Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Janji


__ADS_3

El membalikan badannya, lalu kembali menghampiri Kinar.


"Beneran?" tanyanya, masih dengan gaya marahnya, untuk menyembunyikan rasa bahagianya.


"Beneran, tapi janji nggak marah-marah lagi kaya tadi, saya takut El!" ujar Kinar dengan mata yang kembali berkaca-kaca.


"Janji!" balasnya seraya tersenyum manis, El yang terlihat sangat mengerikan tadi, tiba-tiba hilang dalam sekejap.


"Maaf ya udah bikin kamu takut, kamu tahu sayang, aku nggak pernah semarah ini sama siapapun sebelumnya, mungkin aku terlalu sayang sama kamu, dan nggak mau kehilangan." ucap El yang langsung menarik tubuh Kinar kedalam pelukannya.


Seketika keduanya merasakan kembali kehangatan yang hampir saja hilang.


"Jadi istri yang baik ya, nurut apa kata suami!" lanjut El sembari menciumi puncak kepala Kinar berulang kali.


"Kamu juga jadi suami yang baik, jangan marah-marah terus." balas Kinar, yang membuat El terkekeh.


"Siap istriku."


"Gimana, mau di mulai dari sekarang nggak?" bisiknya dengan nada menggoda.


"Apanya?"


"Tanam saham sayang!"


"Ish dasar mesum!'' ucap Kinar memberengut, sembari memukul dada El pelan.


" El....?" Kinar menyembunyikan wajahnya di dada El, saat El mulai menggendongnya menuju tempat tidur.


"Tangan kamu kan masih sakit El?"


"Udah sembuh!" balasnya, seraya membuka kancing kemejanya satu persatu, sembari menatap Kinar dengan tatapan memuja.


"Ini masih sore El?"


"Itu bukan masalah sayang!"


Cup..


El memberikan kecupan hangat di dahi istrinya, yang kemudian turun menciumi kedua kelopak matanya yang terlihat sembab.


"Maaf untuk hari ini ya sayang,"


El pun kemudian menyatukan bibirnya dengan bibir Kinar, memberikan kecupan-kecupan kecil, sebelum kemudian mengu lum bibir Kinar dengan penuh kelembutan.


"Boleh?" tanyanya, menyentuh kancing teratas baju Kinar dengan suara parau, saat ia sudah melepaskan pagutannya, yang kemudian diangguki Kinar sebagai jawaban.


Lalu El mulai melancarkan aksinya, menyentuh setiap inci tubuh Kinar, tanpa ada yang terlewati.


.............


"Makasih sayang!" ujar El sembari mengecup dahinya, setelah melakukan kegiatan panasnya, sebanyak 3 kali.


"Besok aku mau ke Bandung, mau nengokin Oma Indri, kamu mau ikut?"

__ADS_1


"Emang boleh?" ujar Kinar membalikan badan, sembari memainkan jarinya di dada putih milik El, yang masih polos tanpa sehelai benangpun.


"Boleh, siapa bilang nggak boleh!"


"Tapi kamu kan sekolah El,?"


"Kan bisa pulang sekolah yang!"


"Terus gimana sama kerjaan saya, kasian Mia sendiri disana, dia kan belum punya temen?"


"Gampang, entar aku suruh bu Sandra tarik dia ketempat semula, soal pengunduran diri kamu biar aku yang urus nanti."


"Dan aku mau kamu jangan pernah ketemu lagi sama si brengsek itu." lanjut El dengan nada tak suka.


"Dia punya nama El, kak Andra namanya!"


"Aku nggak peduli siapapun nama dia."


"Tapi aku butuh banyak informasi tentang ayah El, dan cuma dia satu-satunya orang yang aku kenal dari keluarga ayah."


"Tapi aku nggak rela sayang, kamu dideketin sama dia, apalagi sampai Megang-megang rambut kamu kaya kemarin." El mendengus kesal.


"Kamu cemburu?" tanya Kinar mengulum senyum.


"Ck, menurut kamu!" El mendengus kesal.


"Ih ngambekan, jangan marah dong, serem tahu kalau kamu udah marah kaya gitu, bikin takut tahu nggak?"


"Iya nggak," ucap El sembari merapikan rambut Kinar yang menutupi sebagian wajah cantiknya.


