Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Obrolan suami istri


__ADS_3

"Kok balik lagi?" ujar Kinar, saat El kembali memasuki kamarnya.


"Gue lupa ngajakin elo?"


"Bunda bilang, gue harus bawa istri gue kemanapun gue pergi."


"Termasuk sekolah?" tanya Kinar dengan senyum di kulum.


"Kalau lo mau sih, ayo aja!"


"Saya bercanda El."


"Tahu gue!"


"Buruan ganti baju, gue tunggu di bawah." ucapnya dan bergegas menutup pintu kamarnya.


..


"Bang, gue kagak jadi ikut jogging bareng elo, cewek gue ngajak jalan soalnya." ujar Satria yang tengah mengunyah sarapannya pagi ini.


"Iya gue juga bang, sorry kagak jadi ikut, si Bimo ngajakin gue latihan basket pagi ini, nggak apa-apa kan bang?" timpal Satya yang juga tengah memakan Sarapannya disamping Satria.


"Iya, serah lo berdua aja."


"Oh iya, tadi sebelum Ayah dan bunda berangkat ke Bandung, entar siang abang disuruh kerumah Oma, bawa kak Kinar sekalian." lanjut Satria.


"Ngapain?"


"Mana gue tahu!" balasnya sembari menggidikan bahunya.


"Yaudah, gue berangkat duluan, kasian cewek gue udah nungguin!" ujar Satria sembari meneguk segelas susunya, lalu menyambar kunci motornya yang tergeletak diatas meja makan.


"Pacaran mulu!" dengus El.


"Dari pada jomblo, kaya si Satya." balasnya sembari mengerling kearah Satya, lalu tergelak keras dan berjalan santai menuju teras, sedangkan Satya hanya bisa menggeram kesal, tanpa membalas ucapan dari saudara kembarnya tersebut.


"Udah siap?" ujar El, saat Kinar menghampirinya.


"Udah!"


"Yo berangkat, gue tinggal dulu Sat!" ujar El, dan beranjak dari duduknya.


Sedangkan Satya mengangguk kecil sebagai jawaban.


...


"Kamu sering kesini?" Ujar Kinar, saat keduanya sedang duduk dipinggir taman bunga yang letaknya tidak terlalu jauh dari jalan raya, sembari menikmati cemilan yang dipesannya dari salah satu Food Truck yang berjejer disana.


"Jarang sih,"


"Biasa pergi kesini sama siapa?"


"Si kembar."


"Bukan sama cewek yang semalem marah-marah sama saya?"


"Siapa, maksud lo si Jihan?"


"Oh jadi namanya Jihan, cantik ya, kaya orangnya!"


"Cantik dari mananya? dia bukan pacar gue, asal lo tahu!"


"Masa sih, tapi kok dia bilang, kamu pacarnya.?"


"Ck, nggak usah di dengerin, dia emang suka ngaku-ngaku."

__ADS_1


"Kamu emang nggak ada perasaan sama dia, dia cantik banget lho, sederajat juga sama keluarga kamu."


"Lo ngomong apaan sih, ngaco banget!" El melempar sendok ditangannya kearah piring, hingga menimbulkan suara dentingan yang cukup keras.


"El,?"


"Diem!"


"Kamu kok gitu sih, udah lupa ya sama janji kamu tiga hari yang lalu, katanya nggak bakalan galak-galak lagi, lah terus ini apa?"


"Tadi kan saya cuma ngasih pendapat saya aja El, ngambekan banget sih."


"Gue nggak suka!"


"Yaudah, saya minta maaf!"


"Hmmm."


..


Hening...


"Kamu tahu nggak El, saya sama sekali nggak pernah menyangka lho, kalau saya bakalan nikah secepat ini, sama anak sekolahan lagi." ujar Kinar sambil terkekeh.


"Jadi, lo nyesel married sama gue?" balas El, yang membuat Kinar repleks menatap kearahnya.


"Euhhmz, gimana yah?" kinar tampak berpikir.


"Ck! kelamaan mikir." El kembali meletakan sendok diatas piring makanannya.


"Kalau saya bilang nyesel, kamu marah?"


El pun terdiam, dengan ekpresi wajah yang susah di artikan.


"Bercanda El, mukanya langsung berubah lucu gitu sih?" Kinar menutup mulutnya menahan tawa.


"Ihs, marah-marah mulu!" Kinar menghela nafas pelan.


"Saya nggak pernah nyesel nikah sama kamu El, apalagi setelah mengenal keluarga kamu, bunda kamu, ayah kamu, Oma, dan juga adik-adik kamu, yang udah buat hidup saya terasa lebih berwarna, dan udah membuat saya merasa, kalau saya tidak pernah mengalami hal pahit dimasa sebelumnya."


