
"Lah Nar, kok roknya nggak di pake sih?" sambar Mia ketika Kinar baru saja masuk kedalam Cafe.
"Engg.. itu, roknya basah dan kotor Mi, tadi aku jatuh." Kinar terpaksa berbohong.
"Kira-kira bu Sandra marah nggak ya, Mi?" lanjut Kinar gelisah.
"Yaudah nggak apa-apa, bilang aja kalau roknya emang kotor, nggak mungkin juga kan kamu pake rok kotor, buat nemuin bos kita."
"Semuda apa sih Mi orangnya?" tanya Kinar, karena selama 3 bulan Ia bekerja disana, Ia tak pernah bertemu dengan bosnya itu, berbeda dengan Mia yang sudah bertemu dengannya berkali-kali, karena dia bekerja disana setelah lulus SMP.
"Masih muda banget Nar, aku jamin kalau kamu ketemu dia bakalan langsung jatuh cinta."
"Masa sih?"
"Ihs, kamu nggak percayaan banget deh!"
Kinar terkekeh, "Aku kan belum lihat Mi!"
"Yaudah, kita tunggu kedatangannya, nanti siang ya?"
..
"Hallo bro, makin cakep aja sih lo El,?" seru Bian sahabat El, sembari menepuk pundaknya sedikit keras.
"Gimana si El kagak cakep Ian, emak bapaknya aja bening begitu, ya jelas netes keanaknya lah, iya nggak bro!" Yoga merangkul tubuh El riang.
"Entar siang ngebolang yuk, bosen gue dirumah mulu," lanjut Bian.
"Kalau entar siang gue kagak bisa bro, biasalah gue musti bantuin engkong gue."balas Yoga.
" Tahulah gue, sama anak rumahan kek lo itu."
"Gimana sama lo El, lo bisa temenin gue?"
"Sorry Bi, siang ini gue ada urusan, mau ngecek pembukuan." balas El, sembari membetulkan tasnya yang sedikit merosot.
"beeuuhh, bos muda gayanya."
"Ok deh nggak apa-apa, tapi besok-besok lo berdua musti ada waktu buat gue!" lanjut Bian.
"Ok." balas keduanya.
..
"Ssst.. ssst.. si Bos datang!" ujar Fahmi memberi tahu.
"Seriusan lo?" sambar Mia, pasalnya beberapa meja depan masih berantakan, karena beberapa pengunjung baru saja keluar, selama ini prinsif Mia adalah, apapun yang terjadi, bosnya harus melihat Cafe ketika dalam keadaan benar-benar rapi Dan bersih, meski sedang ada pengunjung sekalipun.
"Aduh gimana dong, di depan masih berantakan." Mia pusing sendiri.
__ADS_1
"Udah gue beresin kali!" sambar Arkan yang baru saja datang menghampiri nya.
Bos muda yang dimaksud Mia langsung memasuki ruangan sebelah untuk menemui bu Sandra, selaku manager Cafe yang sudah bertahun-tahun menjadi kepercayaan keluarga pemilik Cafe tersebut.
"Aduuhh Kinar, kamu dari mana aja sih?" Mia menghampiri nya dengan wajah sumringah.
"Lah, kan tadi kamu yang nyuruh aku buat beli ini di sebrang!" menunjukan 2 bungkus rujak buah kearah Mia.
Mia tergelak, "Ah iya, kok bisa lupa ya, padahal kan aku yang nyuruh tadi."
"Ck dasar, mak mikun!"
"Eh, ngomong-ngomong si bos udah datang tuh, kamu penasaran kan mau lihat dia!"
"Dimana?
" Dia lagi ke ruangan bu Sandra dulu, mau mengecek pembukuan 6 bulan ini."
Kinarpun mengangguk mengerti.
"Kamu lihat deh si Vika sama si Merry, sok kecentilan banget, masa ni yah, rok nya di potong lebih pendek lagi, menurut aku sih sekalian aja nggak usah pake apa-apa." Mia mendengus kesal, pada 2 gadis yang juga sama-sama bekerja di Cafe besar itu.
"Udahlah Mi, biarin aja, suka-suka mereka mau kaya gimana, yang penting kita nggak ikut-ikutan kan?" Kinar menasehati sahabatnya.
