Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Testpack


__ADS_3

"Katanya mau pulang, malah muter-muter nggak jelas coba!" ucap Kinar membrengut kesal, saat El terus melajukan motornya ketempat yang sama balik lagi, kesana lagi, dan seterusnya seperti itu.


"Yaudah kerumah bunda aja ya!"


"Dari tadi kek!"


"Iya sayang maaf!"


Sesampainya dirumah orang tuanya, El dan Kinar pun segera masuk kedalam rumah, setelah mengetuk dan mengucapkan salam beberapa kali yang tak ada jawaban dari dalam sana.


"Sepi banget sih!" gumam El.


"Eh kamu kesini?" tanya Nada, yang baru saja turun dari tangga dengan wajah freshnya.


"Bareng Kinar bun!"


"Eh iya gitu, sekarang mana Kinarnya?"


"Tuh lagi duduk disana!" menunjuk kearah Kinar yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Pada kemana si bun sepi banget, sikembar rusuh sama Cantika kemana?"


"Mereka nginep dirumah Oma dari kemarin, makanya bunda kesepian ini, oh iya bukannya kamu sama Kinar lagi liburan ya, kok udah dirumah lagi, apa nggak jadi?"


"Kemarin sih udah berangkat, eh baru semalam disana, di telponin mulu sama si Bian!"


''Bian temen kamu itu?"


"Hmm, siapa lagi."


"Mau ngapain?"


"Biasalah ada temen lama pengen ketemu."


"Kan bisa lain kali El?"


"Masalahnya dia dari luar negeri bun, dan besok udah mau berangkat lagi."


"Tapi akhirnya kalian nggak jadi liburan kan, kasihan lho Kinar El!"


"Kinar nggak apa-apa kok bun, ini mau ngobrol terus bun, anaknya nggak dikasih apa gitu, makanan minuman, laper nih bun!" ucap El yang terdengar seperti rengekan, membuat Nada terkekeh geli.


"Udah punya istri juga kadang masih manja kamu ya!" ujar Nada, di sela kekehannya.


"Kangen deh sama puding buah bikinan Bunda."


"Udah bunda bikinin, tadinya sih mau dibawa kerumah Oma siang ini, tapi kalau kamu mau yaudah!" ujar Nada sembari berjalan kearah dapur, dan mengambil pudingnya dari dalam kulkas.


"Wah seger banget tuh kayaknya bun!" El memperhatikan Nada yang sedang memotong-motong puding tersebut, dengan air liur yang hampir menetes.


"Udah selesai kan bun, El bawa kedepan ya!" ucapnya, yang segera mengambil alih nampan tersebut dari tangan bundanya.


"Dasar anak itu!" Nada berdecak, memperhatikan punggung putranya yang kemudian menghilang dibalik pintu yang menuju kearah ruang tengah.

__ADS_1


"Kamu bawa apa sih El?" ujar Kinar yang melihat suaminya datang dari belakang dan meletakkan nampan yang berisi puding tersebut diatas meja.


"Puding yang, mau?" tawarnya.


"Nggak deh, aku lagi nggak pengen apa-apa."


"Beneran?"


"Hmm!" balasnya, Seraya menumpuk 3 bantal sofa untuk ia rebahan.


"Habis?" tanya Nada tak percaya, saat beberapa menit kemudian El kembali dengan membawa nampan kosong yang diletakkan nya diatas bak Kitchen sink.


"Hmm!" El hanya bergumam sebagai jawaban.


"Tapi aku sendiri yang ngabisin!" ucapnya kemudian, sembari menenggak botol berisi air mineral yang diambilnya dari dalam kulkas.


Nada yang hendak menuangkan semur ayam kedalam mangkok pun sontak menoleh kearah putranya.


"Kamu serius itu puding segede gaban kamu abisin sendiri dalam waktu sesingkat itu?"


"Iya bun, dan sekarang aku laper, mau makan ya bun!" tanpa menunggu jawaban dari bundanya, dengan tak tahu malunya ia bergegas menarik salah satu kursi yang berada disamping meja makan, mengambil 2 centong nasi serta lauk pauknya.


Nada yang melihat El memakan nasinya dengan lahap dan sedikit tak sabaran pun, bergidik ngeri, khawatir jika putranya itu, tengah kerasukan.


