
"Kom ... emm Kompor! eh maksudnya Kokom, Komariyah!" ujar wanita bernama Juleha setelah mengamati wajah bu Kokom beberapa menit.
Kedua wanita paruh baya tersebut berpelukan seperti kartu jaman dulu, Teletubbies. Suara kedua wanita tersebut menggema di dalam warung hingga membuat pria muda yang datang bersama bu Juleha memundurkan tubuhnya. Ia heran menatap kedua wanita yang sedang bernostalgia itu.
"Yaampun Leha! akhirnya kita bisa bertemu setelah berpuluh-puluh tahun kita terpisah!" ujar bu Kokom setelah mengurai tubuhnya.
"Iya nih, Kom! semenjak aku kerja ke Bali, kita tidak lagi berkomunikasi ya. Jaman dulu kan gak canggih seperti sekarang, bisa WA dan pidio coll!" ujar bu Leha sambil menepuk lengan bu Kokom beberapa kali.
Kedua wanita tersebut berbincang-bincang membahas kenangan di masa lalu. Bu Leha tertawa lepas ketika mendengar cerita bu Kokom setelah beliau berangkat ke Bali. Keduanya asyik hingga lupa bahwa ada sosok tampan yang berdiri di dekat pintu warung.
"Leha, si Kasep ini siapa? uluh ... uluh ... seperti orang bule pisan!" puji bu Kokom setelah mengamati wajah tampan yang ada di belakang bu Leha.
"Aduh sampai lupa!" bu Leha menepuk keningnya, "Sini!" bu Leha melambaikan tangan agar putranya mendekat.
"Ini anak semata wayangku, kalian lebih baik kenalan dulu!" ucap bu Leha seraya menatap putranya dan bu Kokom bergantian.
Putra bu Juleha menjabat tangan bu Kokom, tak lupa ia mengecup punggung tangan tersebut sebagai penghormatan kepada teman Mami nya itu.
"Saya Geraldi, Bu!" ucap pria tersebut dengan diiringi senyum yang merekah, "Ibu bisa memanggil saya Geral atau Al," lanjut Geral.
"Aduh ... aduuuh ... sopan pisan si Kasep ini!" puji bu Kokom setelah melihat tingkah laku Geral, "Pengen aku jadiin menantu saja ih!" celetuk bu Kokom tanpa sadar.
"panggil saya dengan bu Kokom saja! saya ini temennya ibu kamu saat bekerja di rumah makan dulu, kita itu hmmm ...." ujar bu Kokom seraya menautkan kedua jari kelingking nya sebagai simbol persahabatan.
__ADS_1
"Ayo kita masuk ke ruang tamu saja, biar bisa ngobrol dengan leluasa!" ajal Bu Kokom seraya meraih tangan bu Leha.
"Tapi mobil saya ada di sana, Bu!" Geral tampak ragu untuk masuk bersama ibunya.
"sudah biarkan saja, nanti suami saya pasti kesini kalau sudah selesai! sok atuh masuk saja, nanti saya buatkan minum spesial!" bujuk bu Kokom.
Geral akhirnya mengikuti langkah kedua wanita yang sedang berbincang tersebut karena tidak enak hati kepada bu Kokom. Ia mendaratkan tubuhnya di sisi bu Leha.
"Kom, itu anak-anakmu?" tanya bu Leha setelah melihat foto keluarga berukuran besar yang ada di ruang tamu.
"iya, Leha! aku punya dua putri. Nah itu yang di sebelah Kanan namanya Yulia, sudah menikah dan yang di sebelah kiri namanya Shasa, dia baru selesai kuliah tahun lalu," ucap bu Kokom sambil menunjuk foto yang di maksud bu Leha.
"oooh ... cantik-cantik ya putrimu!" puji bu Leha sambil mengangguk-angguk kepalanya.
"kamu jadi menikah dengan pegawai pabrik elektronik itu kah?" tanya bu Leha setelah teringat kisah asmara bu Kokom dulu.
Bu Kokom tersipu setelah mendengar pertanyaan tersebut dari bu Leha, beliau teringat kenangan manis saat pacaran dengan pak Cipto pada jamannya, "iya, aku menikah dengan Kang Cipto. Ternyata kamu masih inget aja!" ujar bu Kokom.
