Suamiku Anak SMA 2

Suamiku Anak SMA 2
El dan Kinar


__ADS_3

El berdiri Dan memeluk tubuh Kinar dari belakang, "Entar malem nonton yuk!" bisiknya, yang membuat tubuh Kinar meremang seketika.


"K-kemana?"


"Bioskop."


"Sama siapa?"


"Kita berdua, emangnya harus sama siapa?"


"Euhmz, t-terserah kamu aja!" jawabnya gugup.


Sedangkan El hanya bergumam pelan, dengan posisi semula, memejamkan mata menikmati aroma Vanilla yang menguar dari tubuh gadis tersebut.


"El, ayo makan dulu!" Kinar berusaha melepaskan kedua tangan El yang melingkar di perutnya, lalu menyeretnya menuju meja makan.


"Siapa yang masak?" tanya El, sembari menarik kursi lalu mendudukinya, sedangkan Kinar sibuk mengambilkan nasi serta lauk pauk, lalu memberikannya pada El.


"Emang dirumah ini ada siapa lagi selain kita berdua?"


"Jadi, semuanya lo yang masak, emang bisa.?"


"Ihs, masak doang saya udah biasa kali El!" balas Kinar dan mulai mengunyah makanannya.


"Kalau masakan saya nggak enak, buang aja!"


El menatap piringnya yang berisi nasi putih, serta tumis dan juga ayam goreng yang terlihat menggugah selera, satu suap dua suap, dan seterusnya, tanpa berhenti, hingga seluruh makanan di piringnya tandas tak tersisa dalam waktu sekejap, membuat Kinar terperangah tak percaya.


"Mau nambah?"


"Boleh!" jawabnya bersemangat, El tidak menyangka, ternyata selain cantik, istrinya juga pandai memasak, dan Ia merasa sangat beruntung memilikinya.


..


Setelah makan siang, dan membersihkan dapur dari sisa-sisa kotoran bekas memasaknya tadi, kini Kinar pun mulai merasa sangat ngantuk, dan akhirnya tanpa sadar Ia pun tertidur diatas sofa di ruang tengah.


Sedangkan El yang melihat Kinar tertidur disana, langsung menghampirinya, dan berjongkok di samping istrinya.


El memandangi wajah cantik Kinar dalam diam, lalu Ia memegangi dadanya yang berdetak tak karuan, setiap kali memandangi wajah gadis tersebut, dan kini El mengaku kalah, bahwa dia benar-benar tidak bisa menyangkal lagi tentang perasaannya terhadap gadis itu.


Ia benar-benar sudah jatuh cinta, bahkan sangat dalam.


.........


"El yakin, mau nonton sekarang, kayanya diluar mendung deh, takutnya nanti hujan gimana?" Ujar Kinar sembari memandangi langit yang sudah gelap, karena memang hari sudah berganti malam, dan menunjukan pukul 18:47.


"Nggak bakalan hujan, percaya deh!" balasnya sembari mengenakan jaket jeans kesayangannya.


"Yaudah deh!" balasnya meski tak yakin, lalu ia pun menerima helm yang diangsurkan oleh El.


"Pegangan yang kuat!" ucapnya, menarik kedua tangan Kinar dan melingkarkan di atas perutnya.


...........


Sesampainya di bioskop yang terletak di lantai dua, di salah satu mall yang terkenal di Jakarta, El menyuruh Kinar untuk duduk disalah satu kursi yang tersedia disana, sedangkan El ikut mengantre bersama kebanyakan orang untuk membeli tiket masuk menonton.

__ADS_1


Ia sempat menawarkan Kinar, membeli cemilan popcorn serta minuman untuk dibawanya kedalam, namun Kinar menolak, karena menurut pengalaman Kinar, makanan nya tidak akan tersentuh, karena setelah filmnya dimulai fokusnya akan teralih kesana sepenuhnya.


Setelah mengantre hampir 15 menit, El pun berhasil mendapatkan 2 tiket Film yang bergenre romantis, dan mendapatkan kursi paling pojok, karena hanya itu yang tersisa, untuk jam tayang yang sekarang.


"Kamu sering nonton?"


"Nggak juga, tapi pernah beberapa kali bareng si Bian, sama si Yoga."


"Temen kamu?"


"Hmmm!" gumamnya, lalu menarik tangan Kinar memasuki ruangan bioskop, karena sebentar lagi filmnya akan segera di mulai.


Awalnya film yang Ia tonton terlihat biasa saja, namun ketika sepasang pemeran laki-laki Dan perempuan di film itu saling jatuh cinta, mendadak wajah Kinar bersemu merah, Ia sempat menoleh kearah El yang terlihat biasa saja, sedangkan beberapa penonton lain yang ia yakini adalah sepasang kekasih, tanpa rasa malu mereka saling menautkan bibir.


Meskipun diruangan tersebut digelapakan, tapi sinar remang-remang yang berasal dari layar Cinema dari depan, jelas memperlihatkan kegiatan apa saja yang sedang mereka lakukan.


"Ayok!" ucap El yang tiba-tiba saja berdiri.


"K-kemana?"


"Pulang!"


"Kok pulang, kan filmnya belum selesai?" tanya Kinar bingung.


"Disini gerah!" balasnya, dan segera menarik tangan Kinar untuk keluar meninggalkan gedung bioskop tersebut.