"Nggak!"


"Bohong!"


"Bener sayang, ngeyel banget sih, cium nih!" ucap El sembari mencondongkan wajahnya.


"Ish," Kinar mendesis, kemudian mengambil salah satu tangan El yang tidak terbalut perban, dan meletakkannya di pipi Kirinya.


"Jangan sekali-kali buat diri kamu terluka lagi ya, saya nggak mau kalau sampai kejadian ini terulang lagi, kamu tahu El cuma kamu yang saya punya saat ini!"


"Iya sayang, aku janji mulai sekarang aku akan berusaha buat lebih mengontrol emosi," balas El seraya tersenyum.


"I love you sayang!" El pun kembali Memeluknya, tak peduli lagi dengan perasaan Kinar, yang entah mencintainya atau tidak, yang terpenting bagi El saat ini, ia selalu bersama dengan kekasihnya itu.


..............


Keesokan paginya, Kinar sudah sibuk menyiapkan perlengkapan sekolah El, dari mulai seragamnya, buku mata pelajarannya, hingga sarapannya, yang kini menjadi rutinitas baru Kinar, yang akan berlangsung hingga El lulus sekolah nanti.


"Seneng deh kalau ada yang nyiapin keperluan aku kaya gini, apa lagi sama istri sendiri, berasa spesial banget!" bisik El, sembari memeluknya dari belakang.


"Tapi bagi saya, serasa punya anak tahu nggak sih, pagi-pagi nyiapin seragam sekolah, tasnya, bukunya." ucap Kinar, yang membuat El terkekeh.


"Resiko punya suami masih sekolah sayang!"

__ADS_1


"Iya nasib, yaudah buruan gih sarapan, udah di siapin tuh dibawah."


"Ok sayang, makasih ya!" balasnya seraya memberi kecupan lembut di pipi istrinya.


"Kebandung mau bawa oleh-oleh apa, biar nanti saya beliin El, biasanya Oma Indri sukanya apa?" ujar Kinar, yang kini tengah menemani El sarapan di meja makan.


"Biasanya sih Oma suka kue yang ada di toko kue bunda."


"Yaudah, nanti saya kesana deh!"


"Eh jangan, nanti biar supir ayah yang nganterin, pokoknya kamu nggak boleh kemana-mana tanpa seizin aku, ngerti?"


Kalau Kinar sampai keluar, ada kemungkinan ia dan Andra bakalan ketemu lagi. batin El.


"I-iya."


...............


Sepulang sekolah, El bergegas mandi, lalu mengajak istrinya untuk segera berangkat siang ini juga, tidak banyak baju yang ia bawa, karena besok subuh pun ia harus kembali ke Jakarta, mengingat bahwa El harus masuk sekolah.


"Kuenya udah dimasukin di mobil!"


"Ok sayang!"


Keduanya pun bergegas memasuki mobil, untuk ke tempat tujuannya kerumah Oma Indri yang berada di daerah Bandung.


"Oma Indri gimana orangnya El?" ujar Kinar, memecah keheningan, saat El mulai fokus mengemudikan mobilnya.


"Ehhm baik, nggak cerewet kaya Oma Sarah!"


"Ish nggak boleh gitu, kualat lho!"


"Lha emang iya kan, kalau Oma Sarah itu cerewet, nurun juga dikit sih ke bunda!"


"El?"


"Iya iya, Oma baik kok!" ujarnya saat melihat sorot mata Kinar yang memancarkan tak suka.


"Bobo aja dulu yang, nanti kalau udah sampe aku bangunin!" ucap El sembari mengusap kepala Kinar menggunakan tangan kirinya.


.................


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akibat adanya kecelakaan beruntun yang mengakibatkan kemacetan panjang, akhirnya El pun sampai dirumah Oma Indri.


"Yang sayang, hei bangun, udah sampe nih!" El menepuk-nepuk pipi Kinar pelan.


"El, ihs!" Kinar mendesis kesal, saat merasakan bibir El bermain diatas bibirnya.


"Abisnya susah banget dibangunin nya!"


"Tapi kan nggak perlu cium juga!" protes Kinar.


"Buktinya kamu langsung bangun kan?" goda El, sembari mengedipkan sebelah matanya, yang kemudian terkekeh geli.

__ADS_1


.


.


__ADS_2