Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Mangga muda


__ADS_3

"Kita ke Dokter aja ya sayang?" El masih berusaha membujuk Kinar agar mau ke Dokter.


"Nggak mau El, aku nggak apa-apa, aku nggak butuh Dokter, aku cuma butuh kamu buat nemenin aku disini." balas Kinar, sembari menepuk sebelah tempat tidurnya.


"Yaudah aku temenin ya, sayang!" El pun bergegas menaiki kasur, dan memeluk Kinar dari samping, dan perlakuan El tersebut, membuat Kinar merasa sangat nyaman sekaligus, merasakan kehangatan yang luar biasa.


"Kamu bobo aja ya, aku janji bakal temenin."


"Janji ya, jangan ke mana-mana."


"Iya sayang!"


Setelah memastikan Kinar terlelap, El pun meminta izin bi Rumi keluar rumah untuk membeli sesuatu yang terasa menempel diujung lidahnya sejak tadi.


El keluar dengan sedikit Terburu-buru karena khawatir istrinya akan bangun sebelum ia kembali berada dikamarnya, karena tadi ia sudah berjanji pada Kinar akan menemaninya tidur di sampingnya.


"Itu apaan Den?" ujar bi Rumi saat melihat El mengeluarkan beberapa bungkus mangga muda yang sudah di potong-potong didalam plastik mika, yang kemudian dipindahkannya kedalam piring.


"Mangga muda Bi!"


"Buat siapa atuh Den meni banyak begitu, eh atau jangan-jangan buat non Kinar ya, non Kinar ngidam?'' ujarnya bersorak girang.


"Eh bukan bi, ini buat saya!" balas El sembari menyimpan 3 bungkus mangga muda yang tersisa kedalam kulkas, membuat bi Rumi melongo tak percaya.


"Kalau Bibi mau ambil aja bi, saya musti balik ke kamar dulu nih, takutnya Kinar nyariin!" lanjut El yang langsung bergegas pergi.


Sedangkan bi Rumi geleng-geleng kepala melihat tingkah majikannya tersebut.


El membuka dan menutup kembali pintu kamarnya, lalu duduk disisi ranjang disamping Kinar yang masih terlelap.


"Gue baru tahu kalau ternyata mangga muda seenak ini, perasaan dulu asem deh, kok ini nggak ya?" gumamnya, setelah memasukkan satu potong mangga muda kedalam mulutnya, lalu terus melahapnya hingga tandas.


Setelah merasa kenyang, El pun mulai menguap beberapa kali, dan tanpa sadar ia pun ikut terlelap di samping istrinya.


************


"El sebenarnya kamu nyari apa sih, perasaan dari tadi muter-muter terus?" ucap Kinar ketika keduanya sore ini sedang berada di sebuah pasar swalayan.


Setelah bangun dari tidur siangnya tadi, El tiba-tiba meminta Kinar untuk menemaninya pergi ke pasar swalayan untuk mencari sesuatu yang sampai kini belum ia dapatkan.


"Yaudah kalau kamu cape, kamu tunggu aja disini ya sayang, bentar doang ya!"

__ADS_1


"Tapi El?"


"Bentar doang sayang!" ucapnya, lalu berlari kecil menuju rak yang berisi tumpukan cemilan.


Dari kejauhan Kinar hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan suaminya itu, dan untuk menghindari rasa jenuhnya Kinar pun ikut melihat-lihat barang di hadapannya, hingga suara seseorang yang sudah tidak familiar di Indra pendengarannya, kini menyapanya Lembut.


"Hei Kinar kan,? akhirnya ketemu lagi, beneran jodoh nih kayaknya!" ucap seseorang tersebut yang tak lain adalah Andra.


"E-eh kak Andra?" balas Kinar gugup, sembari celingukan mencari keberadaan El yang hilang dari pandangannya, dari awal ia tahu bahwa El sangat tidak menyukai sosok Andra, terlebih laki-laki itu pernah mengatakan secara terang-terangan pada El bahwa ia menyukai Kinar.


"Lagi belanja juga,?"


"S-saya_"


"Kamu kesini bareng siapa?" lanjut Andra.


