dateng kesana, karena emang mau bikin kejutan buat kamu nak!"


"Bunda!" Lagi Kinar memeluknya dengan perasaan bahagia dan penuh haru.


"Selamat ulang tahun cucu Oma yang cantik, semoga panjang umur sehat selalu ya sayang!" Oma Sarah memeluknya dengan penuh kelembutan sekaligus meneteskan air mata saat kembali mengingat keadaan Kinar beberapa hari yang lalu.


"Terimakasih banyak Oma," ujarnya, sembari membalas pelukan sang Oma.


"Selamat ulang tahun ya nak!" Ando mengusap pucuk kepalanya, yang seketika membuat perasaan Kinar sangat bahagia, seolah merasakan kasih sayang yang begitu tulus dari seorang ayah, meski hanya sebagai ayah mertua.


"Terima kasih ayah!"


"Selamat ulang tahun ya Kak!" ujar Satria dan Satya, dan hendak memeluk Kinar, namun tertahan karena tubuh keduanya sudah di tarik seseorang agar menjauh.


"Nggak usah Peluk-peluk kan bisa!" protes El, yang seketika membuat Ando, Nada maupun Oma Sarah menggeleng-gelengkan kepala melihat sikap posesif nya seorang El.


"Tadi Oma sama Bunda peluk kak Kinar abang biasa aja kok, lah giliran kita yang meluk abang malah ngambek, lucu lo bang!" protes Satya.


"Ck! dasar bocah, beda urusan lah, Oma sama bunda kan cewek, sedangkan elo?"


"Gue cowok bang!" balas Satya polos.


"Yaudah, kalau abang kembar nggak boleh, berarti Tika aja yang peluk ya kak!" timpal Cantika sembari memeluk tubuh Kinar.


"Selamat ulang tahun ya kakak cantik, Tika Kangen banget sama kakak!" ujar Cantika yang semakin erat memeluk tubuhnya.


"Terimakasih ya sayang, adik kesayangan kakak yang cantik dan baik hati, kakak sayang Tika." balas Kinar seraya mengendurkan pelukannya.


"Tika juga sayang kakak!"


Tak berselang lama bi Rumi dan mang Wawan datang dari belakang, menggotong kue ulang tahun dengan ukuran yang sangat besar.


"Selamat ulang tahun non Kinar!" ujar keduanya bersamaan, seraya memberikan senyum terbaiknya.


"Tiup dulu gih lilinnya, dan jangan lupa berdoa ya!" bisik El yang kini sudah berdiri disamping Kinar.


.....

__ADS_1


Setelah acara tiup lilin, dan memberikan potongan kue pertamanya untuk El, kini mereka mengobrol sekaligus saling melepas rindu terhadap Kinar, yang sudah beberapa hari ini terbaring di sebuah rumah sakit.


Tepat pukul 22:30 mereka semua pun berpamitan pulang, karena malam sudah mulai larut, dan sebelum mereka pulang, Oma Sarah sempat meminta maaf karena Opa Abidzar tidak bisa ikut serta hadir dalam acara ulang tahun, serta menyambutnya pulang, di karenakan sedang ada tugas mendadak diluar kota.


"El?" Kinar membelalakan matanya, saat membuka pintu kamarnya, yang sudah disulap menjadi seperti sebuah kamar pengantin, diatas kasur dengan seprai berwarna putih itu tampak kelopak Mawar merah yang sudah dususun serapi mungkin, membentuk love diatasnya, dan beberapa tangkai mawar yang masih segar memenuhi setiap sudut kamarnya tersebut.


El mendorong pelan tubuh Kinar, lalu mengunci pintu kamarnya, dan berjalan pelan kearah sudut kamar mengambil satu tangkai bunga mawar segar untuknya.


"Bunga yang cantik, buat orang yang cantik juga, buat kamu sayang!" ujar El seraya menyerahkan bunga tersebut ketangan Kinar, yang diterimanya dengan tangan bergetar.


"Selamat ulang tahun ya sayang, panjang umurnya, sehat selalu, dilancarkan rizkinya, jadi istri yang baik dan selalu menuruti apa kata suami!" ujar El sembari menatapnya penuh cinta.


