Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Resepsi pernikahan 3


__ADS_3

"Ini istri kamu, wah pinter juga ya si El nyari istri, salut om sama kamu!" ujar Burhan, seorang laki-laki paruh baya yang berstatus sebagai kakak dari bundanya itu.


"Makasih om!" balas El tersenyum simpul, sedangkan Kinar yang berdiri disampingnya tersipu malu.


"Selamat ya!" Burhan lanjut menyalami Kinar.


"Terimakasih banyak om,"


"Yaampun, selamat ya El Kinar, duh kalian emang pasangan serasi, doain ya biar kedua kakak kamu juga cepet ketularan ya," ucap Elea, melirik kearah kedua putrinya yang kini tengah mengekor dibelakangnya.


"Iya tan makasih ya, El doakan smoga kak Dinda sama kak Anggi cepet-cepet nyusul ya!"


"Aamiin."


"Duh jangan didoain dulu dek, kita belum ada rencana kesitu, masih banyak nih cita-cita kakak yang belum kesampaian." sahut Dinda sambil Terkekeh, yang kemudian mendapatkan pelototan dari sang mama.


"Yaudahlah biarin aja mereka El, kayaknya mereka ini ingin menjadi perawan tua aja." sambung Elea ketus.


"Buruan married kak, enak lho!" ujar El yang disambut gelak tawa dari ketiganya.


"Duhh anak kemarin sore sekarang udah ngerti yang enak-enak ya," timpal Anggi, "Mau punya anak pula, bakalan jadi Little father ini mah." lanjut Anggi terkekeh pelan.


"Tuh makanya contoh si El, umur 18 tahun udah punya istri, punya anak, lah kamu 24 tahun belum ada tanda-tanda punya pacar, apa lagi Dinda udah masuk umur 27, hobinya ngelonin laptop terus, Ck!" Elea memasang wajah kesalnya, yang kemudian dibalas dengan decakan sebal dari kedua putrinya.


"Selamat ya Kinar, semoga bahagia terus sama El," Dinda Dan anggi tersenyum hangat, dan sama-sama memeluk Kinar.


**********


"Wihh pengantin, bener-bener duplikatnya si Ando ini mah, udah mukanya sama persis, married nya sama-sama waktu SMA lagi ck!" Rasyid memeluk El seperti seorang ayah yang tengah memeluk putranya.


"El, selamat ya El." Gavin, Raffan, dan Gerry ikut memeluknya, yang kemudian mengabadikan moment tersebut, dengan berfoto bersama.


Kemudian disusul dengan kehadiran Oma indri diikuti Nathan, Opa Rendra, Gilang beserta istrinya, mengucapkan selamat serta doa-doa untuk pasangan muda itu.


"Yang, kalau pegel duduk aja ya!" bisik El, saat melihat raut lelah diwajah istrinya, padahal pesta baru berlangsung selama 3 jam, dan akan berakhir 2 jam lagi.

__ADS_1


"Nggak ah, aku masih kuat kok!"


"Yakin?"


"Hmmm."


*******


Ditengah meriahnya pesta, tanpa disangka Adiguna melangkah menuju podium, menerima uluran mic dari tangan MC setelah sempat membisiki sesuatu kepadanya.


Lama ia berdiri disana, netranya menyoroti seluruh tamu undangan dengan tatapan sulit di artikan, laki-laki yang memasuki kepala 6 itu tampak masih terlihat tegap Dan gagah.


Beberapa orang pun mulai berbisik-bisik, terutama para pebisnis yang merupakan rekan kerja Ando, yang tentu sangat tahu betul siapa sosok Adiguna, pebisnis handal dengan karir cemerlang yang patut diacungi jempol, cara bekerja serta pemikirannya yang luar biasa, membuat namanya selalu terending dikalangan para pebisnis.


"Hadirin sekalian, mohon maaf jika keberadaan saya disini sedikit mengganggu kenyamanan kalian semua, saya Adiguna Wijaya, dengan adanya acara ini saya ingin menyampaikan suatu hal tentang cucu kandung saya yang sebenarnya."


Adiguna menjeda sejenak ucapannya, sedangkan seluruh tamu disana hening, menunggunya melanjutkan kata-katanya yang terjeda itu.


