Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Resepsi Pernikahan 2


__ADS_3

You're just too good to be true


Can't take my eyes off of you


You'd be like Heaven to touch


I wanna hold you so much


At long last, love has arrived


And I thank God I'm alive


You're just too good to be true


Can't take my eyes off of you.


Can't take my eyes off you_Frankie Valli.


Sorak sorai, serta tepung tangan kembali menggema didalam ruangan tersebut, ketika The Arcturusband membawakan lagu pertamanya.


Alby Orlando Arsenio, ayah dari 4 anak itu tampak antusias, menyanyi dengan raut wajah tanpa beban, sesekali mengarahkan mic nya kearah para tamu agar mereka ikut Bernyanyi, begitupun dengan kelima sahabatnya, Pandu, Danang, Ramon, Agil dan juga Benny, mereka tampak kompak dan tersenyum cerah, penuh semangat memainkan alat musik bagiannya.


Sementara Nada yang duduk disamping mempelai hanya bisa geleng-geleng kepala, sesekali tersenyum ketika ia mengingat saat-saat mudanya bersama Ando sang suami, sosok laki-laki penuh pesona, dan penuh cinta tentunya.


Masih ia ingat dengan jelas, ketika Ando sering menyanyikan lagu cinta untuk nya.


"Bang, gantian dong elo yang nyanyi," bisik Satria pada sang abang yang ikut tersenyum, seraya mengikuti ayahnya bernyanyi dikursi pengantinnya.


"Ck masa gue yang nyanyi, gue kan pengantinnya."


"Lah, apa masalahnya, ayah juga bapak hajatnya nggak masalah tuh dia yang nyanyi."


"Emang ya kalau ngomong sama lo tuh kagak ada ujungnya." ujar El seraya mendengus kesal, sedangkan Satria hanya memasang senyum jahilnya.


"Eh eh, seriusan nih bang, mau naik ke panggung,?" gumam Satria saat melihat kakak laki-laki nya itu mulai melangkah menuju panggung, dimana ayahnya baru selesai menyanyikan bait lagu terakhirnya.


"Mau nyanyi?" bisik Ando pada El yang kemudian mendekat, balas membisiki sang ayah sesuatu.

__ADS_1


Ando pun menghela nafas, lalu memandangi Sekeliling tamu undangan dihadapannya.


"Hadirin yang berbahagia, saya atas nama Alby Orlando Arsenio selaku ayah dari mempelai pengantin pria, ingin mengucapkan Banyak-banyak terimakasih kepada hadirin semuanya, yang sudah berkenan meluangkan waktunya untuk bisa hadir dalam acara resepsi Pernikahan putra Putri kami, ada pun hal yang akan disampaikan oleh putra Saya, selamat mendengarkan!" ujar Ando, seraya menyerahkan mic nya pada El yang berdiri disampingnya.


"Ehmm, selamat pagi semuanya!" El membungkukan tubuhnya sekilas, tersenyum pada seluruh jejeran tamu undangan, membuat beberapa gadis teman seangkatan serta adik kelasnya bersorak ria, Karena baru kali ini mereka melihat seorang El-syahki tersenyum cerah dengan penuh binar, menghiasi wajahnya.


"Terimakasih semuanya, sudah berkenan hadir dalam acara resepsi Pernikahan saya dan istri, disini saya ingin mengumumkan bahwa saya dan Kinar istri saya sudah menikah 7 bulan yang lalu, dan saat ini dia sedang mengandung buah cinta kami yang usianya genap 5 bulan, dan pernikahan kami terjadi murni atas kebersediaan kami, bukan karena sebuah kecelakaan." ujar El, dengan tatapan lembutnya yang terarah pada sosok gadis bergaun pengantin, yang juga tengah tersenyum menatapnya penuh cinta.


Tidak hanya teman-temannya yang merasa sangat terkejut, akan tetapi semua guru-guru El yang hadir disana, tampak tak percaya dengan apa yang baru saja El ucapkan.


Sama sekali tidak menyangka bahwa Ternyata El sudah menikah disaat ia masih berstatus pelajar SMA, namun tidak ada yang kecewa diantara mereka, justru mereka kini semakin kagum dengan sosok El.


"Satu lagi, disini saya akan mempersembahkan sebuah lagu untuk kalian semua."


El pun menoleh, kearah 5 sahabat sang ayah, memberitahukan mereka tentang lagu apa yang akan ia bawakan didepan seluruh para tamu undangan.


