Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Pindah kerumah baru


__ADS_3

"Bunda bilang, minggu besok lo mau pindah, beneran bang?" ucap Satya yang kini sedang duduk disisi ranjang milik El.


"Kenapa harus pindah sih bang, emangnya kalau disini kenapa sih?" timpal Satria yang bersender di daun pintu.


"Lo takut keganggu sama kita, iya?" lanjut Satria, saat sang abang tidak merespon ucapannya dan lebih memilih merapikan barang-barang yang akan dibawa kerumah barunya besok.


"Iya bang, entar gue kangen godain lo bang!" Satya beranjak dari duduknya lalu bergegas memeluk Satria.


"Anjirr, geli gue di peluk-peluk elo!" Satria mendorong tubuh Satya hingga terhuyung kebelakang.


"Anjir tega bats lo, bokong gue hampir aja!" decak Satya kesal.


Sedangkan El yang telah menyelesaikan pekerjaannya, terkekeh geli melihat aksi konyol kedua adik kembarnya itu, mungkin besok-besok moment seperti ini akan sangat dia rindukan, ketika tak lagi tinggal bersama mereka.


"Kalau lo kangen sama gue, lo berdua bisa mampir kapan-kapan kerumah." ujar El menepuk bahu kedua adiknya itu.


"Pasti bang, jan lupa siapin makanan yang banyak ya!" ujar Satya sembari menyengir kuda.


"Otak lo, emang isinya makanan mulu keknya." Satria memukul pelan kepala saudaranya itu.


"Dari pada elo, isinya cewek mulu parah lo!"


"Iri bilang bos!" bisik Satria.


"Lo berdua ribut mulu sih, cocok keknya kalau gue panggil lo berdua dengan sebutan duo curut." Ucap El kesal.


"Kagak ada yang bagusan dikit bang, duo pangeran misalkan!" protes Satya.


"Pake nawar lagi!"


"Udah pada keluar gih, gue Mau istirahat dulu, pusing gue lihat lo berdua!" ucap El sembari menyeret kedua adiknya agar keluar dari kamarnya.


Bahkan Ia tak mempedulikan adiknya, yang terus-terusan protes dan meneriakinya dari depan pintu kamarnya.


...................


"Tugas Satria sama Satya bantuin abang kalian bakar ikannya, ayah yang siapin tempat makannya, Kinar bantuin bunda bikin sambal ya!" ujar Nada, memberi intruksi untuk acara makan bersama malam ini, dengan tema perpisahan untuk El dan Kinar yang akan pindah ke rumah barunya besok pagi.


"Yah, masa aku disuruh bakar ikan sih bun, entar jadinya ganteng-ganteng bau ikan dong!" protes Satria.


"Ck, yaudah nggak usah, tapi jangan ikut makan ya!" ancam Nada.


"Yah bun, yaudah deh iya!" dengan terpaksa Satria pun mulai berjalan menghampiri El dan Satya yang sudah berada ditaman samping rumah untuk memulai melaksanakan tugasnya.

__ADS_1


"Kipasin yang bener Sat, jangan lupa ikannya di bolak-balik, gue mau ngambil ayam dulu ke dapur!" ujar El sembari mencontohkan cara membakar ikan yang benar pada kedua adiknya.


"Gampang, timbang gini doang mah!" jawab Satria santai.


"Yaudah gue tinggal dulu, awas lo ya, gosong!"


"Iya iya!"


El melangkah memasuki dapur, disana tampak hanya ada Kinar yang baru saja selesai membuat sambal, dan kini sedang mengupas dan memotongi timun.


"Bunda kemana?!"


"Bunda lagi ngangkat telpon dulu, kamu lagi nyari apa?"


"Mau ngambil ayam, lo tahu nggak?"


"Yang ini." Kinar mengambil baskom berisi dua ekor ayam yang sudah diberi bumbu, dan siap untuk dibakar.


"Ok, thanks!" ucapnya, sembari menge cup pipi kiri Kinar, yang repleks membuatnya melengos malu, karena ketahuan sang bunda yang tengah berjalan memasuki dapur.


"Udah berani ya sekarang!" Sindir Nada, yang membuat El bergegas pergi secepat kilat.


