Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Ungkapan Kinar


__ADS_3

"El aku ke toilet bentar ya!" ucap Kinar meminta izin pada El yang sedang asik mengobrol dengan sahabatnya.


"Iya sayang, tahu kan tempatnya?"


Kinar mengangguk seraya tersenyum manis, membuat sepasang tangan seseorang yang berada dibawah meja terkepal sempurna.


**********


"Nar?" Kinar terpekik kaget saat seseorang menarik pergelangan tangannya, ketika ia hendak keluar dari toilet.


"Aku kangen sama kamu Nar?" Frans hendak memeluknya, namun Kinar sudah lebih dulu menahannya.


"Please Frans, jangan kaya gini!" Ucap Kinar dengan sorot mata memohon.


Frans menyeringai, "Kenapa? kamu lebih suka kalau si El sahabat ku tersayang itu yang Megang-megang kamu,?"


"Frans,?"


"Kenapa kamu setega ini sama aku Nar, apa kurangnya aku, kenapa kamu lebih memilih si El dari pada aku Nar, kamu tahu aku Bela-belain dari London kesini cuma mau ketemu sama kamu, aku kangen sama kamu sayang."


"Frans?"


"Sshhhtt!" Frans menempelkan telunjuknya di atas bibir Kinar.


"Aku kesini mau nagih janji kamu, kamu bilang setelah lulus SMA mau coba nerima aku jadi pacar kamu, iya kan, jangan bilang kalau kamu lupa Nar?"


"T-tapi sekarang aku udah punya El Frans."


"Tinggalin dia." jawabnya penuh penekanan.


"Nggak bisa gitu dong, kamu pikir semudah itu Frans, jangan bercanda kamu, lagi pula itu bukan janji Frans, aku cuma_"


"Cuma apa Nar, kamu cuma mau ngasih harapan palsu ke aku, pokoknya aku nggak mau tahu, tinggalin El sekarang juga, lalu kita pacaran, kalau perlu aku bakalan nikahin kamu sekarang juga Nar!"


Deg!


"Frans cukup Frans, hentikan kegilaan kamu itu, apa kamu lupa ibu kamu juga nggak setuju kamu deket-deket sama gadis miskin seperti aku, bukannya dia bilang hidup itu bukan soal tampang, tapi soal uang."


"Omong kosong! aku nggak peduli apapun, yang penting aku bisa hidup berdua sama kamu." Frans berusaha menggenggam tangan Kinar, meski Kinar sudah menepisnya berulang kali.


"Aku minta maaf Frans, aku nggak bisa ngikutin kemauan kamu, dan tolong jangan ganggu aku sama El."

__ADS_1


"Kenapa, kamu sayang sama dia, cinta?"


Ingin rasanya Kinar meneriakinya, dan berkata bahwa ia dan El sudah menikah, namun ia berusaha untuk tidak terpancing, Kinar harus tetap menyembunyikan setatus suaminya hingga ia lulus sekolah, karena khawatir jika Frans mengetahui statusnya ia akan melakukan sesuatu yang membuat El dikeluarkan dari sekolahnya.


Karena Frans yang Kinar kenal selama ini adalah, laki-laki yang tidak pernah mau menyerah sebelum mendapatkan yang diinginkannya.


"Iya Frans, aku sayang dan cinta sama dia."


"Nar, kamu_"


"Sayang?"


Deg!


"Lama banget sih ngapain, kamu sakit, muka kamu kok pucet gitu sih?" ucap El yang baru saja datang, dan melihat kegugupan di wajah istrinya, kemudian tatapannya beralih kearah Frans yang memalingkan wajah.


"Elo ada disini juga Frans, kok bisa kebetulan, elo nggak salah masuk kan, kalau toilet cowok itu ada disebelah kanan?" ucap El dengan nada penuh penekanan.


"Sorry, tadi gue cuma mau nyapa cewek lo, ok gue balik duluan ya!" balas Frans santai, lalu bergegas pergi.


Sementara itu El kembali menatap Kinar dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu mencengkram kuat pergelangan tangannya.


"Kita pulang sekarang!" ucap El datar.


"Ck Elah sok sibuk mulu sih lo, baru juga nongol udah mau pergi lagi!" celetuk Bian kesal.


