
"Yang?"
Kinar bergeming.
"Kangen, udahan dong marahnya." ujar El, sembari meletakkan telapak tangan Kinar disisi wajahnya, dan sesekali mengecupnya Lembut.
"Ngomong dong sayang, jangan diemin aku terus kaya gini, jangan bikin aku takut."
"Salah sendiri!" balas Kinar jutek.
"Yaudah aku minta maaf, lagian kan kemarin udah aku jelasin, kalau aku nggak meluk dia, tapi dia yang meluk aku."
"Mau ya maafin aku, kita baikan."
"Nggak mau!"
"Sayang kok gitu sih, aku janji nggak akan ngulangin lagi, please sayang, aku nggak punya kekuatan Apa-apa tanpa kamu yang!''
"Janji nggak bakalan deket-deket lagi sama dia?" tanya Kinar pada akhirnya.
"Janji sayang!"
"Jadi gimana, aku udah di maafin kan?" tanyanya dengan raut wajah mengiba.
"Hmmm!"
"Beneran?" El tergelak senang, sembari memeluknya erat.
"Deuhhh... mesra-mesraan jangan disini dong, ngamar gih ngamar!" ujar Satria yang tiba-tiba saja datang entah dari mana.
"Ck dasar bocah, lo ganggu moment indah orang aja!" balas El tak Terima.
Satria pun tergelak keras, "Sorry bang sorry, gue balik lagi lah, lanjutin gih," ucapnya dan ngeloyor pergi.
"Ck, dasar bocil!" ujar El, sedangkan Kinar merasa sangat gugup.
"Kamu ngapain kesini sih El?"
"Nyari kamu."
"Aku kan nggak ke mana-mana ngapain dicariin?"
"Ck, kamu itu nggak tahu ya sayang, aku sampe nggak bisa tidur, nggak fokus belajar karena mikirin kamu, aku hampir gila tahu nggak!"
"Masa?"
"Sayang!"
"Makanya jangan nyebelin jadi orang!"
"Iya nggak."
Hening...
Keduanya hanya saling pandang, ditengah suasana yang sedikit gelap, karena keduanya sedang berada di halaman belakang.
"Yang, kamu tahu nggak?"
"Apa."
"Aku seneng deh, kalau dicemburuin kek gini, berarti itu tandanya kamu udah mulai sayang kan sama aku?"
__ADS_1
"Siapa bilang.?"
"Aku, barusan!"
"Sok tahu!"
"Jadi, aku salah nebak ya?" balas El dengan suara yang berubah sendu.
Kinar beringsut mendekati tubuh El, menarik tengkuknya, lalu menge cup bibirnya, yang sontak membuat El terbelalak.
"Istri mana sih yang nggak sayang sama suaminya?" ujar Kinar setelah melepaskan ciumannya, dan bergegas pergi meninggalkan El yang masih terbengong-bengong ditempatnya, hingga beberapa detik kemudian ia tersadar dari keterkejutannya, tersenyum tipis, memegangi ujung bibirnya.
"Sayang tunggu!"
...............
"Terimakasih sudah mampir, Terima kasih juga ya, buat kadonya!" ujar Nada, sembari tersenyum ramah pada Andra.
"Sama-sama tante, maaf ya jadi saya yang dateng, harusnya kan Ayah saya, kebetulan dia sedang keluar kota!" bohong Andra, karena ia tidak mungkin mengatakan pada mereka bahwa kedua orang tuanya sudah resmi bercerai.
"Iya iya nggak masalah kok, mas Andra maupun pak Surya sama aja kok, ayo silahkan duduk, minum dulu atau ngemil seadanya, maaf ya acaranya tidak ada yang sepesial, begitupun dengan jamuannya sangat biasa dan sederhana." ujar Ando sembari memimpinnya langkah nya untuk duduk disalah satu meja yang masih kosong.
"Kalau boleh tahu Kinar nya dimana ya Om?" Ando dan Nada pun sontak saling berpandangan.
"Eh, euhm Kinar.... itu dia!" tunjuknya, bertepatan dengan Kinar yang berjalan pelan menuju kearah Cantika yang sedang memegangi beberapa balon yang diikat menjadi satu.
"Kinar, sayang sini nak!" Nada memanggilnya dengan suara yang agak sedikit keras, karena berisik dari suara musik yang berasal dari beberapa teman Satria yang sedang bernyanyi.
"Eh iya bun," Kinarpun bergegas menghampirinya dengan sedikit tergesa.