Selesai makan dalam waktu singkat, El pun menyimpan piring bekas makannya kedalam bak kitchen sink, kembali membuka kulkas, lalu menghabiskan setengah botol air mineral tadi.


"Nggak panas kok!" gumam Nada setelah menyentuh dahi putranya itu.


"Apa sih bun, emangnya siapa yang sakit coba?" protes El.


"Ck, bunda suka mimpi disiang bolong deh!" balasnya, seraya berjalan kearah dimana istrinya berada.


"Eh bunda!" Kinar yang hendak memejamkan mata pun sontak terbangun, lalu menyalami ibu mertuanya tersebut.


"Kok nggak ikut makan sih, tuh suamimu aja udah abis sepiring penuh, sama 4 potong paha ayam." ujar Nada sembari melirik El yang sudah mulai mengunyah satu kantong besar cemilan dari dalam kulkas.


"Eh padahal tadi perasaan sebelum aku rebahan dia lagi makan puding deh bun."


"Jadi Kinar nggak tahu kalau pudingnya habis sendiri sama si El?" tanya Nada tak percaya.


"Eh, abis gitu bun, soalnya Kinar nggak lihat lagi tadi langsung rebahan, karena kepalanya sedikit pusing." balasnya.


"Tuh lihat dia, tampangnya malah kaya orang yang udah berhari-hari nggak makan coba! bunda yakin sih ini, kayaknya si El kemasukan jin rakus deh!" bisiknya.


"El masih denger bun!" sahutnya, tanpa menoleh, dengan satu tangannya sibuk mengutak-atik ponselnya, sedangkan tangan yang satunya sibuk menyuapkan cemilan kedalam mulutnya.


*************


"Ayah kemana bun, adek-adek juga, sepi banget!" tanya Kinar yang kini mengikuti Nada untuk mengambil minuman didalam kulkas.


"Lagi dirumah Oma, nginep dari kemarin, makanya bunda kesepian dirumah, ayah kerja terus, biasalah diamah gila kerja, oh iya Kinar udah ada tanda-tanda isi belum?!"


"Eh?"

__ADS_1


"Udah telat datang bulan belum?"


Deg!


Ucapan Nada membuat Kinar sontak mengingat-ingat kapan terakhir ia kedatangan tamu bulanannya.


"Eumz u-udah sih bun," balas Kinar mendadak gugup, sedangkan raut wajah Nada berubah berbinar senang.


"Jangan-jangan, cucu bunda udah hadir didalam sini!" ucapnya yang repleks menyentuh perut rata Kinar.


"Bun?"


"Buat mastiin, gimana kalau Kinar coba cek pake tespack dulu!"


"Tapi Kinar takut bun."


"Lho, takut kenapa?"


"Takut kalau hasilnya nggak sesuai harapan." balas Kinar dengan suara bergetar.


"Nggak apa-apa sayang, kalaupun hasilnya negatif, kamu dan El masih banyak waktu untuk berusaha kok."


"I-iya bund!"


"Tapi jangan bilang-bilang dulu ya sama El!"


"Ok sayang, siap!"


Tidak terasa haripun semakin sore, El dan Kinar akhirnya memutuskan untuk pulang, setelah berpamitan pada bundanya.


"El berhenti sebentar ya, di Apotek depan!" meski tidak tahu apa yang akan Kinar beli, El pun menurut, menghentikan motornya tepat di depan Apotek yang jaraknya tidak jauh dari rumah bundanya.


Tak lama setelah mendapat yang ia cari, Kinarpun kembali, menghampiri El.


"Beli apa sih yang?"


"Umz, beli Vitamin, sama obat pusing."


"Emang masih pusing yang?" Tanyanya khawatir.


"Nggak kok, dikit!"


"Yaudah, nyampe rumah langsung istirahat ya!"


"Hmm!"


Saat sampai di rumah, Kinar bergegas memasuki kamarnya, dan berlari kecil memasuki kamar mandi.


Dengan tangan gemetar ia mulai membuka keresek yang berisi tespack tersebut, lalu mulai mengikuti cara menggunakannya.


5 menit ia menunggu, kini perasaan nya kembali gugup, bahkan kedua tangannya kembali bergetar hebat, pun dengan kedua matanya yang kini terbelalak lebar.


.

__ADS_1


.


__ADS_2