Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Pergi ke pesta part 1


__ADS_3

"Kok lewat sini?" protes Kinar, saat menyadari bahwa itu bukanlah jalan pulang menuju rumah orang tua El.


"Mampir sebentar!"


"Kemana?"


"Nanti lo juga tahu."


Tak lama El pun menghentikan motornya didepan rumah mewah bergaya klasik, yang terdiri dari 2 lantai, rumah itu tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil, namun terlihat begitu nyaman dan menenangkan, bagi siapapun yang melihatnya.


"Ini rumah siapa?" tanya Kinar, sembari mengekor dibelakang El yang berjalan terlebih dahulu.


"Rumah kita!" balas El tanpa menoleh kearah Kinar, karena tangannya sibuk membuka kunci rumah tersebut.


"R-rumah kita?"


"Iya, ayo masuk!" ucap El saat pintu sudah terbuka.


"Bersih banget rumahnya, wangi! siapa yang beresin?" tanya Kinar pada El yang berdiri menghadap pintu kaca yang menembus pemandangan taman dibelakang rumahnya.


"Ada Art yang beresin, tapi cuma siang aja, gimana lo suka rumahnya?"


"Suka banget!"


"Berarti lo udah siap, kalau minggu depan gue ajak pindah kesini?"


"Hah?!" repleks Kinarpun menoleh kearah El.


"Lo tahu kan Nar, tugas seorang suami itu, memberi kan tempat ternyaman, serta memegang tanggung jawab yang penuh atas istrinya, jadi gue rasa, gue mau belajar dari sekarang."


Kinar terdiam, rasanya ia ingin sekali mengacak-acak isi kepala suami SMA nya itu, untuk memastikan bahwa ia tidak salah dengar, dengan ucapan El yang terdengar bijak, layaknya seorang laki-laki dewasa yang sudah berumur.


"El?" panggil Kinar dengan suara lirih.


"Hmm!"


"K-kamu serius sama ucapan kamu El?"


"Yang mana?"


"Yang tadi."


"Tahu, gue lupa!"


"El..!" ucap Kinar dengan nada merajuk, membuat El tergelak.


"Seriuslah, lo pikir gue bercanda!"


"El?"


"Apa lagi?"


"K-kamu serius sama pernikahan ini, m-maksud saya kamu nggak ada niatan buat pisah nantinya, bukannya kamu merasa terpaksa banget menikahi saya." ucap Kinar, yang membuat El tertawa sinis.


El melangkah mendekati Kinar, hingga hanya menyisakan jarak beberapa centi saja, kedua tangannya terangkat untuk memegangi kedua bahunya, lalu menatap kedua mata Kinar dalam.


"Lo pikir gue nikahin lo cuma main-main!"


"Awalnya gue emang terpaksa, tapi lo salah besar jika mengira kalau gue bakalan ngelepasin lo gitu aja, nggak akan Nar, selamanya lo akan selalu jadi istri gue, sekalipun lo mohon-mohon minta cerai pun gue nggak peduli!"


"Sebentar lagi kita akan pindah kesini, memulai hidup baru kita berdua, dan mulai detik ini,gue nggak mau tahu lo harus belajar mencintai gue, paham?"

__ADS_1


Kinar mencebik, mana ada suruh belajar mencintai dengan cara memaksa, batinnya menggerutu.


"Saya juga punya satu permintaan?" ucap Kinar, sembari menepis tangan El yang masih bertumpu di kedua bahunya.


"Siapa yang ngizinin lo buat ngajuin permintaan."


"Saya sendiri lah, emang musti minta izin siapa?"


"Gue!"


"Curang, nggak ada! pokoknya kamu juga harus memenuhi permintaan saya yang satu ini."


"Yaudah buruan, apaan?"


"Kamu jangan galak-galak!"


"Emang selama ini gue galak?"


"Ihs, nggak ngerasa ya ternyata!" balas Kinar dengan nada mencibir.


"Ok, itu aja?"


"Kalau kamu galak-galak terus, mana bisa bikin saya jatuh cinta sama kamu, sayang sama kamu, dan saya pastikan semua Perempuan didunia ini bakalan berpikir hal yang sama dengan saya." ucap Kinar, yang membuat El terdiam.


"Kalau gitu, bantu gue supaya jadi cowok yang lebih baik lagi." ucapnya dengan raut wajah serius.


..


"Baru juga datang udah mau berangkat lagi aja, mau kemana sih El?" tegur Nada, yang sedang mengobrol diruang tengah, bersama Ando dan juga Cantika, yang Berceloteh ria menceritakan kegiatannya selama di sekolah.


"Mau ngehadirin acara ulang tahun temen bund!" balasnya, sembari berjalan lurus menuju pintu utama.


Dengan malas, El pun memutar kembali tubuhnya, "Apa lagi sih bun?"