Andra menatap Kinar tanpa berkedip, saat ia sudah berada disamping Nada.
"Yang!" ucapan El terhenti saat dari jarak yang agak jauh, melihat istri tercintanya sedang berjabat tangan dengan seorang laki-laki yang selama ini ia juluki sebagai si Brengsek.
"Eh El, kenalin ini mas Andra, anak pertamanya pak Surya, dan mas Andra, kenalin ini El anak pertama saya!" ujar Ando.
"Andra!" mengulurkan tangannya kehadapan El, sedangkan El bergeming, bahkan untuk Menatapnya pun ia enggan.
"El?" Nada memelototinya.
"El!" balasnya kemudian, menjabat tangan Andra dengan ujung tangannya.
"Anak om sama tante masih muda ya, kayanya seumuran sama si Bayu adek saya."
"Iya, El baru kelas XII SMA." balas Ando.
"Iya bener seumuran ternyata, Eh tapi waktu itu Kinar bilang dia umurnya 18 tahun ya!" ujar Andra bingung.
Sontak Kinar pun membulatkan matanya, tak menyangka jika Andra akan mengingat percakapan dengannya waktu itu.
"Kinar salah bicara mungkin, Kinar ini adeknya El, dan umur mereka selisih satu tahun." ucap Nada.
"Oh begitu ya tan!" Andra pun mengangguk mengerti.
Merekapun akhirnya mengobrol ringan membahas tentang keseharian mereka masing-masing, sesekali menyelipkan tentang bisnis disela obrolannya.
Dan selama mereka mengobrol, Andra terus memandangi wajah Kinar, yang juga tidak luput dari pandangan tajam El.
"Bang, nyanyi dong, suara lo kan bagus!" ucap Satria yang kini menghampirinya.
"Ogah ah!"
__ADS_1
"Yah bang, tega banget sih lo, anggap aja sebagai hadiah ulang tahun kek buat gue sama si Satya."
"Lah, tadi kan udah gue kasih hadiah juga!? " protesnya.
"Yang ini beda, please lah bang!"
"Tap_" ucapan El terhenti, saat sebuah tangan halus menggenggam nya lembut dibawah meja, dan ia tahu pasti pemilik tangan tersebut.
El menoleh pada Kinar yang sedang tersenyum, sembari mengangguk kecil kearahnya, kemudian ia berbalik menatap kearah Satria.
"Ok, tapi cuma satu lagu aja ya!" ucapnya dengan nada suara yang terdengar tidak ikhlas.
"Iya deh kagak apa-apa!" balas Satria sumringah.
Kemudian El pun beranjak dari duduknya, berjalan kearah Teman-teman Satria yang sedang memegangi alat musik.
Mengambil salah satu gitar, lalu mulai bernyanyi.
Say you, say me; say it for always
That's the way it should be
Say you, say me; say it together
Naturally
Say you say me_ Lionel Richie.
Beberapa tamu undangan yang separuh nya adalah Anak-anak perempuan, bersorak riang, merasa kagum dengan suara merdu El.
Hingga tak terasa kini pukul 22:07 malam, Andra pun berpamitan, karena harus menjemput ibunya yang sedang berada di sebuah hotel.
Begitupun dengan El dan Kinar, yang juga berpamitan untuk segera pulang kerumahnya.
Sebelum pulang El sempat protes pada bundanya mengenai Andra yang di undangnya diacara ulang tahun Satya dan Satria.
.......
El menutup pintu kamarnya lalu berjalan menghampiri Kinar yang sedang kesulitan membuka resleting belakang gaunnya.
Tanpa di minta El pun segera membantu Kinar menurunkan resleting gaunnya, hingga memperlihatkan punggung Kinar, yang putih bersih tanpa cacat.
El menelan ludahnya susah payah, kemudian menutup tubuh menggoda itu menggunakan handuk yang berada ditangan Kinar.
Setelah selesai mandi, Kinar pun merebahkan tubuhnya di atas kasur, yang kemudian diikuti oleh El.
"Kangen sayang!" bisiknya, yang kemudian menyatukan bibirnya dengan bibir Kinar, meluapkan rasa Cintanya yang begitu dalam dan besar.
"El?" Kinar menahan tangan El yang hendak membuka kancing piyamanya.
"Kenapa?" tanyanya, dengan suara parau.
"A-aku, aku lagi datang bulan!"
.
.
Jangan lupa like, komen, dan vote nya ya terimakasih 😊😊😘
.
__ADS_1
.