"Kinar, lo di panggil keruangan bu Sandra!" Ujar Fahmi menghampiri.
"Hah?"
Melihat Kinar yang hanya bergeming ditempatnya, Mia pun berinisiatif untuk mengantarnya hingga kedepan ruangan bu Sandra.
"Masuk gih!"
"Yaudah aku masuk ya Mi!"
Setelah mengetuk pintu sebanyak tiga kali, bu Sandra pun menyahut dari dalam, Dan menyuruhnya untuk segera masuk keruangannya.
"Permisi bu, ibu memanggil saya?"
"Iya Nar, kesini sebentar!"
Kinarpun mengangguk, dan berjalan pelan kearahnya, sesekali ia mencuri pandang pada punggung tegap yang sedang membelakanginya, duduk berhadapan dengan bu Sandra.
"Kenalin El, ini karyawan baru yang saya ceritakan tadi, Kinar namanya!"
Merasa tak asing dengan nama yang disebutkan bu Sandra tersebut, El pun sontak menoleh.
Deg!
2 pasang bola mata itu bertemu, saling mengunci melalui tatapannya hingga beberapa saat.
__ADS_1
Hingga suara bu Sandra yang kembali berbicara, membuyarkan lamunan keduanya.
"Kinar ini kerjanya rajin El, dan dia juga fans beratnya anak-anak muda sekolahan!" ujar bu Sandra.
"Yasudah Kinar, kamu boleh kembali ketempat kerja kamu."
"Baik, bu!" Kinarpun bergegas pergi, setelah berpamitan Dan mengangguk sopan pada keduanya.
..
"Gimana Nar, kamu udah ketemu kan, sama si bos, gimana menurut kamu, ganteng, apa ganteng banget!" Mia antusias.
Kinar menghela nafas, "Biasa aja tuh!" balasnya cuek.
"Hah, serius demi apa, kamu bilang si bos biasa aja?" ucap Mia histeris.
"Ihs, kamu tuh berlebihan banget tahu nggak sih Mi, udah ah aku mau kebelakang dulu, mau ketoilet." balasnya, dan berlalu kebelakang.
Sedangkan Mia, menggeleng-gelengkan kepala tak percaya, dengan reaksi sahabatnya barusan.
..
Kinar keluar dari toilet sembari merapikan kemejanya yang sedikit berantakan, namun saat ia hendak menutup pintu toilet, seseorang menariknya kebelakang.
"A_" Kinar terpekik kaget, saat mengetahui siapa yang telah menarik, dan membekap mulutnya.
"E-El?"
"Mulai besok lo, nggak gue ijinin pake baju model begini!" El menyentuh kemeja putih tipis, yang sedang dikenakan Kinar.
Kinar berdecak, sembari menatap El heran, "Sebaiknya pak El segera kembali ketempat bapak yang seharusnya, sebelum beredar gosip miring ditempat ini." ucap Kinar dan bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.
Sedangkan, El mematung, menatap punggung Kinar yang semakin menjauh dari pandangannya.
"Ck! bapak, dia pikir gue kelihatan seperti bapak-bapak apa?" gumamnya, dengan perasaan kesal.
El menyenderkan punggungnya didinding, ia merutuki sikap bodohnya kali ini, dengan nekatnya Ia menghampiri toilet perempuan, ketika melihat sang istri memasuki tempat itu.
Awalnya bukan soal kemeja yang ingin Ia bicarakan, namun soal Kinar yang ternyata bekerja di Cafe miliknya.
Meski Ia sudah 2 kali mengantar gadis itu saat bekerja, El tidak mengetahui kalau disinilah ia kini, Karena Kinar selalu minta diturunkan disamping warung sembako, yang terletak beberapa meter dari Cafe nya.
Namun, mendengar beberapa karyawan laki-laki yang memuji kemolekan tubuh istrinya, membuat El kesal dan tak terima, El sendiri pun bingung dengan sikapnya sendiri, padahal jelas-jelas Ia sama sekali tak peduli, dan tak menginginkan gadis itu.
..
"El, jangan lupa nanti malem ajakin Kinar jalan!" ucap Nada, ketika El baru saja sampai dirumah.
El berdecak, "Yaampun, iya bun, El nggak lupa kok!"
__ADS_1
.
.