"Bareng gue, kenapa lo Nanya-nanya?" ujar El ketus, yang tiba-tiba saja datang dari belakang Andra.


"Eh, kakaknya Kinar kan, sorry saya pikir dia pergi sendiri, tadinya saya mau nawarin dia pulang bareng saya."


"Nggak perlu, dan Ck, gue rasa nggak ada yang perlu di tutup-tutupin lagi deh, lo harus tahu ya, Kinar ini bukan adek gue, tapi dia istri gue!"


Deg!


"Ck, yakin lo nggak ngerti maksud gue,?"


"Kamu serius, kalau Kinar_" Andra menjeda ucapannya sambil melirik kearah Kinar.


"Lo nggak percaya, atau perlu bukti, Ok!"


El mengeluarkan ponselnya dari saku kemejanya, dan memperlihatkan foto saat ia dan Kinar sedang melakukan ijab qabul.


Mata Andra terbelalak lebar, lalu menggeleng keras.


"Sorry bro, gue nggak percaya dengan gambar, bisa aja kan itu editan." ujar Andra menyeringai.


"Lo_"


"Sorry candaan lo nggak lucu, gue pastiin suatu hari Kinar bakal jadi milik gue!" ujar Andra, Seraya menepuk punggungnya pelan, lalu bergegas pergi setelah sempat tersenyum tipis kearah Kinar.


"Kamu nggak apa-apa kan sayang?" ujar El yang melihat Kinar mematung di tempatnya.

__ADS_1


"N-nggak apa-apa El, oh iya kamu udah nemu yang kamu cari?"


"Mendadak jadi nggak pengen lagi!" balasnya dengan wajah masam.


"Pulang aja yuk!" lanjutnya, lalu menggenggam tangan Kinar keluar.


Dan wajah El bertambah masam saat melihat seorang gadis yang selalu membuatnya badmood sedang berjalan menghampirinya.


"El?" rengeknya, yang terdengar sangat menyebalkan di indra pendengaran El.


"Ck lo nggak lihat gue lagi jalan sama cewek gue, dan jelas-jelas udah gue peringatin berkali-kali, lo stop gangguin hidup gue, lo ngerti nggak sih sebenernya sama yang gue omongin,"


"Itu nggak adil buat gue El, padahal lo tahu pasti selama ini cuma gue yang selalu ada buat elo, sedangkan dia_" Jihan menunjuk Kinar dengan sorot mata penuh kebencian.


"Dia itu tiba-tiba dateng, terus ngerebut lo dari gue gitu aja, ini bener-bener nggak adil El, gue nggak Terima." Jihan hendak menampar Kinar, namun El sudah lebih dulu menghentikan nya.


"Dasar cewek gila, gue heran deh ternyata di muka bumi ini ada ya, cewek model kek lo ini, dilembutin kagak mempan, di kasarin makin menjadi, lo maunya gimana sih?" El menuding wajah Jihan menggunakan telunjuknya, dengan emosi yang meluap-luap.


"Harusnya lo tahu mau gue gimana El, gue mau elo, gue sayang sama elo!" Jihan menangis histeris.


"Percuma keknya ngomong sama elo, yang udah terlanjur nggak waras!" ucap El, menarik tangan Kinar menuju parkiran, ia khawatir jika ia Terus-terusan meladeni gadis tersebut, malah akan mempermalukan dirinya sendiri, terlebih sejak tadi sudah ada beberapa pasang mata yang terus memperhatikan nya.


"El tunggu El!" Kinar berusaha menahan tangan El yang terus menariknya.


"Kenapa sayang?"


"Bisa nggak sih kamu nggak Kasar-kasar sama cewek?" pintanya.


El menggerenyit bingung, "emang aku pernah kasarin kamu yang?"


"Ihs bukan aku, tapi Jihan El,"


"Ck, dia itu nggak pantes di sebut cewek, pantesnya disebut titisan dewi ular persis yang di bilang si Yoga sama si Bian."


"El?"


"Kenapa sih sayang, kamu mau belain dia?"


"El kamu tahu kan, dia itu adik sepupu aku, saudara aku, berarti saudara kamu juga dong!"


"Ck, aku nggak sudi punya sodara kek dia!"

__ADS_1


.


.


__ADS_2