Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Mengunjungi panti asuhan


__ADS_3

El terus memandangi wajah Kinar dari samping, Kinar begitu serius melakukan tugas yang diberikan olehnya, menghitung dan memeriksa isi dari lembar demi lembar tumpukan kertas yang di berikannya pada Kinar.


Setelah insiden yang dilakukan El yang secara tiba-tiba tadi, Kinar hanya diam, tidak ada satu patah katapun yang Keluar dari mulutnya, bahkan ia tak menyahuti apapun yang di ucapkan oleh El, meskipun El sudah mengajaknya mengobrol beberapa kali.


Sedangkan El ia terkekeh geli, ketika mengingat kelakuannya tadi, yang telah mencium Kinar, hanya karena gadis itu memanggilnya dengan sebutan bapak.


Namun alih-alih menyesal, justru El ingin mengulang hal yang sama, dengan orang yang sama pula, rasa manis bibir gadis yang berstatus sebagai istrinya itu begitu memabukan bagi El, meski ia belum bisa mengartikan, arti dari semua itu.


Ini pertama kalinya bagi El, dan ia yakini pertama kalinya juga untuk Kinar.


..


"Ayo pulang!" ujar El, saat melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 15:27, repleks Kinarpun segera melihat jam di dinding, dan benar saja, sekarang sudah waktunya untuk pulang.


Kinarpun merapikan beberapa kertas yang sudah dibaca serta disalinnya di kertas yang lain, ia juga memisahkan beberapa lembar kertas yang belum sempat ia periksa.


"Udah, dilanjut besok aja!" ujar El, menghentikan tangan Kinar yang masih bergerak lincah merapikan tumpukan kertas tersebut, namun Kinar menepis kasar tangan El, membuat El menghela nafasnya kasar.


El kemudian mengangkat dagu Kinar agar menatapnya.


"Elo marah sama gue?" tanya El.


"Pikir aja sendiri!" balasnya ketus.


"Jadi beneran marah?" tanyanya sembari terkekeh.


Hari ini El lebih banyak tersenyum di banding kemarin-kemarin, namun justru kini membuat Kinar merasa kesal.


"Elo marah karena gue cium, elo nggak rela kalau di cium suami sendiri hm?"


"Atau jangan-jangan_"


"Elo mau yang lebih?" El mengedipkan sebelah matanya.


"Nggak ihs, dasar cowok nyebelin!" teriak Kinar, sembari memukul pelan dada El menggunakan sebelah tangannya, yang membuat El kembali tergelak.


..


"Jadi lo mau kemana dulu sekarang?" ujar El, mengingat ucapan Kinar tadi pagi yang ingin di jemput menggunakan mobil.


"Mampir ke ReganToys dulu, abis itu ke ArjunaSnack."


"Dimana tuh?" balas El, karena memang tidak mengetahui nya, mendengar namanya saja ia baru sekarang ini.


"Jalan aja dulu, nanti saya kasih tahu!" ucap Kinar masih dengan nada suara yang tidak enak di dengar.


"Beneran disini?!" tanya El, saat sudah sampai di lokasi pertama yang Kinar maksud.


Kinar mengangguk, lalu turun terlebih dahulu, memasuki sebuah toko yang berisi berbagai macam mainan kesukaan anak-anak.


"Gimana bang pesenan saya udah ready?" tanyanya pada penjual mainan, yang bernama Regan itu.


"Eh kamu Nar, udah tuh udah siap, tinggal angkut, berangkaatt!" balasnya dengan disertai nada candaan khas Regan.


"Pesenan yang dari si Juna juga ada disini, tadi dianterin orangnya langsung, katanya sih dia mau tutup tokonya setengah hari, bininya mau lahiran."


"Emang udah waktunya bang, setahu saya bukannya kandungannya baru 7 bulan ya?"


"Iya sih, tapi entahlah kagak ngerti sih gue juga, yang jelas tadi si Juna bilang udah bukaan 3, udah waktunya lahir."


"Yaampun, mudah-mudahan lancar ya bang persalinannya."


"Aamiin Nar, Aamiin!"

__ADS_1


"Mau diangkatin apa di angkat sendiri?"


"Ihs si abang mah, emang nggak kasian apa suruh ngangkatin sendiri."


"Canda gue!" ucap Regan sambil terkekeh.


"Bareng siapa kesininya?"


"Bareng saya." sahut El yang sudah berdiri di belakang Kinar.


"Eh siape tuh, pacar lu, nar?" bisik Regan.


"Dia_"


"Pacar Kinar!" lagi-lagi El yang menjawab.


"Wah, patah hati deh gue nar! diem-diem ternyata lu udah punya pacar ya."


"Eh si abang, jadi gimana nih mau bantuin ngangkatin apa nggak?" Kinar mengalihkan pembicaraan yang menurutnya tak mengenakan itu.


"Iye iye, jadi!" Regan pun bergegas mengangkat 25 boneka Barbie, serta 15 mobil-mobilan yang sudah di bungkus dengan plastik bermotif.


Sedangkan El, ia membantu Kinar mengangkat 47 porsi makanan yang dari ArjunaSnack.


Tak lupa Kinar juga membelikan Cantika satu buah boneka teddy berwarna mocca.


"Makasih ya bang!" ujarnya setelah semua pesanannya masuk kedalam mobil El.