"Prisa Kinara Prameswari."


Deg!


Bukan hanya Kinar yang merasa terkejut, tetapi beberapa orang yang mengenal Adiguna tampak membelalakan matanya seperti tak percaya dengan yang baru saja mereka dengar, karena yang mereka tahu selama ini Adiguna hanya memiliki satu cucu kandung laki-laki yaitu Bayu, dan Andra sebagai cucu kualon nya.


"Mungkin selama ini yang kalian ketahui saya hanya memiliki cucu laki-laki, bukan! cucu saya seorang perempuan, seorang gadis yang berhati mulia, yang dengan sukarela memaafkan kesalahan saya yang tak terhitung banyaknya."


"Sejak dia bayi, saya tidak pernah mengakui kehadirannya, bahkan sayalah orang pertama yang menginginkan dia menghilang dari pandangan saya, membuatnya jauh dari keluarga saya dan sosok ayahnya,"


"Dia pergi bersama ibunya menjalani hidup yang entah bagaimana sulitnya, sampai detik ini saya sendiripun tak sanggup membayangkannya."


"Dan pada akhirnya dengan tidak tahu dirinya, bahkan diwaktu yang sudah terlambat itu, saya datang pada nya mengaku sebagai kakeknya, dan memohon kesudiannya untuk memaafkan si tua tak berguna ini."


Adiguna mengusap bulir bening yang keluar dari ujung matanya, laki-laki yang selalu terlihat tegap dan berwibawa itu, kini tampak terlihat rapuh dan penuh ketidak berdayaan.


"Jika kalian Menganggap saya sebagai makhluk tak berhati, maka anggaplah begitu, karena pada kenyataannya memang seperti itu."

__ADS_1


Terlihat Adiguna menghela nafasnya, memohon undur diri, lalu kembali memberikan mic tersebut, pada sang MC.


Diruangan luas yang semula bising itu kini berubah menjadi hening, hingga beberapa saat.


Namun detik kemudian, keadaan kembali gaduh ketika Satya mulai naik keatas panggung dengan membawa gitar kecil kesayangannya.


Diobok-obok airnya diobok-obok


Ada ikannya kecil-kecil pada mabok


Disemprot-semprot airnya disemprot-semprot


Kena mukaku aku jadi mandi lagi


Dingin-dingin dimandiin nanti masuk angin..


Joshua suherman_Air.


Awalnya seluruh tamu undangan tercengang mendengar lagu anak-anak itu dinyanyikan disaat adanya pesta besar seperti ini, namun detik kemudian mereka malah ikut bernyanyi, tertawa, bahkan hingga berjoget-joget.


Begitupun dengan bapak-bapak bersetelan jas yang tampak menikmati lagu itu, mereka semakin gencar bernyanyi, melompat, berjoget, layaknya anak kecil yang memiliki kehidupan tanpa beban.


Tak sedikit dari mereka yang membawa pasangan, ikut berjoget yang menyerupai dansa dan sebagainya.


sementara Ando dan Nada saling pandang, lalu kemudian tergelak bersama.


"Itu si Satya dapet ide dari mana sih bang, dia kan nggak pernah nyanyi!" bisik Kinar yang sejak tadi menahan tawa.


"Tahu tuh bocah, anak ayah sama bunda tuh setahu aku cuma dia yang paling nggak bisa nyanyi, eh tahu-tahu sekarang tiba-tiba tuh bocah malah nyanyi, mana lagunya lagu anak-anak lagi, dia pikir ini komedi putar balita apa."


Kinar terkekeh geli, menutup mulut dengan kedua tangannya, Ia tertawa bukan karena Satya, tetapi suaminya yang kelewat ketus saat membahas adiknya, sangat terlihat sekali jika dirinya sangat kesal dengan tingkah adiknya itu.


Dan bagi Kinar wajah masam El saat marah terlihat lebih tampan dari biasanya.


Sedangkan di pojok gedung Satria menutupi wajahnya menggunakan serbet penutup piring yang tidak sengaja ditinggalkan bi Rumi dan bi Sari disamping meja prasmanan.

__ADS_1


untuk menyembunyikan wajahnya yang kelewat malu sekaligus kesal dengan tingkah saudara kembarnya itu.


__ADS_2