Obrolan berlangsung lama hingga bu Kokom lupa membuatkan minum tamunya itu. Beliau sibuk bertanya kemana kah bu Juleha selama ini. Bu Kokom membekap mulutnya setelah mengetahui jika bu Leha menikah dengan seorang bule yang terdampar di Bali.
"Jadi putramu benar-benar keturunan orang luar negeri?" bu Kokom meyakinkan apa yang beliau dengar dari bu Leha, "pantesan tampan seperti orang luar negeri, putih pisan kulitnya!" ucap bu Leha tanpa berkedip saat memandang wajah Geral.
Geraldi Massio, seorang pria yang lahir di Bali, sekolah di Surabaya dan besar di Bandung. Geral berusia sekitar dua puluh sembilan tahun dan belum menikah. Geral sendiri termasuk golongan pria good looking, itu semua karena sang Ayah seorang bule dari benua Amerika. Ketika Geral berusia lima tahun, kedua orangtuanya memutuskan untuk menetap di Surabaya. Sayangnya, di saat Geral lulus SD, ia harus kehilangan sang Ayah untuk selamanya. Bu Juleha akhirnya kembali ke Bandung, beliau membawa Geral tinggal bersama kedua orang tuanya.
__ADS_1
"duh, kasian sekali kamu, Leha! aku jadi sedih!" ucap bu Kokom dengan mata yang berembun.
"Tapi ... aku penasaran! kok bisa kamu menikah dengan orang luar negeri?" tanya bu Kokom.
"Dulu saat di Bali, aku kan jadi tukang pijit di pinggir pantai. Nah dari situ aku mulai kenal suamiku yang sedang liburan!" ucap bu Leha dengan bangga.
Bu Kokom segera berdiri dari tempat duduknya setelah teringat jika belum membuatkan minum untuk bu Leha dan putranya. Beliau segera ke warung untuk membuatkan minuman spesial seperti yang dijanjikan.
"Geral! coba lihat foto gadis itu!" ujar bu Leha seraya menatap foto Shasa saat wisuda, "dia cantik bukan? Mami rasa gadis itu lebih baik dari si Eren!" ujar bu Leha seraya menatap Geral.
"Mami!" Geral tidak terima jika bu Leha membandingkan mantan tunangannya yang kabur itu.
"Mami mau mengurungkan niat Mami menjodohkan kamu dengan putrinya si Elis! setelah ini kita pulang saja!" ucap bu Leha yang berhasil membuat Geral tersenyum penuh kemenangan.
Setelah rencana pernikahannya gagal karena wanita bernama Eren itu kabur bersama duda kaya, Geral mengalami patah hati. Rasa cintanya terlalu dalam hingga tak mampu melupakan pesona gadis itu, padahal batalnya rencana pernikahan itu sudah berlalu setahun yang lalu.
Bu Juleha sendiri kesal melihat putranya sering murung dan marah-marah tak jelas setelah kejadian itu. Berbagai cara sudah bu Leha lakukan untuk membuat putranya kembali tersenyum tapi semua itu tak membuahkan hasil. Pada akhirnya, bu Leha frustasi dan berniat menjodohkan Geral dengan anak kerabat yang ada di kota lain agar Geral bisa melupakan Eren.
Bunuh diri. Ya, itu lah ancaman yang sempat diucapkan bu Leha saat Geral menolak perjodohan yang sudah bu Leha rancang dengan rapi. Biar bagaimanapun, Geral sangat menyayangi Mami nya tersebut dan karena takut ancaman bu Leha itu terjadi, akhirnya Geral mengikuti kemauan Maminya seperti saat ini. Sebenarnya mereka berdua akan pergi ke rumah kerabat yang di maksud bu Leha untuk menjalankan misi kebahagiaan Geral di masa depan. Namun, karena ban yang bocor membuat bu Leha mengurungkan niatnya.
"Tapi Mami akan menjodohkan kamu dengan putrinya Kokom saja! sepertinya dia gadis yang baik dan gak matre seperti Eren!" ujar bu Leha yang membuat Geral terkejut bukan main.
🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️🌹
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷🌷...