
"Di mana Mami menyembunyikan Shasa?" tanya Geral saat menemui bu Juleha di ruang keluarga. Maminya itu sedang menyaksikan sinetron di salah satu chanel TV nasional.
"Rahasia!" jawab bu Juleha tanpa menatap putranya, beliau sibuk menyaksikan akting aktor Indonesia kesayangannya.
Geral mengusap wajahnya kasar setelah mendengar jawaban bu Juleha. Sudah tiga hari ini wanita yang telah melahirkannya itu menyimpan rahasia tentang keberadaan Shasa. Rasa sepi membuatnya ingin menjemput wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu.
"Oke, Geral mengaku kalah, Mi!" ucap Geral setelah beberapa menit terdiam.
"Geral janji akan memperlakukan Shasa dengan baik! Jadi, tolong beritahu Geral di mana Shasa saat ini, Mi!" Geral meraih tangan bu Juleha, digenggamnya dengan erat telapak tangan yang halus itu.
Senyum penuh kemenangan terlihat jelas dari bibir bu Juleha. Inilah hal sangat ditunggu bu Juleha sejak beberapa hari ini. Misi beliau meluluhkan pendirian Geral akhirnya membuahkan hasil. Putranya itu mau mengakui kesalahannya sendiri.
"Memang kalau kamu tahu keberadaan Shasa, kamu mau apa?" tanya bu Juleha seraya menatap Geral dengan tajam.
"Geral akan menjemputnya saat ini juga! Geral terlanjur nyaman hidup bersama Shasa, Mi!" jawab Geral dengan wajah penuh harap.
Setelah menimbang dan memikirkan dengan matang, akhirnya, bu Juleha memberitahu di mana keberadaan Shasa. Beliau memberitahu Geral apa saja yang harus ia sampaikan nanti saat mertuanya bertanya sesuatu tentang dirinya. Tentu saja itu semua adalah skenario yang disusun bu Juleha dan Shasa saat itu.
"Awas saja kalau sampai kamu mengulang kesalahan untuk yang kedua kali! Mami pastikan kamu tidak akan pernah melihat Shasa lagi!" ancam bu Juleha seraya menatap Geral dengan tatapan tajamnya.
Setelah mendengarkan tausiah dari maminya, Geral segera beranjak dari tempatnya. Ia mengayun langkah menuju kamar untuk mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian santai. Tanpa makan malam, Geral pun segera berangkat ke rumah mertuanya. Perjalanan panjang siap ditempuh Geral untuk menjemput sang istri.
__ADS_1
Menjalani hari-hari sepi tanpa kehadiran Shasa membuat Geral sadar betapa berartinya wanita itu. Apalagi setelah mendengar cerita panjang dari sang Mami, hal itu berhasil merubah penilaiannya tentang Shasa. Justru saat ini Geral merasa bersalah karena belum memberikan apapun kepada Shasa. Kewajibannya sebagai seorang suami telah dilalaikan begitu saja.
Malam semakin merangkak naik, rasa kantuk mulai menyerang. Semua itu harus Geral lawan karena perjalanan masih panjang. Rasa lelah seakan menjadi nomor dua kala keinginan menjemput istri sudah menggebu.
"Shasa, semoga kamu mau diajak kembali ke rumah," gumam Geral dengan pandangan lurus ke depan.
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Geral sampai juga di depan warung mertuanya. Ia segera keluar dari mobil dan kini menantu pak Cipto itu berdiri di depan pintu warung.
"Bagaimana caraku masuk?" gumam Geral. Ia mencoba mencari pintu masuk rumah mertuanya selain dari pintu warung. Geral berjalan ke samping warung dan pandangan matanya menangkap sebuah pintu di sisi tersebut.
Berkali-kali Geral mengetuk pintu tersebut, tak lupa dia memanggil nama Shasa agar sang pemilik rumah segera membukakan pintu. Satu menit kemudian, terdengar suara putaran kunci yang dibuka dari dalam.
Geral menjabat tangan pak Cipto, ia mengecup punggung tangan itu sebagai bentuk penghormatan yang semestinya, "maaf Yah, saya datangnya larut malam. Setelah dari luar kota, saya langsung kesini," ucap Geral sesuai dengan yang diajarkan oleh bu Juleha.
"ya sudah, kamu langsung istirahat saja, Nak! kamu pasti lelah," ucap pak Cipto setelah mengunci pintu samping. Beliau mengantar Geral sampai di depan kamar Shasa.
Ceklek ....
"masuklah, Nak! semoga kamu nyaman tidur di sini," ucap pak Cipto setelah membuka pintu kamar Shasa untuk menantunya.
"Terima kasih, Yah," ucap Geral sebelum pak Cipto berlalu dari hadapannya.
__ADS_1
Senyum Geral mengembang sempurna kala melihat sosok yang selama ini dirindukannya itu. Ketenangan terlihat jelas di wajah cantik yang sedang terlelap. Setelah menutup pintu kamar, Geral melangkah menuju ranjang Shasa.
"Aku merindukanmu, Sha! aku tahu, mungkin kita belum merasakan apa itu cinta tapi aku merasa nyaman ada di dekatmu," ucap Geral dengan pandangan yang tak lepas dari wajah Shasa.
Setelah puas memandang wajah sang istri, akhirnya, Geral merebahkan tubuh di sisi Shasa. Ia mendekap tubuh yang bersembunyi di balik selimut tebal itu. Tangan Geral mengusap rambut hitam itu dengan sejuta rasa yang ada.
Usapan lembut itu ternyata berhasil mengusik tidur nyenyak Shasa. Drama ketidakpercayaan sempat terjadi. Wajah shock Shasa terlihat jelas ketika melihat kehadiran Geral di kamarnya.
Niat hati ingin segera tidur tapi kenyataannya tidak bisa. Geral kembali membuka kelopak matanya kala merasakan sapuan lembut di rahangnya. Rasa lelah membuatnya enggan untuk melakukan apapun malam ini.
"Tidurlah, Sha! aku lelah, jangan buat aku menerkammu di sini!" ucap Geral seraya menenggelamkan wajah Shasa di dadanya.
"Good night, Ge!" ucap Shasa dengan suara yang lirih.
Rasa nyaman dari dekapan Geral, membuat Shasa menutup kelopak matanya lagi. Guling yang dirindukan kembali hadir dalam malam yang dingin dan sunyi. Rasanya, kehampaan yang pernah ada perlahan menghilang bersama waktu yang terus berlalu.
🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍 maap ya, upnya gak teratur😭 kasih komentar dong biar othornya semangat😂😎
...FB: Titik Pujiningdyah || IG: @tie_tik...
...🌷🌷🌷🌷...
__ADS_1