Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
Pergi bareng Oma


__ADS_3

"Jangan lama-lama ya Oma perginya!" ujar El yang sudah menunjukkan raut khawatir terhadap istrinya.


"Terserah Oma dong, kan yang mau pergi Oma, bukan kamu!" balas Oma dengan Nada sinis, rencana nya pagi ini ia ingin mengajak Kinar menemaninya berkeliling di sebuah mall terkenal yang letaknya tidak jauh dari rumahnya, selain ia butuh refreshing ia juga membutuhkan waktu berdua bersama Kinar.


"Oma!" El menggeram kesal.


"Iya El iya, lihat tuh Nar suami kamu posesif banget kan?" lanjut Oma dengan nada mencibir.


"Yaudah Oma sama Kinar berangkat duluan ya, yang bener kamu sekolahnya!" ujar Oma sembari mengulurkan tangannya untuk disalami El.


"Hati-hati, jangan nakal ya, inget kamu punya aku!" ujar El saat Kinar hendak menyalaminya, yang kemudian diangguki Kinar sembari tersenyum manis kearahnya.


.... .....


Sebelum memasuki Mall, yang akan buka sekitar setengah jam lagi, Oma Sarahpun mengajak Kinar mampir terlebih dulu kedalam sebuah Cafe terdekat, memesan Croissant dan juga hot milk, untuk mengisi perutnya sebagai pengganti sarapannya pagi ini.


Ada banyak hal yang mereka obrolkan disaat berada di Cafe tersebut, terutama Kinar, ia pun menceritakan semuanya tentang ayahnya yang sudah menemukan nya, lalu meminta pendapat sang Oma tentang bagaimana caranya ia bersikap terhadap ayahnya.


"Kalau menurut Oma, Kinar berhak marah pada Surya ayah kamu, atas sikap, maupun perlakuannya terhadap kamu dimasa lalu, tapi satu hal yang harus kamu tahu nak, bahwa sebesar apapun kamu membencinya dia tetaplah ayah. kamu."


Kinar pun terdiam saat mendengar ucapan Oma yang memang benar adanya, karena seberapa ia membenci Ayah dan berusaha mengabaikannya, tetap saja ia tidak bisa menghindari kenyataan tentang status mereka, yaitu antara ayah dan anak, suatu ikatan yang tidak akan pernah ada kata putus atau berubah jadi kata mantan, mantan ayah dan mantan anak.


"Gimana hubungan mu dengan si El udah banyak kemajuan, si El nggak bikin ulah kan?"


"Semakin membaik Oma, El juga selalu perhatian sama Kinar."


"Syukur deh kalau begitu, Oma seneng banget dengernya, Oma itu sebenarnya was-was banget sama sikap si El takutnya dia nggak ngerti sama perasaan perempuan, soalnya kan dia belum pernah pacaran, nggak berpengalaman sama sekali."


"Terus gimana, kalian nggak ada niat menunda punya momongan kan?" lanjut Oma Sarah, yang seketika memunculkan rona merah di wajah Kinar, entah kenapa jika membahas yang berbau sensitif, Ia selalu merasa tersipu.


"Ng-nggak kok Oma, S-soalnya El emang mau punya anak secepatnya." balas Kinar, menggigit bibir bawahnya.


"Bagus dong, Oma jadi nggak sabar deh pengen nimang cicit, abisnya cucu Oma anaknya si Burhan sama Alea, walaupun dua-duanya anak perempuan, mereka tuh sampai sekarang belum ada pikiran buat nikah coba, lalu Oma bakalan berharap punya cicit dari siapa lagi kalau bukan dari si El kan?"


"I-iya Oma."

__ADS_1


****************


Setelah puas mengobrol keduanya pun melanjutkan niatnya untuk pergi ke mall, dan nyatanya tak hanya ke mall Oma Sarah mengajaknya ke beberapa tempat, yang sering ia datangi.


"Katanya beberapa hari lagi Kinar ulang tahun ya, gimana kalau Oma kasih hadiahnya dari sekarang?" tawarnya, saat keduanya kini sedang berada di sebuah mall.