Gerah dari mananya, padahal didalam sana sangat dingin, bahkan ia sendiri yang sudah memakai baju panjang, serta dibalut jaket jeans milik El pun, hawa dingin yang berasal dari AC tersebut masih begitu terasa, lalu El yang hanya menggunakan baju lengan pendek bilang, ia merasa kegerahan, bagaimana bisa? gerutu Kinar dalam hati.


"Tuhkan El, saya bilang juga apa, pasti hujan kan?" keluh Kinar menunjuk kearah depan mall yang sedang turun hujan lebat.


"Yaudah sambil nunggu hujan reda, kita cari makan dulu!" Ujar El, yang kembali menarik tangan Kinar agar mengikutinya.


"Kok banyak banget sih El makanannya, kamu yakin mau ngabisin itu semua?" ucap Kinar tak percaya.


"Kan elo yang bakal Bantu ngabisin!" jawabnya santai, dan mulai memotongi Steak dihadapannya, lalu memberikannya pada Kinar.


"Saya masih kenyang El." keluh Kinar.


"Lo tetap harus makan, karena kerjaan lo sekarang bukan cuma di Cafe,"


"M-maksud kamu?"


"Gue bakal ngasih lo kerjaan tambahan, lebih tepatnya dikerjain sih!" balasnya sambil terkekeh pelan.


"Apaan sih nggak jelas banget!"


"Lo itu kayanya nggak bakalan ngerti kalau cuma dengan kata-kata doang,"


"Terserah kamu aja!" balasnya dengan nada suara yang terdengar kesal.


"Nar?"


.


"Hmmm!"

__ADS_1


"Kalau makan tuh yang bener, belepotan mulu kaya anak kecil!" ucapnya sembari mengusap bibir Kinar dengan ibu jarinya, dan sontak membuat Kinar mengerjap lucu, dengan wajah bersemu merah.


....


Setelah memastikan hujan telah reda, El dan Kinarpun memutuskan untuk segera pulang.


Sesampainya dirumah, Kinarpun segera mengganti bajunya yang sedikit basah akibat terkena gerimis kecil, sisa hujan lebat tadi.


Begitupun dengan El, yang mengganti kaos birunya dengan kaos putih polos yang baru saja diambilnya dari dalam lemari.


"Nar?" ucap El, sembari menghampiri Kinar yang sedang menyiapkan pakaian kerjanya untuk esok hari, seperti biasa.


"El_"


Ucapannya terhenti, kala merasakan sepasang tangan yang kekar dan hangat melingkar diatas perutnya.


"Lo tahu nggak, tugas seorang istri itu apa aja?" bisiknya, sembari meniup pelan telinga Kinar, yang menciptakan gelenyar aneh bagi gadis itu.


"T-tahu!"


"Apa aja!" lanjutnya, semakin menenggelamkan kepalanya di leher gadis itu.


"T-aat dan patuh pada suami!"


"Terus?" El menggigit pelan ujung telinganya.


"Me-melayani s-suami!" balasnya dengan suara lirih dan sedikit tergagap.


"Jadi, gue boleh dong minta hak gue sekarang!"


Deg!


Tubuh Kinar membeku seketika, apa yang ia takutkan selama ini benar-benar terjadi, ia memang sudah berencana menyerahkan harta berharganya untuk El, tapi sama sekali tidak menyangka akan terjadi secepat ini, disaat dirinya belum memiliki kesiapan sama sekali.


Haruskah ia menyerahkannya sekarang.


Merasa tak ada pergerakan El pun membalikan tubuh Kinar hingga berhadapan dengannya.


Tangannya terangkat mengelus pipinya lembut, lalu memiringkan wajah untuk kemudian menyatukan bibirnya, dan juga bibir Kinar, dalam sebuah pagutan yang penuh kelembutan.


Jantung Kinar semakin berdetak tak karuan, saat El membaringkan tubuhnya diatas ranjang.


Seluruh tubuhnya memanas, dengan darah yang berdesir hebat, dari ujung kaki hingga ujung kepalanya, terlebih saat El menenggelamkan diri dibawah selimut, untuk menjelajahi setiap inci tubuh Kinar yang mulai meremang, dan membuatnya Frustasi.


Malam ini El terlihat begitu sangat berbeda dimata Kinar, tidak lagi terlihat datar, ataupun bergaya layaknya seorang remaja SMA seperti biasanya, malam ini ia seolah-olah ingin menunjukan keperkasaannya sebagai seorang laki-laki dihadapannya.


"El?" Kinar menahan dada El, yang sudah polos tanpa sehelai benangpun, dengan sorot mata penuh kekhawatiran.


"Aku akan pelan-pelan!" bisiknya, seolah mengerti arti dari tatapan tersebut.


Tetesan air bening mulai jatuh membasahi kedua pipi Kinar, ketika El berhasil menerobos gawang pertahanan miliknya.


Sedangkan El, di sela desahannya yang tertahan, tak berhenti memujinya dengan kata "Kamu sangat cantik, cantik banget!"


Bagi kebanyakan orang, malam ini terasa begitu sangat dingin, dikarenakan hujan yang turun semakin lebatnya, tetapi tidak bagi dua insan yang sedang di mabuk Asmara itu, El dan Kinar, yang kini tengah berkeringat basah, akibat aktifitas panasnya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2