Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Kencan di pasar malam


__ADS_3

Diruang kerjanya Adiguna kembali frustasi, mengacak rambutnya berulang kali, bahkan sesekali melemparkan benda yang ada disekitarnya.


Rahangnya mengeras sempurna, setelah membaca isi dari lembaran kertas yang berada di genggamannya.


2lembar kertas yang berisi hasil test DNA yang menunjukkan bahwa kedua remaja yang selama ini ia anggap cucunya, terutama Bayu yang selama ini menjadi cucu kebanggaan nya karena ia seorang anak laki-laki, ternyata bukanlah cucu kandungnya.


Kini ia merasa sangat marah, kecewa, dan merasa tertipu oleh keluarga Renaldi, dan semua harapan yang ia gantungkan untuk cucu laki-lakinya Kini hilang tak tersisa.


Sedangkan istrinya, Anita sudah berkali-kali pingsan saking tidak percayanya.


Terutama saat pertama kali Surya yang memberitahunya sendiri.


"Mungkin ini teguran kali yah, karena ayah udah nelantarin cucu pertama ayah yang dulu, ibu bilang juga apa yah, mau laki-laki atau perempuan itu sama, tapi ayah yang bersikukuh," ujar Anita dengan nada marah.


"Diam kamu, kamu tidak perlu ikut campur dalam masalah ini!" bentak Adiguna yang tidak menerima nasehatnya.


"Terserah kamu yah, yang penting ibu sudah ingatkan!" balasnya dan bergegas pergi.


*****************


"Jadi kita mau kemana dulu?" tanya Kinar yang kini sudah duduk dibelakangnya.


"Gimana kalau pasar malam?"


"Pasar malam?"


"Iya, kata ayah lebih asik kalau kencan ke pasar malam,"


"Masa sih?"


"Gimana kalau kita coba dulu."


"Ayok, emangnya ini kamu lagi ngajakin aku kencan?" tanya Kinar sembari menahan tawa.


"Ya anggap aja begitu!" balas El tergelak sendiri, sembari mulai melajukan motornya.


.... ....


Dijalan raya mulai terdengar kebisingan dari suara knalpot kendaraan beroda dua menuju area pasar malam yang terletak dipinggir kota.


Hiruk pikuk keramaian di Area pasar malam mulai terdengar, begitupun suara musik yang berasal dari berbagai wahana bergema saling bersahut-sahutan.


"Berarti ini untuk kedua kalinya ya, kita kesini berdua?" ucap Kinar, saat El menghentikan motornya di parkiran pasar malam yang sudah hampir penuh itu.


"Kapan? "


"Ck, masa lupa, dulu itu yang pas Kita baru nikah, pas kamunya masih dingin-dinginnya juga sih" lanjut Kinar dengan nada menyindir.


"Iya gitu, kok aku lupa ya."


"Dih yang bener aja, baru juga 2bulan udah lupa sih!" protes Kinar.


"Bercanda sayang, iya aku inget kok, waktu itu kan kamu sempet kesandung batu, jatuh, terus nangis!"


"Terus di gendong sama suami yang ketus dan galak deh!" balas Kinar, yang membuat El terkekeh geli.


"Mau digendong lagi kaya kemarin?" tawarnya.


"Emang boleh?"

__ADS_1


"Boleh dong!" balas El, seraya menarik ujung hidungnya gemas.


Keduanya pun berjalan Beriringan, menyeruak disela-sela orang banyak, sesekali terkekeh geli saat tubuh keduanya tersenggol kekanan dan kekiri akibat padatnya pengunjung yang berdesak-desakan.


"Kamu nggak apa-apa kan yang?" ujar El yang kini sudah berhasil melewati jalanan padat di pintu masuk pasar malam tersebut.


"Nggak apa-apa kok, kamu sendiri nggak apa-apa?" tanya Kinar saat melihat El berulang kali meringis memegangi pinggangnya.


"Buset dah tuh Emak-emak jalannya udah kaya banteng maen seruduk-seruduk aja tahu nggak!" lanjut El, yang Lagi-lagi meringis mengusap-usap pinggangnya.


"Sakit?"


"Dikit sih linu-linu gitu, encok mungkin!" jawab El sekenanya.


sembari merangkul Kinar dan mulai berjalan melewati beberapa tenda para pedagang yang menjual barang dan makanan.


Seperti aneka jajanan dan makanan ringan, hidangan favorit lokal, buah-buahan, pakaian, sepatu, mainan, jam tangan, prabot rumah tangga, pernak-pernik, balon, dan ornamen dengan harga yang relatif murah, Keping DVD, yang sering dijual dipasar malam.


Kinar menarik pelan tangan El, menuju pedagang yang menjual camilan klasik, yang lebih sering di sebut gulali, atau permen kapas.


"Beliin dong!" ujar Kinar dengan nada manja yang terlihat sangat menggemaskan di mata El.