"Iye, gue juga makasih, jangan kapok terus belanja disini ya Nar."


"Ok bang!"


..


"Panti asuhan, Kasih Ibu."


El pun mengangguk, sepertinya ia mengingat tempat itu, karena pernah sekali ikut dengan Ando sewaktu ia masih duduk di bangku SMP.


"Assalamu alaikum,?" ujar Kinar, ketika ia telah turun dari mobil dan berjalan menuju anak-anak yang saat itu sedang menggambar diteras panti.


"Waalaikumsalam, kak Kinar!" ucap mereka, yang langsung berhambur memeluk Kinar.


"Gimana Adek-adek, kabarnya baik semua?"


"Baik kak!" balas mereka serempak.


"Kakak punya hadiah buat kalian, mau?"


"Mau kak!" lagi-lagi mereka menjawab serempak.


"Jangan rebutan, semuanya pasti kebagian sayang!" ujar Kinar, yang melihat mereka saling dorong-dorongan, saat Kinar yang dibantu El sedang membagikan bingkisan tersebut.


Setelah membagikan semua bingkisan yang dibawanya, Kinarpun mengajak El untuk menemui bunda Hanifa, selaku kepala panti, di panti asuhan Kasih Ibu tersebut.


"Ibu?" Kinar menghampiri bu Hanifa, yang sedang memberi makanan ikan-ikan di empang belakang panti, meraih dan mencium tangannya, yang kemudian diikuti oleh El.


"Eh, siapa ini, MasyaAllah nak Kinar sama siapa?" tanyanya, sembari menoleh kearah El yang sedang tersenyum canggung.


"Ini, euhmz_"


"Pacarnya?" sambung bu Hanifa cepat, saat melihat Kinar kebingungan menyebutkannya.


"Euhm I-iya bu!" balasnya kikuk.

__ADS_1


"Wah, ternyata bener kata orang ya, yang cantik akan dapat jodoh yang tampan juga!" ujar bu Hanifa sambil tersenyum.


"Ibu bisa aja!" balas Kinar malu-malu.


"Ini bu, ada cemilan sedikit buat ibu, sama buat yang lainnya juga, saya mau kembali ke depan, mau lihat anak-anak lagi pada ngegambar, seru kayaknya."


"Eh yaampun, nak Kinar terimakasih banyak, bawain Ibu makanan segala!" ucapnya, sembari menerima makanan yang di angsurkan Kinar.


"Sama-sama bu!"


"Mari bu!"


"Iya, silahkan nak!"


..


"Lo sering kesana?" ujar El, ketika kini keduanya sudah kembali kedalam mobil, dalam perjalanan pulang.


"Ke panti?"


"Iya."


"Nggak sering sih, cuma satu bulan sekali, kalau pas saya abis gajihan itu juga!"


"Pertama kali kesana bareng siapa?"


"Bareng Ibu, kebetulan Ibu kenal baik sama salah satu pengasuh disana."


"Lo kayaknya akrab juga sama anak-anak disana ya?"


"Lumayan!"


"Dulu saya sempat berpikir, bahwa nasib saya paling buruk di antara semua anak yang ada di dunia ini, tapi setelah saya bertemu mereka, dengan berbagai cerita yang menyedihkan, membuat saya tersadar, bahwa saya masih beruntung di bandingkan mereka." ucap Kinar, sembari menyandarkan kepalanya di kepala jok mobil.


"Meski tak pernah merasa memiliki seorang ayah, saya beruntung karena masih memiliki seorang Ibu yang sangat mencintai saya sepenuh hatinya, sedangkan mereka harus hidup sendiri tanpa ada satupun dari salah satunya yang mendampinginya."


El terdiam, hatinya terenyuh mendengarkan cerita istrinya itu, berbeda dengan dirinya yang sejak kecil mendapatkan kasih sayang full dari kedua orang tuanya.


Ada sebersit keinginan dalam hati El, untuk membahagiakan gadis itu, menutup semua luka yang pernah dialaminya, menggantikan nya dengan limpahan kebahagiaan, hingga gadis itu tidak mengingat kembali bahwa hatinya pernah terluka.


..


"Mulai sekarang, lo tanggung jawab gue, jadi apapun yang elo butuhin, semuanya gue yang tanggung!" ucap El sembari menyodorkan sebuah kartu ATM kehadapan Kinar.


Kinar yang hendak bersiap untuk tidur pun, seketika menoleh kearah El, memposisikan tubuhnya untuk duduk disampingnya.


"Uang saya cukup kok El, kalau cuma buat beli kebutuhan saya sendiri, kamu simpen aja uangnya, lagian saya ngerasa nggak berhak atas uang kamu."


El berdecak, "Lo lupa sama status elo yang udah jadi istri sah gue,?"


"I-ya saya tahu!"


"Terus?"


"Apa lo ngerasa jumlah nya kurang banyak, kalau itu yang jadi alasannya, mulai besok gue bakalan kerja lebih giat lagi."


"El?"


"Lo jangan sampai punya pikiran, nyari cara agar pisah dari gue, karena itu nggak bakalan terjadi."


"Satu hal yang harus lo tahu, seorang El-syahki tidak Akan pernah melepaskan apa yang sudah jadi miliknya, lo harus inget itu baik-baik!" ucap El dan berlalu pergi, meninggalkan Kinar yang masih terbengong di tempatnya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2