"Nggak, nggak usah Oma, Kinar nggak butuh hadiah Apa-apa lagi kok, dengan Kinar di pertemukan dengan Oma dan juga seluruh keluarga Oma aja, itu merupakan hadiah yang sangat besar buat Kinar Oma, dan Kinar rasa semua itu tak ternilai harganya." ucap Kinar, yang seketika membuat mata Oma Sarah berkaca-kaca.


"Boleh Oma peluk kamu nak?" balas Oma Sarah, yang membuat Kinar sedikit kebingungan, namun detik kemudian ia segera merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sang Oma.


"Oma sayang sekali sama Kinar!" ucapnya dengan suara terisak, dan sesekali mengusap lembut rambut Kinar dengan penuh haru.


"Kinar juga sayang Oma!" balasnya, dan tanpa mereka sadari 2pasang mata dari arah yang tidak begitu jauh memperhatikan interaksi keduanya.


"Huhhf, nggak kerasa ya udah siang aja, si El bisa-bisa ngambek nih sama Oma, istrinya belum di pulangin sampai sesiang ini." ujar Oma Sarah sambil terkekeh, yang kini sudah berada di dalam mobil bersama Kinar dan juga sopir pribadinya, dalam perjalanan pulang.


Sedangkan Kinar hanya tersenyum canggung, bingung harus menjawab apa, karena ia sendiri pun sedang dilanda ketakutan, akan kemarahan El.


Saat mobil yang ditumpangi keduanya berhenti dihalaman rumah, diteras sana El tampak sedang duduk melipat kedua tangannya diatas dada, dengan raut wajah masam.


"Ck, kalian jalan-jalan ke mall, apa ngetrip sih?" sergah El ketika keduanya sedang berjalan kearahnya.


"Tap_"


"Udah udah ah, Oma mau langsung pulang aja, oh iya Kinar jangan lupa, yang Oma kasih tadi dipake ya nak!" ujar Oma dan memeluknya sebelum pergi.


"Iya Oma terimakasih banyak ya!" Kinar balas memeluknya


"Sama-sama sayang."


Oma Sarah pun bergegas pergi, setelah sempat menoleh kearah El dengan tatapan sebal, sedangkan Kinar yang melihat prilaku keduanya, hanya menggeleng-gelengkan kepala.


"Jadi tadi kemana aja?" tanya El mengekor dibelakang Kinar yang sedang menenteng 4 paper bag menggunakan tangan kiri dan tangan kanannya menuju kamarnya.


"Ke Cafe, mall, butik," balasnya tanpa menoleh.

__ADS_1


"Mana handphone kamu?" lanjut El saat Kinar sudah meletakkan paper bag yang dibawanya, dan sudah duduk ditepi ranjang.


"Buat apa?" tanya Kinar dengan kening berkerut.


"Aku mau lihat sebentar sayang!"


Meski bingung, akhirnya Kinar pun memberikan ponsel nya pada pada El.


"Nih!" El mengembalikan ponsel Kinar, setelah puas mengotak-atiknya selama beberapa menit.


"Kamu nyari apa sih El?"


"Nggak, cuma pengen lihat aja!"


"Nggak jelas banget deh El, terus kenapa kamu kok tumben nggak berangkat kerja?"


"Ck, mana bisa sih sayang aku berangkat kerja, kalau nggak ada yang nyemangatin." ujar El yang kini sudah memeluk tubuh Kinar dari samping, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kinar.


"Dulu sebelum ada aku kamu udah biasa kerja kan?


"Itu kan dulu yang, sekarang keadaan nya udah beda."


"Bedanya?"


"Ya bedanya, karena sekarang aku udah punya kamu."


Ck!


"Yaudah sekarang aku kan udah ada dirumah, terus apa lagi?"


"Semangatin dulu dong!"


"Yaudah semangat ya kerjanya suamiku sayang!" ujar Kinar memberi kecupan ringan di Bibir El, yang seketika membuat tubuhnya menegang.


Kinar tidak tahu efek dari perbuatannya, akan membuat El hilang kendali.

__ADS_1


.


.


__ADS_2