"Yaudah deh kagak apa-apa, tahu lah lo itu kerjaannya banyak, thanks traktirannya, boleh ya gue nambah lagi" timpal Yoga yang kemudian terkekeh sendiri.


Sedangkan Frans acuh tak acuh, sembari memainkan ponselnya.


Saat perjalanan menuju rumahnya El sama sekali tidak berbicara apapun, bahkan wajahnya mendadak datar, tidak semanis ketika saat berangkat tadi, membuat Kinar memilih ikut diam, karena takut jika ia berbicara justru malah membuat El bertambah marah.


El menepikan mobilnya, lalu berjalan tergesa-gesa memasuki rumahnya, dan Kinar pun berusaha untuk mengejar langkah El, dan menggapai tubuhnya untuk ia peluk, dan Kinar berhasil memeluknya, ketika El membuka pintu kamarnya.


"Kamu marah El,?" Kinar semakin mengeratkan pelukannya, yang posisi tubuhnya berada dibelakang El.


Saat pintu sudah terbuka, El pun menyentak tubuh Kinar, hingga masuk kedalam kamar, lalu membanting pintunya dengan sangat keras.


"Ada yang mau kamu jelasin?" ucapnya dengan tatapan dingin, membuat Kinar gelagapan dan salah tingkah.


"K-kamu denger semua pembicaraan aku sama Frans El?" ucapnya lirih.

__ADS_1


"Menurut kamu?" El mendorong tubuh Kinar dan memepetkannya di dinding.


"Aku sama Frans nggak ada hubungan apa-apa El,?" ujar Kinar berusaha untuk menjelaskan, meskipun kini dirinya sedang ketakutan dengan tatapan tajam El.


"Aku sayang sama kamu El, aku cinta sama kamu, aku nggak mau sama Frans atau siapapun itu, aku cuma butuh kamu seorang El, aku mohon maafin ak_ hmmppp!"


Ucapan nya terhenti saat El mulai menempelkan bibirnya di Bibir Kinar, melu matnya dengan lembut dan penuh perasaan, hingga keduanya terlena, dan El pun mulai melepaskan pagutannya setelah ia merasa puas.


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu." ucapnya, sembari mengusap bibir Kinar yang terlihat membengkak akibat ulahnya.


"El?" tanya Kinar, untuk memastikan bahwa sikap El nya sudah kembali.


"Aku tahu sayang, dan aku pikir sewaktu Frans cerita dulu tentang gadis bernama Kinar yang menolaknya berulang kali itu bukan kamu, ternyata sekarang aku baru tahu kalau Kinar yang dia maksud itu kamu, Kinar yang sama, Kinar istriku!"


"Aku pengen denger sekali lagi, boleh?" lanjutnya dengan tatapan Lembut dan menghanyutkan.


"D-denger apa?"


"Bilang kalau kamu cinta sama aku."


"Sayang?"


"A-aku cinta sama kamu El!" ucapnya lirih.


"Apa, aku nggak denger!" El mencondongkan wajahnya kehadapan Kinar.


"I love you El-syahki Arsenio." ucap Kinar yang sontak membuat tubuhnya melayang di udara, karena El menggendongnya sambil berputar-putar.


"El berhenti aku pusing!" dan saat El menurunkan tubuhnya, Kinar pun segera berlari kekamar mandi.


"Hweekkk.. hweekk." Suara Kinar yang menandakan ia muntah pun membuat El mendadak dipenuhi perasaan khawatir.


"Sayang, kamu nggak apa-apa kan, aku minta maaf yang, aku nggak tahu kalau bakalan kaya gini, buka pintunya sayang!" El berusaha menggedor-gedor pintu kamar mandi dan berharap Kinar akan segera membukakannya.


5 menit kemudian, Kinar pun keluar dengan wajah pucat dan terlihat sangat lemas.


"Yang, aku minta maaf!" Ucapnya, sembari memapah tubuh Kinar hingga keatas kasur.


"Nggak apa-apa El, dari pagi emang kepalaku sedikit pusing."


"Pusing, kamu sakit? kita ke Dokter aja ya sayang!" ucapnya mulai panik.

__ADS_1


.


.


__ADS_2