. ..


I'd climb every mountain


And swim every ocean


And fix what I've broken


Oh, 'cause I need you to see


That you are the reason


You Are The Reason_Calum Scott.


Prok.. prok.. prok.. prok!


Kembali tepukan meriah, terdengar begitu riuh, bahkan diantaranya banyak yang meminta El agar kembali menyanyikan sebuah lagu, untuk mereka.


"Selamat ya Kinar, semoga bahagia, lancar lahirannya ya!" ujar Jihan dengan nada gemetar, ada yang terasa menusuk bagian dirinya, saat mengetahui ternyata kini Kinar telah mengandung anak El, Laki-laki yang dipujanya selama ini.


"Makasih ya Ji." tanpa ragu Kinar memeluk gadis yang berstatus adik sepupunya itu, yang spontan membuatnya balas memeluk tubuh Kinar.

__ADS_1


Dan kini tatapan nya beralih pada El dengan mata berkaca-kaca, mengulurkan tangannya yang terlihat bergetar, sebagai ungkapan selamat.


"Selamat ya El, bahagia selalu!" ujar nya dengan wajah menunduk, merasakan hangatnya jabatan tangan El yang selama ini tak sekalipun rela menyentuhnya.


Sementara disebelah Jihan, Andra menatap Kinar dengan raut penuh luka, mata hitam itu menunjukan cinta yang begitu besar disana, Namun menit kemudian ia tersadar, bahwa semuanya tak dapat ia gapai, dan kini hati kecilnya mengingatkan, bahwa cinta tak harus memiliki, cukup melihatnya bahagia, maka ia pun akan ikut merasakan bahagia itu.


"Selamat ya," ujarnya dengan suara beratnya, yang kemudian dibalas anggukan, serta ucapan terimakasih dari Kinar.


"Terimakasih, Udah nyempetin waktu buat dateng kesini kak!" senyum tulus terpancar dari wajah Kinar, membuat Andra buru-buru mengalihkan pandangannya pada El, kembali memberikan ucapan selamat, Dan menepuk bahunya pelan, lalu bergegas kembali duduk ke kursinya masing-masing.


Berbagai ucapan selamat serta doa-doa untuk kebahagiaan, tak henti-hentinya mereka ucapkan pada sepasang mempelai, begitupun dengan Surya yang sejak tadi tak berhenti menangis memeluk putri satu-satunya itu.


Ada banyak yang ia sesali dalam hidupnya selama ini, ia merutuki atas kebodohan dirinya, yang terlambat menyadari bahwa Kinar adalah satu-satunya harta berharga miliknya yang nyata.


Adapun Adiguna Dan Anita, keduanyapun juga tak bisa untuk tidak menangis, berulang kali permohonan maaf mereka ucapkan pada Kinar, karena telah gagal segagalnya dalam urusan mencintai Dan mengasihi Kinar.


Begitu juga dengan Hardi, laki-laki tua penuh wibawa itu tidak merasa malu sama sekali, saat ia berulang kali mengusap matanya yang mengeluarkan cairan bening, yang membuat beberapa orang menatap nya penuh keheranan.


Sementara widia Dan juga Mira, beberapa kali mereka mendengus, menatap Kinar dengan tatapan sengit, karena sampai kini mereka belum rela bahwa Kinar, salah satu bagian dari keluarga mereka sebagai cucu Hardiantara.


"Itu si dewi mukanya kagak fokus gitu ya, Ck!"


"Maksud lo kagak fokus gimana sih Ga?" tanya Bian, yang kini mengikuti arah pandang Yoga.


"Elahh, lola emang lo, lo perhatiin Baik-baik tuh mukanya si dewi, tangannya aja yang setia megangin lakinya eh matanya Malah melototin si El terus, keknya itu bocah belum rela deh!"


"Sok tahu lo."


"Ck! Gue heran deh sama tuh cowok, kok mau-maunya gitu punya calon istri dewi ular begitu, gue jadi kebayang malam pertamanya entar, bisa-bisa dia di patuk, terus paginya berubah deh jadi pangeran ular."


"Hushhh, bisa banget lo ngatain orang, setidaknya dia itu masih laku gak kek elo jones, jomblo ngenes!"


"Eh jangan salah gue tuh bukannya kagak laku, tapi belum waktunya aja!"


"Ck sama aja!"


"Anjirrr, pala gue benjolan nih lama-lama!" mengusap-usap bekas toyoran Bian dikepalanya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2