"Yakin mau beli itu?" tanya El yang diangguki antusias oleh Kinar.


"Sakit gigi nggak?" tanyanya yang membuat Kinar mencebik sekaligus mendesis kesal.


"Emangnya aku anak kecil, pake ditanyain sakit gigi segala?"


"Emang masih kaya anak kecil kok, lucu dan gemesin!" ujar El sembari menempelkan ujung hidungnya dengan ujung hidung Kinar.


"El ihs, ini di tempat umum!" ujar Kinar memelototinya.


"Iya tahu," balas El tergelak, dan mengambil satu bungkus permen kapas, lalu memberikannya pada Kinar usai membayarnya.


"Kebutuhan apa, perasaan dirumah udah ada semua deh!" balas Kinar sembari menatapnya penuh tanya.


"Euhmz baju misalkan, atau_" El menjeda ucapannya, kemudian menunjuk sesuatu yang di pajang rapi yang menyerupai sebuah gunung kembar dan benda berbentuk segitiga disamping Kinar.


Kinar pun mengikuti arah tatapan mata El dan detik kemudian ia membelalakan matanya, mencubit keras pinggang suami SMA nya itu.


"Ihs kamu itu, nyebelin banget sih, bisa-bisanya bahas begituan di tempat umum!"


"Lah emang salahnya dimana, aku kan cuma ngasih tahu kebutuhan kamu, siapa tahu kan mau beli yang baru!" balas El dengan raut wajah polosnya.


"El?"


"Iya iya!"


"Gimana kalau sekarang kita nyari makanan yang bikin kenyang yang, tadi kan dirumah belum sempet makan dulu."


"Makan apa?"


"Euhmz kalau makan bubur yang waktu itu kamu beli mau nggak?"


"Bubur apa?" balas Kinar dengan dahi terlipat.


"Yang waktu itu lho sayang, yang kamu akrab banget sama penjualnya."


Kinarpun terdiam, dan berpikir keras mengingat-ingat pedagang bubur yang El bilang.

__ADS_1


"Oh maksud kamu bubur sumsum?" tanya Kinar, setelah ia mengingat dengan jelas saat dimana ia pernah memakannya berdua dengan El tepat dua bulan yang lalu.


"Iya yang itu!"


"Yaudah kita kesana sekarang!" ujar Kinar dan bergegas menggandeng tangan El.


Setelah selesai memakan masing-masing satu porsi bubur sumsum, yang di beli dari mang Dadan, El pun mengajak Kinar untuk kembali berkeliling di Area Pasar malam.


"Eh itu kayaknya lagi ada band acoustic, lihat yuk yang!" ujar El sembari menarik tangan Kinar agar mengikutinya.


El menarik sebuah kursi yang tersisa, lalu menyuruh Kinar untuk duduk disana, sedangkan ia berdiri disampingnya, karena hanya tinggal satu kursi yang tersisa.


Setelah menyanyikan sebanyak dua lagu, vokalis band tersebut menawarkan para penonton untuk menyumbangkan suaranya diatas panggung, yang seketika membuat El tersenyum.


"Yang, tunggu disini bentar ya!" bisiknya.


"Mau kemana?" Kinar menahan pergelangan tangannya.


"Kesana!" tunjuk nya yang mengarah ke arah panggung.


"Ngapain?"


"Bentar doang sayang!"


El pun menaiki panggung pemilik band Acoustic dan mulai membisikan sesuatu pada sang vokalis.


"Baik Adek-adek, kakak-kakak, ibu-ibu dan bapak-bapak semuanya, selamat malam, perkenalkan ni si abang tampan ini mau menyumbang sebuah lagu katanya, yok mari sama-sama kita saksikan, ini dia, El-syahki Arsenio!"ucap sang vokalis dengan suara lantang.


"Hallo, selamat malam semuanya, disini saya ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk kalian semua, khususnya untuk pujaan hati saya yang sedang duduk diujung sana!" ujar El sembari menunjuk kearah Kinar yang memang duduk dibagian paling ujung sebelah kiri.


Sontak semuanya menoleh kearah Kinar, dengan tatapan ingin tahu, terutama para gadis muda yang sudah berteriak girang saat melihat El menaiki panggung saat pertama kali.



Musik pun mulai menggema, beriringan dengan suara El yang juga mulai menyanyikan bait demi bait lirik lagu yang dinyanyikan nya.


… I wanna hold you and say


We can't throw this all away


Tell me you won't go, you won't go


You have to hear me say


I can't stop lovin' you


And no matter what I say or do


But you know my heart is true, oh-oh


I can't stop loving you


Can't stop loving you_Ray Charles.


Dan di akhir lagunya, El menuruni panggung, menghampiri Kinar dengan tatapan penuh cintanya.


Meraih dan mencium tangannya dihadapan semua orang.


I can't stop loving you.. bisiknya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2