Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Hari kelulusan


__ADS_3

Jihan menatap foto hasil Usg janin didalam Kandungan nya dengan penuh haru, sementara jemari Lentiknya mengelus perut yang masih terlihat rata itu dengan gerakan pelan.


Beberapa menit yang lalu ia baru saja memeriksa kandungannya untuk yang kedua kalinya, dan tentunya di temani Andra, suami sekaligus ayah dari janin yang sedang di kandungnya.


"Apa yang kamu rasain, pusing,mual, atau mengingingkan sesuatu, katakan!" ujar Andra lembut.


Di usia Pernikahan nya yang memasuki bulan kedua ini, tak sekalipun Andra tak memberi perhatian untuk Jihan, meski kini Andra belum Memiliki perasaan apapun untuknya, karena hatinya masih di penuhi seluruhnya oleh Kinar, namun dalam hati Andra sudah Berjanji, bahwa apapun yang terjadi ia akan selalu mempertahankan Jihan sebagai istrinya.


Dan berharap suatu saat, cintanya berlabuh pada Jihan sepenuhnya.


"Nggak kok mas, cuma ngantuk aja," balas Jihan.


"Yaudah sekarang kamu istirahat, hari ini aku pulang agak malem kayaknya, jadi nggak perlu ditungguin ya!" imbuh Andra seraya mengusap pelan kepalanya. sementara Jihan, Mengangguk Kecil, dan tersenyum samar.


"Hati-hati mas!"


"Iya."


Andra memutar tubuhnya berjalan menuju pintu kamar, membuka dan menutup kembali pintunya dengan perlahan.


menghela nafas penuh kelegaan dengan sikap Jihan yang akhir-akhir ini semakin lembut dan mudah di atur.


***********


Setelah selesai mengancingkan seluruh kancing baju yang sedang El gunakan saat ini, lantas Kinar merapikannya sisi baju itu dengan gerakan pelan, tersenyum manis, lalu berjinjit untuk mencium sebelah pipi suaminya sekilas.


"Nanti aku pasti bakalan kangen deh, lihat abang pakai Seragam sekolah kaya gini."


"Kangen nggak apa-apa, yang penting jangan suruh aku bertahan terus jadi anak Putih abu yang, apa kata orang entar udah gendong anak masih sekolah." balas El seraya terkekeh.


"Iya juga sih, yaudah gih berangkat, nanti abang ketinggalan acara lagi."


"Ck nggak akan ketinggalan lah, mereka sendiri yang akan rugi kalau nggak nungguin aku hadir!"


"Ck, yang mau jadi pengisi acara sombong banget sih."


"Iya dong harus!" Lagi-lagi El terkekeh, meraih tubuh Kinar kedalam pelukannya, lalu menge cup kepalanya berulang kali.


"Aku berangkat ya sayang!"


"Iya hati-hati."


Pukul 6:12 pagi ini El berangkat menggunakan kuda besi kesayangannya, sedikit mengencangkan laju kendaraan, khawatir jika ia sampai terlambat disekolahnya.


Hari ini merupakan hari kelulusannya, dan ia adalah orang pertama yang akan mengisi acara tersebut, menyumbangkan sebuah lagu dengan tema perpisahan.


Sesampainya disekolah, tampak semua sahabat serta teman seangkatannya hari ini sudah hadir disana, Begitupun dengan Ziko, selaku MC di acara itu, tampak sudah berdiri diatas panggung, dengan sebelah tangannya yang sedang memegangi mic, menyampaikan sepatah dua patah kata sambutan.

__ADS_1


Dan sesuai rencana, acara pertama adalahbisik-bisik bersama yang di pimpin oleh El, diatas panggung, yang kemudian diikuti oleh teman-teman satu kelasnya, juga seluruh adik kelasnya yang hadir disana.


"whuuuu, kak El udah ganteng, suaranya keren lagi ck!"


"Suatu hari gue bakalan kangen sama kakak kelas gue yang satu ini nih."


"Gantengngya bikin susah move on!"