Sedangkan Kinar, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Bunda yakin, tuh anak sikapnya nggak bakalan beda jauh dari ayahnya." ujar Nada sembari melirik Kinar dengan senyum dikulum.


"Nanti Kinar juga tahu sendiri!" Balas Nada sambil terkekeh.


"Lo berdua Gila ya, bakar ikan ditinggal maen game!" bentak El, dan semakin kesal saat melihat ikannya sama persis dengan warna arangnya.


Repleks keduanya mendongak, dan segera melihat ke tempat bakaran ikan, lalu keduanya saling pandang melihat kearah ikan yang kini keseluruhannya berubah jadi hitam.


"S-sorry bang!" ucap keduanya sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ck, lo berdua emang ya, ngeselin banget!"


"Udah, lo berdua maen game aja sana sepuasnya, biar gue aja yang bakar ayamnya sendiri!" ketus El.


"Iya deh bang!" balas kedua adiknya lirih.


Setelah selesai membakar seluruh ayamnya, El pun segera membawa ayam bakar tersebut dan meletakan nya diatas tikar yang sudah disiapkan ayahnya.


"Yaampun, ini yang bener aja sih, ikannya gosong begini, mana bisa dimakan!" protes Nada.

__ADS_1


"Siapa yang bakar?"


"Tuh!" tunjuk El pada kedua adiknya yang sedang menyengir kuda.


"Segala sesuatu yang dikerjain kalian emang selalu nggak bener, udah pasti!" lanjut Nada sembari mendelik kearah kedua putra kembarnya itu.


................


"Baik-baik disini ya sayang, jangan sungkan hubungi bunda kalau si El memperlakukan kamu dengan buruk." ucap Nada, ketika pagi ini sedang berada dirumah baru putranya.


"Iya nak jangan sungkan, biar nanti ayah kasih Pelajaran sama anak itu." timpal Ando, seraya melirik kearah putranya.


"Dan kamu El, sikap jeleknya kalau bisa di kurang-kurangin, kalau nggak, bunda bakalan ambil Kinar dari kamu, biarin aja nanti kamu tinggal disini sendiri!" ancam Nada pada putranya.


"Iya bun!" balas El dengan suara lirih.


"Yaudah bunda sama ayah pulang dulu, kalian baik-baik disini ya, jangan lupa sering-sering main kerumah!" ujar Nada, lalu memeluk Kinar dan El bergantian.


Sesungguhnya Nada tidak rela jika harus berpisah rumah dengan anak dan menantunya secepat ini, kemarin ia sudah berusaha membujuk El agar tetap tinggal bersama dengannya, namun El bersikukuh akan pindah, dengan alasan ingin mandiri, dan belajar bertanggung jawab untuk istrinya.


Dan akhirnya, Nada hanya bisa pasrah dengan keputusan putra sulungnya tersebut.


.....


Setelah merapikan seluruh bajunya dan juga baju milik El, Kinar pun meminta ijin untuk keluar sebentar.


"Mau gue anter?" tawar El, yang sedang merebahkan tubuhnya diatas sofa.


"Nggak usah, saya pergi sendiri aja deket kok, cuma ke warung!"


"Serah deh!" balasnya cuek, lalu menutupi wajahnya Menggunakan bantal sofa.


..


Sepulang dari warung yang menjual berbagai macam sayuran, Kinarpun memutuskan untuk masak, karena Nada bilang, ART untuk rumah barunya baru akan datang besok sore.


Selama 30 menit berkutat didapur, akhirnya seluruh masakan Kinar kini telah matang.


Ia berniat akan membangunkan suaminya, setelah ia selesai mandi, dan mengajaknya untuk makan bersama.


"El, bangun!" Kinar membungkukan sedikit badannya untuk menepuk pelan pipi suaminya, karena El tak kunjung bangun, Kinarpun merubah posisinya menjadi duduk, dengan kedua lutut yang bertumpu diatas ubin.


"El bangun, makan siang dulu yuk!"

__ADS_1


"Cium dulu, baru gue mau bangun!" sahutnya, dengan mata yang masih tertutup rapat.


"Ck, apaan sih El?" Kinarpun hendak beranjak, namun urung kala El memegangi tangannya.


__ADS_2