"Kamu itu sekarang udah punya istri El, bukan lagi anak bujangan yang kemana-mana selalu sendiri, dan pulang pergi seenaknya,"


"Ayo balik lagi kekamar, ajak istri kamu, lagian bunda heran deh, masa hal-hal kecil aja musti bunda Kasih tahu terus." cerocos Nada.


"Tapi bun?"


"El?" Nada meninggikan suaranya satu oktaf.


"Iya iya!" El pun bergegas kembali kekamarnya.


"Elo disuruh ik_"


El menjeda ucapannya, saat matanya tak sengaja menangkap sosok Kinar, menggunakan handuk, yang hanya menutupi bagian tengah tubuhnya, sedang mencari-cari pakaian gantinya didalam lemari.


"Aaaa.. " jerit Kinar, saat membalikan badan, dan mendapati El tengah terbengong didepan pintu kamarnya.


"E-el k-kamu ngapain disini?" ujar Kinar dengan wajah merona, sembari menyilangkan kedua tangan menutupi dadanya.


"Terserah gue dong, ini kan kamar gue juga!"


"Tapi kan_"


"Bawel banget sih lo, buruan ganti baju, bunda nyuruh lo ikut gue keacara ulang tahun temen gue,"


"T-tapi El?"


"Buruan, dan inget jangan pake baju terbuka, gue tunggu, nggak pake lama."

__ADS_1


Kinar berdecak, katanya mau jadi suami yang lebih baik, baik apaan coba, masih galak dan semaunya sendiri gitu, gerutu Kinar dalam hati.


Setelah selesai memakai pakaian, serta memoles kan make up tipis diwajahnya, Kinar pun segera menghampiri El, yang menunggunya didepan pintu kamarnya.


"Udah selesai?" tanya El sembari meneliti pakaian Kinar, dan mengangguk kecil ketika dirasa pakaian Kinar sesuai dengan yang diinginkannya.


"Mau kemana sih sebenernya?"


"Ke pesta ulang tahun temen!"


"El?"


"Kenapa lagi?"


"Saya malu." ujar Kinar dengan wajah menunduk.


"Malu?" ulang El dengan kening berkerut.


"Saya nggak biasa pergi ke pesta."


"Udah, lo nggak usah malu, ada gue!" El pun menarik Kinar agar mengikutinya, karena jika ia terus berdebat, yang ada ia akan semakin telat menuju ke pestanya.


"Nah gitu dong, kalau pergi-pergian tuh istrinya dibawa," ujar bundanya dengan nada menyindir, sedangkan Ando yang berada disampingnya hanya terkekeh geli.


"Iya bun, El sama Kinar pamit, keburu telat nih!" sahut El dengan satu tangan yang masih menarik tangan Kinar.


..


"Disini Tempatnya?" ujar Kinar, ketika El menghentikan motornya di depan sebuah rumah mewah berlantai 2, yang bagian depannya di penuhi balon serta bunga-bunga, dan juga lampu Tumblr yang mengeluarkan cahaya kelap-kelip, memberikan kesan indahnya malam hari.


"Pestanya di dalem, bentar gue nelpon si kunyuk dulu, biar jemput kita kesini!" sahut El, yang sudah mengeluarkan benda pipih dari dalam saku kemeja denim nya.


"Lo dimana, gue didepan cepetan kesini, gue tunggu!" lalu El pun memutuskan sambungan telponnya begitu saja.


Tidak lama 2 orang anak laki-laki seusia El datang menghampiri keduanya.


"Gue kira lo kagak bakalan datang anjir, makanya gue sama si Yoga langsung masuk kedalem aja tadi."


"Ngomong-ngomong tumben lo bawa cewek?"


"Eh tapi, Tunggu-tunggu, lo bukannya Kinar ya, cewek yang kerja di ArsenioCafe nggak sih?" lanjut Bian, sembari menoleh kesamping El, dimana Kinar sedang berdiri disana, sembari memegangi ujung kemeja milik El.


"Wah gila! pangling gue, kalau dandan ternyata cantiknya lebih, beuuhhh pokoknya, kagak bisa di ungkapin pake kata-kata." timpal Yoga, sembari mengulurkan tangannya kehadapan Kinar.


"Kenalin Gue Yoga, sahabat baek nya bos lo!"


"K-kinar." balas Kinar ragu-ragu.


"Bian, gue Bian, sahabat si El juga!" mendorong tangan Yoga, yang masih menjabat tangan Kinar.


"K-kinar."


Sedangkan El, kini wajahnya sudah berubah masam, merasa tak rela istrinya disentuh orang lain, meskipun itu adalah sahabatnya sendiri.


"Kok bisa bawa Kinar kesini?" sambung Bian penasaran.


"Iya kok bisa sih El?" timpal Yoga, yang juga sama penasaran nya seperti Bian.


"Bacot ah lo berdua, gue ingetin malam ini jangan ada yang gangguin dia, karena malem ini dia pasangan gue!" ujar El sarkas.


.

__ADS_1


__ADS_2