"Mau dong jadi pacarnya kak El, rela deh jadi yang ke 12 juga."


Suara tepuk tangan serta bisik-bisik dari adik kelas perempuan El membuat suasana semakin riuh.


It's been a long day without you, my friend


And I'll tell you all about it when I see you again


We've come a long way from where we began


Oh, I'll tell you all about it when I see you again


When I see you again


Wiz khalifa_see you again.


Usai acara bernyanyi bersama, serta peluk perpisahan, El dan kedua sahabatnya Bian dan Yoga, melakukan foto bersama sebagai kenangan.


"Buat gue sih yang gue pikirin saat ini bukan soal kuliah deh!" sahut Yoga.


"Terus?" seru El dan Bian bersamaan.


"Anjirr kompak banget lo berdua."


"Gue tuh sekarang lagi mikirin, baju apa yang pantes gue pake pas acara resepsinya si El."


"Ck, gue kira apaan,?" El mendengus, sembari meninju pelan bahu sahabatnya yang satu itu.


"Asli El gue kagak punya baju."


"Gue sumpahin burikan lo, bohong banget jadi orang, segala ngomong kagak punya baju, lah terus tiap hari lo gimana, telan jang?" Bian mentoyor gemas kepala Yoga.


"Maksud gue bukan yang itu, elah!"


"Lah terus yang mana, apa maksud elo kagak punya dress, atau samacem daster, atau gamis gitu, mau gue pinjemin punya emak gue daster bunga-bunga, sekalian sama ciput rajutnya, biar mirip mak ijah."


"Anjirr siapa lagi tuh mak Ijah?"


"Tetangga gue kang gorengan."

__ADS_1


"Ck, lo pikir gue cowok jadi-jadian pake daster segala, udah hidup gue jomblo, penampilan acakadut, lah tambah jauh dong jodoh gue."


"Nasib bro nasib," Bian mengusap-usap kepala Bian yang sedang jongkok mengikat tali sepatunya, seperti mengusap-usap kepala anak kecil.


"Anjirr, Sembarangan lo nguyel-nguyel rambut gue,"


"Ck, timbang megang gitu doang!"


"Bukan masalah ketimbangnya, tapi masalah tangan elo tuh."


"Ngapa tangan gue!"


"Bau ikan asin."


"Ck!"


"Eh ngomong-ngomong, itu si Jihan gue denger-denger, katanya tuh bocah mau married juga bro, beneran kagak sih?" tanya Bian pada kedua sahabatnya.


"Masa sih, bukannya si Jihan tuh cinta mati ya El sama elo, terus ngapa tiba-tiba dia mau kawin gini, apa dia udah tahu kalau sebenernya elo udah married, terus dia sakit hati dan mau buktiin ke elo, kalau dia juga laku, atau dia emang tekdung duluan_"


"Anjirr, mulut gue main di tabok-tabok aja!" protes Yoga saat telapak tangan Bian melayang kearah mulutnya.


"Lagian lo ngomong sembarangan amat, kalau dia denger lo ngomong kek gitu, bisa-bisa lo disuntik racun entar."


"Anjirr sadis lo! lo pikir gue tikus pencuri padi, pake acara disuntik racun segala!"


"Ya makanya lo diem, lo tahu sendiri si dewi ular itu kakeknya kan horang kaya."


"Iya deh iya, ngomong-ngomong elo tahu kagak El tuh bocah mau married sama siapa?" tanya Yoga penasaran


"Sama cowoklah!" Sahut Bian.


"Kagak nanya elo."


"Gue kan cuma bantu jawab!"


"Ck"


"Dia married sama kakak tirinya Kinar!" sahut El malas.


Sedang kan kedua sahabatnya hanya mengangguk-anggukan kepala.


"Eh, lo bilang apa tadi El, kakak tirinya Kinar? ini sih fix dewi ular mau balas dendam sama elo El!" ujar Yoga, yang kembali mendapat hadiah toyoran dikepalanya dari Bian.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2