Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Kontrakan lama


__ADS_3

"Kamu marah?" tanya Kinar, saat El baru saja keluar dari kamar mandi setelah hampir setengah jam lamanya mengurung dirinya disana.


"Nggak kok sayang, udah tidur gih, aku juga ngantuk!" balasnya seraya berbaring di samping Kinar, lalu meletakan pergelangan tangan diatas kedua matanya.


"Maaf!" ujar Kinar dengan suara lirih.


"Nggak apa-apa kok sayang, nggak nyampe sebulan ini kan?" lanjutnya dengan tawa lirih, lalu kembali memejamkan kembali kedua matanya.


"El?"


"Hmmm!"


"Besok aku mau ke kontrakan bekas tempat tinggal aku sama ibu dulu, boleh?"


"Mau ngapain?" El membuka kembali kedua bola matanya yang sudah tertutup.


"Kayanya ada sesuatu yang ketinggalan disana, waktu itu kan aku Buru-buru."


"Boleh ya!"


"Boleh, asal aku yang anter!"


"Emangnya kamu nggak sibuk?"


"Nggak deh kayaknya."


"Tapi besok sekalian mampir ke ArsenioCafe ya, mau lihat udah sejauh mana pembangunan tempat parkiran baru disebelahnya."


"Mau banget, aku kangen sama Mia, Agung, Arkan, Fahmi, D_"


"Stop, nggak usah sebut-sebut nama cowok lain didepan aku, atau kita nggak jadi kesana!"


"Iya deh iya!"


......................


"Kinar, ini beneran kamu kan?" ujar Mia, ketika sore ini El dan Kinar mampir terlebih dulu ke Cafe.


Awalnya El memang tak setuju, terlebih saat Kinar mengatakan ingin bertemu dengan teman laki-laki nya namun bukan Kinar namanya jika ia tidak bisa merengek, hingga pada akhirnya El lah yang mengalah.


"Iya Mi, aku kangen banget, Kapan-kapan main dong kerumah," ujarnya sembari memeluk Mia, begitupun dengan Mia yang juga balas memeluknya.


"Aku kan sibuk Nar, pengganti kamu belum ngerti kerjaan, jadi aku sendiri yang cape." keluh Mia.


"Kamu sekarang kok beda ya Nar, beda banget sumpah!" ujar Mia, yang melihat Kinar dari ujung Kepala hingga ujung kakinya.


"B-beda gimana maksudnya?" tanya Kinar bingung.


"Beda aja, lebih cantik, lebih bening, lebih berisi juga badan kamu."


"Masa sih?"


"Ihs serius Nar!"


"Ehm, mungkin karena aku cuma diem dirumah aja kali ya, jadinya agak gemukan."


"Tapi bukan itu sebenarnya yang mau aku tanyain."


"Terus?"


Mia pun menoleh kearah El yang sedang mengobrol serius dengan para pekerja yang sedang memasang baja ringan disebelah Cafe.

__ADS_1


"Kamu ada hubungan sama si bos?" bisik Mia.


"Hah, M-maksud kamu?"


"Ihs kamu ini, jangan pura-pura nggak ngerti deh, udah sih jujur aja sama aku Nar, janji deh aku bakalan jaga rahasia, sumpah!" Mia mengangkat 2 jarinya keatas.


"Kamu ngomong apaan sih Mi, aku nggak ngerti deh!"


"Ck, masih nggak mau ngaku, padahal aku udah beberapa kali lho mergokin kalian berdua, termasuk pas kalian lagi bocengan di motor, minggu lalu.''


" Mi,"


"Please Nar!"


"Ok ok, tapi janji ya jangan bilang siapa-siapa."


"Iya janji!"


"S-sebenarnya, S-sebenarnya_"


"Ihs Kinar lama deh, tinggal jawab iya doang apa susahnya sih!"


"Sebenarnya aku sama El, udah nikah!"


"Hah, serius?" Mia terpekik kaget, tanpa sadar ia bersuara dengan begitu keras, hingga beberapa tamu, serta teman kerjanya yang lain seketika menoleh kearah nya.


"Tuh kan Mia kamu tu apa-apaan sih, malu tahu!"


"Ck, gue cariin ternyata lo disini, untung sepi coba kalau lagi rame, gue panggang lo, enak banget lagi kerja malah Asik-asikan ngobrol!" gerutu Fahmi, yang baru saja datang menghampiri nya.


