
"Bayinya makin hari kok makin mirip elo ya bang?" ujar Satria saat pagi ini ia menggendong baby Gala, yang akan mengadakan acara aqiqah di usianya yang ke 40 hari.
"Iyalah jelas mirip bang El, orang dia bapaknya, gimana sih lo!" sahut Satya sembari menyenggol gemas tangan saudara nya itu.
"Ck, kalau ada lo berdua tuh keadaan sama sekali nggak ada nyaman-nyamannya, berisik terus tiap hari." gerutu El sembari mengelus-elus pipi sang bayi yang berada dipangkuan nya.
"Yaudah deh kita bantuin bunda aja yuk Sat, sekalian cari makan laper gue!" ajak Satria yang kemudian melangkah terlebih dulu, lalu diikuti oleh Satya dibelakang nya.
"El, dedenya di bawa kedepan gih, acara potong rambutnya sebentar lagi akan di mulai." ujar Nada yang kini tengah memegangi nampan yang berisi gunting.
"Iya bund."
El pun bergegas menuju keruang tengah dimana hampir keseluruhan tamu sudah hadir memenuhi ruangan tersebut.
"Ini ada titipan dari Jihan!" ujar kakek Hardi, sembari menyerahkan 1 kado besar kepadanya.
Kinar mengangguk seraya mengucapkan terimakasih, dan menitip pesan untuk Jihan yang saat ini tak lagi hadir dikota yang sama.
1 bulan yang lalu tepat beberapa hari setelah Kinar melahirkan, Jihan sempat datang untuk melihat bayinya, yang ternyata menjadi pertemuan terakhir dengannya.
Jihan berpamitan, karena ia dan Andra akan menetap di Bandung, mereka ingin memulai hidup barunya disana, Sama-sama saling melupakan cinta dari masa lalu mereka yang ternyata tidak mudah dilupakan jika masih sering bertemu, dan sering melihat orang yang mereka cintai.
Keduanya ingin membuka lembaran baru, menata hati yang sama-sama terluka, belajar untuk saling mencintai satu sama lain.
"Nanti akan kakek sampaikan ya!" Hardi sempat mencium baby Gala cicit tampannya, lalu bergegas fokus memperhatikan MC yang akan mengumumkan acara potong rambut yang akan segera dimulai.
*******
"Kesampean juga ya kakek punya cucu laki-laki, yang lahir dari rahim wanita tangguh seperti kamu nak, kakek bangga sekali." ujar Adiguna seraya memeluk Kinar sekali lagi sebelum ia benar-benar pulang, setelah acara selesai.
Begitupun dengan Oma Anita, Oma Indri dan Oma Sarah, tak henti-hentinya mereka bersyukur atas kelahiran baby Gala, yang membuat keluarga mereka semakin terasa hangat dan bahagia.
Tak banyak tamu yang hadir diacara ini, karena El sengaja tidak mengundang banyak orang untuk mempercepat waktu, terlebih ini adalah permintaan Kinar sendiri, karena ia tidak terlalu suka dengan keramaian.
__ADS_1
"Hallo ganteng, gendong om yuk!" Bian merentangkan kedua tangannya, namun ditepis pelan oleh Yoga.
"Kagak usah sok-sok an mau gendong bayi lo, entar jatoh berabe lagi, ck kemarin aja lo gendong boneka nya si Yasmin lo langsung gemeter gitu, bahaya tahu nggak?" ujar Yoga, yang membuat Bian terperanjat kaget.
"Anjirr, jan disamain lah beda! boneka adek lo itu kan kaya tuyul matanya serem, ketap-ketip lihatnya horor banget anjirr"
"Yang horor tuh mata elo!" Yoga menarik hidung Bian gemas.
"Anjir, tangan lo bau ikan cumi ngab," Bian menggosok-gosok hidung bekas sentuhan tangan Yoga.
"Sembarangan lo!"
"Lah terus itu bau apaan?"
"Pindang!"
"Ck Sia lan!"
"Eh_" ucapan Yoga terhenti saat kehadiran seseorang yang tengah berjalan menghampirinya sembari membawa kado yang berbentuk sangat besar.
Yoga dan Bian saling pandang, mereka tahu pasti tentang permasalahan Yang tengah dialami kedua sahabatnya itu, El dan Frans memiliki hubungan yang tidak cukup baik, karena keduanya mencintai orang yang sama.
Sementara itu El menggeram kesal, memandang kesembarangan arah, menyetabilkan perasaan nya yang dipenuhi emosi.
Ia menghela nafas beberapa kali, berusaha agar lebih tenang, terlebih saat ini dirinya tengah menggendong buah hatinya.
"Selamat El, sekarang lo udah jadi Ayah." Frans mengulurkan tangan seraya tersenyum tulus.
El bergeming, dengan tatapan yang terlihat sangat tidak suka, membuat Frans menarik kembali tangannya yang sempat terulur.
"Anak lo cakep,"
"Gue harap lo selalu bisa menjaganya, mencintainya, segenap jiwa lo, sampai dia dewasa."
__ADS_1
"Thanks bro, selama ini lo udah menjaga Kinar dengan baik, dan gue rasa elo emang cowok yang tepat buat dia, gadis yang gue cinta selama beberapa tahun terakhir ini, gue sadar cinta tak harus memiliki, dan gue rasa ngelihat orang yang gue cinta bahagia, itu udah lebih dari cukup buat gue!" ujar Frans, lalu meletakkan kado yang dibawanya diatas kursi.
"Buat baby cakep!" lanjutnya memutar tubuh meninggakan mereka bertiga yang menatap nya dengan tatapan tak percaya.
TAMAT...
Hallo readers tercinta ππ
Selamat tahun baru πβΊ
Semoga di tahun ini kita semua selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang, rezeki yang berlimpah, serta selalu berada dalam lindungan-Nya..
Author mengucapkan banyak terimakasih kepada Readers tercinta, yang sudah berkenan membaca karya Author yang terbilang receh ini. πππ
Terimakasih yang sudah mengikuti cerita SAS s2 ini, dari awal sampai hari ini, Terima kasih untuk semua dukungan kalian selama ini, yang selalu memberi semangat Author setiap harinya.
Tanpa kalian semua, Author bukanlah apa-apa π
I love you so much, kalian luar biasa πππππ
Sampai bertemu di season selanjutnya...
....
...
Dan jika berkenan, mampir ke karya Author yang satu ini ya, terimakasih π₯°π₯°π₯°
..
...
__ADS_1