"Gimana sama kamu El, apa justru kamu yang nyesel udah nikahini saya?"


"G-gue juga nggak nyesel kok!" balas El, yang membuat Kinar tersenyum menggemaskan.


"Nggak usah senyum!"


"Lho, emangnya kenapa?"


Lo cantik banget kalau lagi senyum! batinnya.


"Lo jelek!"


"Ish!" Kinarpun mengerucutkan bibir kesal.


..


"Nar?"


"Kenapa?"


"Bisa nggak sih, lo berhenti kerja aja, terus lanjut kuliah."


Ucap El yang membuat Kinar langsung terdiam.


"Lo udah punya gue Nar, ngapain sih cape-cape kerja, terlebih jadi karyawan gue!"

__ADS_1


"Kamu malu, karena saya karyawan kamu?"


"Ck, bukan itu masalahnya, lo ngerti nggak sih, gue cuma mau ngelakuin yang terbaik aja buat elo, buat istri gue!"


"Dulu kan Oma bilang, lo kerja, karena lo tulang punggung dikeluarga, buat kebutuhan lo sama ibu lo yang butuh pengobatan,"


"Tapi kan sekarang ibu lo udah nggak ada Nar, lo nggak harus terus ngabisin waktu lo buat kerja, karena sekarang udah ada gue, biarin gue ngambil alih semua yang lo butuhin, please! gue juga pengen kaya kebanyakan orang, jadi suami yang layak buat istri gue!" lanjut El, yang membuat Kinar terdiam, mencerna semua yang diucapkan oleh El.


"El?"


"Hmmm!"


"Gimana kalau saya ngambil kuliahnya tahun depan, biar bisa bareng sama kamu?"


"Ck, kelamaan!"


"Ihs, tahun depan ya!"


"Serah, yang pasti lo harus kuliah."


"Iya iya, suamiku!" ucap Kinar sembari tersenyum manis, dan berefek salah tingkah bagi El.


..


Setelah puas mengobrol, keduanya pun kembali melanjutkan berjalan santai dipinggiran taman.


El menoleh pada beberapa Laki-laki muda seusianya yang sejak tadi terus memperhatikannya, lebih tepatnya memperhatikan Kinar, yang kini membuat El mengikuti arah tatapan mereka.


Ck!


El berdecak keras, merutuki dirinya sendiri saat menyadari ternyata istrinya menggunakan celana panjang ketat.



El pun menggeser tubuh Kinar, lalu membuka kemejanya, dan menyisakan kaos putih pendek polosnya, kemudian mengikatkan kemeja tersebut dipinggang Kinar, untuk menutupi bagian tubuh belakang Kinar, yang sejak tadi menjadi bahan perhatian anak muda pengunjung taman.


"K-kenapa?'' tanya Kinar, saat merasakan gerak repleks yang dilakukan El.


" Diem, lain kali pake celana yang longgaran dikit!"


"Ayok!" El merangkul bahu Kinar, ketika gadis itu tak kunjung melangkah.


"Kita langsung kerumah Oma dulu ya, biar nggak bolak-balik." lanjut El, lalu menggenggam tangan Kinar, berjalan menuju tempat penitipan motornya.


..


"Eh yaampun, cucu-cucu Oma, akhirnya datang juga!" jerit Oma Sarah, ketika membuka pintu rumahnya.


"Oma mau ngomong apa sih, nyuruh El sama Kinar datang segala?" ujar El sembari berjalan terlebih dulu, dan melemparkan tubuhnya keatas sofa.


"Ihs anak ini kebiasaan deh, emangnya nggak kangen apa sama Oma?" Mengambil bantal sofa dan memukulkannya pada El.


"Udah dong Oma, badan El sakit semua nih," ucap El, sembari mengambil alih bantalnya.


"Kalau tahu bakalan di siksa gini sih, tadi nggak usah kesini aja!" gerutu El.


"Tuh lihat Nar, si El suami kamu itu emang nyebelin banget, judes, datar, nggak ada manis-manisnya sama orang tua, heran deh Oma juga, entah punya dosa apa Oma di masa lalu, hingga dikasih cucu model si El ini."


"Ck, Oma apaan sih!"


"Gimana sama kamu Nar, dia kaya gitu apa nggak?" tanyanya, membuat Kinar meringis, bingung harus menjawab apa.


"Ah, kalau di lihat dari raut wajah kamu sih, Oma yakin si El emang kaya gitu juga ke kamu, nyebelin banget kan?" ucap Oma setengah berbisik.


"Ck! aku masih denger!" protes El.

__ADS_1


.


.


__ADS_2