"Ihs, bawel banget sih lo, nggak tahu apa kalau gue lagi kangen-kangenan sama Kinar!"


"Hah, seriusan ini elo Nar, jadi cewek yang dibonceng si bos tadi itu elo!" tanyanya tak percaya.


"Semua orang juga lihat kali, lo ada hubungan ya sama si bos?" tanya Fahmi penasaran.


"Udah ah kebanyakan nanya lo berisik, mendingan ikut gue yuk lanjut kerja!" potong Mia sembari menarik tangan Fahmi untuk masuk kedalam, dan menoleh kearah Kinar, menggerakkan tangannya memberi isyarat kalau ia akan menelponnya nanti.


"Udah selesai?" tanya El.


Kinar mengangguk, "Udah kok."


"Jadi ke kontrakan?"


"Jadi dong!"


"Yaudah yuk!"


"El, kamu nggak apa-apa kalau Anak-anak disini ngira kita ada hubungan?" ujar Kinar, sebelum menaiki motor milik El.


"Emang kita ada hubungan kan?" balas El santai.


"Ihs, maksud aku_"


"Nggak apa-apa sayang, seharusnya emang hubungan kita diketahui semua orang kan."


"Tapi_"


"Jadi pergi nggak nih?"


"Iya iya!"

__ADS_1


****************


"Yakin, tempatnya disini yang?" ujar El, saat Kinar, menyuruhnya melewati gang sempit yang hanya bisa dilewati oleh motor.


"Iya disini, kenapa? nggak nyaman ya, karena disini tempat nya kotor?" tanya Kinar, saat El memandangi tempat itu, dengan ekspresi yang sulit diartikan.


"Bukan yang, tapi aku kok kaya pernah lewat sini, tapi kapan ya?" lanjutnya, Seraya mengingat-ingat kapan ia pernah melewati jalan tersebut.


"Mungkin kamu emang pernah lewat sini El, didepan jalan raya sana kan emang ada Cafe kamu juga!"


"Iya gitu yang?"


"Ck, aneh banget sih masa Cafe sendiri aja lupa." cibir Kinar.


"Bukan lupa Cafenya, tapi jalannya sayang."


"Sama aja, yaudah aku jalan kaki aja ya, udah deket kok." ucap Kinar yang langsung turun dari motornya.


"Yaudah, entar aku nyusul."


"Bu!" ucap Kinar dengan suara lirih, saat melihat bu Rossida Tengah membersihkan kontrakan bekasnya dulu.


"Eh Kinar, yaampun nak, ini beneran kamu?" tanyanya, sembari memeluk Kinar yang sudah ia anggap sebagai anaknya itu.


"Iya bu!"


"Duh, makin cantik aja ya, coba si Dio ada dirumah seneng banget pasti dia!" ucap bu Rossida sembari mengelus rambutnya.


"Memangnya Dio kemana bu?" tanyanya, sembari mengeluarkan bingkisan dari dalam tas gendongnya.


"Biasa lah nongkrong sama temen-temennya di angkringan mang Ujang."


"Perasaan udah lama juga nggak ketemu Dio ya!" balasnya, sembari mengingat pertemuan terakhirnya dengan Dio dua bulan yang lalu.


"Kalau kamu mau tahu nak, sepeninggal kamu dia berubah jadi pendiem kalau dirumah, Sekarang hobi barunya keluyuran terus keluar bareng temen-temennya."


"Masa iya bu?"


"Ehm beneran, ibu serius Nar!" ujarnya, yang membuat Rossida maupun Kinar tertawa geli, pasalnya selama ini laki-laki yang hampir seumuran Kinar itu terkenal baiknya, dan tak suka keluyuran, layaknya anak gadis rumahan.


"Ini bu, ada sedikit oleh-oleh, tapi mungkin agak hancur dalemnya, soalnya bawanya agak susah tadi!"


"Yaampun Repot-repot, sampai bawain ibu makanan segala!"


"Hanya sedikit bu!"


"Terus gimana, Kinar betah tinggal dirumah bu Sarah?"


"Kinar udah nggak tinggal sama bu Sarah bu, tapi sama cucunya."


"Hah, kenapa?"


"Karena K-kinar, Kinar udah nikah bu!"


"Apa?" Rossida memekik tak percaya.


"Itu suami Kinar bu!"


Menunjuk El, yang baru saja sampai dihalaman kontrakan.


.

__ADS_1


.


__ADS_2