"El?" mata Kinar sudah berkaca-kaca, karena bahagia dan merasa sangat beruntung telah memiliki suami seperti El, yang begitu mencintainya.


"Aku boleh peluk?" ujar Kinar dengan suara bergetar.


"Boleh dong!" balas El, seraya merentangkan kedua tangannya.


"Makasih El!" ujar Kinar didalam pelukannya.


"Makasih, buat?"


"Buat semua kebahagiaan yang udah kamu Kasih ke aku!"


"Sangat, aku sangat bahagia El." ujar Kinar yang semakin mengeratkan pelukannya.


"Beneran?"


"Ihs beneran, aku minta maaf ya, karena aku justru kebalikannya, aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu, istri yang sempurna yang bisa kasih kamu keturunan."


El mengendurkan pelukannya, di tatapnya dalam wajah istrinya yang masih setengah pucat itu, kemudian tangannya terulur mengusap bulir-bulir air mata di pipi Kinar dengan penuh kelembutan, seolah takut jika telapak tangannya menggores wajah menawan dengan kulit selembut bayi di hadapannya itu.


"Kamu ngomong apa sih sayang, siapa yang bilang kalau kamu bukan istri yang baik, dan nggak sempurna, dimata aku kamulah satu-satunya wanita yang terbaik yang pernah aku kenal, dan soal anak itu bukan masalah besar sayang, kita masih punya banyak waktu untuk menghadirkannya, mungkin kita harus lebih rajin melakukan nya, setiap malem, setiap jam misalnya?"


"El?" Kinar menggeram pelan dan menatapnya gemas, karena bisa-bisanya suami mudanya itu selalu menghadirkan candaan disela obrolan seriusnya.


"Memang kita harus lebih rajin kan, namanya juga usaha, iya kan yang?" lanjutnya sembari terkekeh.


"Aku serius El?"


"Aku juga serius sayang!"


"Tahu ah nyebelin," Kinarpun berjalan pelan menuju ranjang dan mendudukan dirinya disana.

__ADS_1


"Masih sakit, pusing?" tanyanya, memegang perban di kepala Kinar yang menutupi lukanya yang belum kering sepenuhnya.


"Linu dikit!"


"Yaudah sekarang kamu istirahat ya!" ujar El sembari membaringkan tubuh Kinar dan menyelimuti nya, di ciumnya pelan kening maupun luka yang tertutup oleh perban dikepalanya tanpa rasa jijik.


"Selamat tidur sayangku,"


"El?"


"Kenapa sayang?" balas El yang hendak ikut membaringkan tubuhnya juga.


"Tidurnya sambil meluk kamu boleh?"


Deg!


El terdiam, ia bukan tidak ingin dipeluknya, namun ia takut tak bisa mengendalikan diri saat tubuhnya saling bergesekan nanti, karena sedari tadi pun ia sudah berusaha mati-matian menahan sesuatu yang menegang dibawah sana.


"El?" ujar Kinar, yang seketika membuyarkan lamunannya.


"Eh i-iya sayang, yang kamu itu masih dalam tahap pemulihan, jadi posisi tidurnya harus senyaman mungkin sayang, karena aku takut luka kamu Kesenggol-senggol, nggak apa-apa kan sayang kalau nggak aku peluk dulu?" ujar El berbicara selembut dan sehati-hati mungkin karena takut menyakiti hati istrinya.


"Aku bau ya, karena udah berhari-hari nggak mandi, jadi kamu nggak mau peluk aku, padahal kan sebelum pulang tadi aku udah mandi El."


"Eh, M-maksud aku bu_" ucapan El terhenti saat Kinar bergegas membalikkan tubuh dan memunggunginya.


El menggaruk tengkuk, seraya mengacak rambutnya Frustasi, bingung harus menjelaskannya bagaimana terhadap istrinya.


.


.


.


Terimakasih readers tercinta😘


Untuk semua dukungan dan doa'a-do'anya, semoga kita semua selalu berada dalam lindunganNya.


I love you so much 🥰🥰🥰


.


.

__ADS_1


__ADS_2