Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Tukar cincin,


__ADS_3

Tiga minggu kemudian ....


Warung kopi bu Kokom telah berubah menjadi ruangan penuh dekorasi. Tembok putih kecokelatan yang biasa mewarnai warung tersebut, kini tertutup kelambu berwarna putih. Dua kursi putih untuk kedua calon mempelai pun sudah berjajar rapi di sana.


Semua orang sibuk mempersiapkan diri untuk meyambut tamu yang akan datang pukul sepuluh nanti. Semua hidangan sudah siap di tempat masing-masing. Keluarga dari bu Kokom dan pak Cipto pun sudah hadir sejak tiga puluh menit yang lalu.


"Wah ... cantik banget kamu, Sha!" Yulia tak mengedipkan mata setelah melihat Shasa di dalam kamar.


"Pasti dong! siapa dulu MUA nya!" ujar pria cantik yang sedang membenarkan rambut Shasa.


Setelah menunggu Shasa selama beberapa menit, akhirnya Yulia bisa melihat penampilan sempurna Shasa pagi ini. Sekali lagi ia berdecak kagum saat melihat pakaian yang dipakai oleh Shasa—pemberian dari bu Juleha.


Atasan brukat berwarna peach yang dipadukan dengan jarik cokelat bermotif senada membuat tubuh ramping Shasa terlihat lebih indah. Make-up flawwes membuat wajah cantik itu semakin terlihat cantik. Sempurna.


Detik demi detik telah berlalu. Penunjuk waktu berada di angka sepuluh lebih lima belas menit. Rombongan keluarga bu Juleha telah hadir di sana. Sosok pria yang memakai kemeja senada dengan warna jarik yang dipakai oleh Shasa, masuk bersama bu Juleha. Semua seserahan di serahkan kepada keluarga bu Kokom sebelum para tamu duduk di tempat yang sudah disediakan.


Geral menatap satu persatu keluarga calon mertuanya untuk mencari calon istrinya. Namun, ia belum menemukan wanita yang mirip dengan foto yang dipakai Shasa sebagai profil di media sosial.


"calon istriku yang mana, Mi?" tanya Geral kepada bu Juleha dengan suara yang lirih.


"nanti kamu pasti tahu. Mungkin masih diumpetin sama keluarganya!" jawab bu Juleha tanpa berpikir panjang.


Suara MC yang bertugas memandu jalannya acara mulai terdengar di sana. Tak ada satupun yang bersuara hingga sampailah di acara puncak. Tukar Cincin. Akhirnya, Shasa keluar dari tempat persembunyiannya, ia berjalan bersama bu Kokom dan pak Cipto menuju tempat yang sudah disediakan.


Shasa tertegun melihat sosok pria yang memakai pakaian senada dengannya. Ia kagum pada sosok yang berdiri di sisi bu Juleha. Postur tubuhnya yang gagah berhasil membuat Shasa meleleh. Suami idamannya selama ini sudah berdiri di depannya walau tidak sekeren jamie dornan.

__ADS_1


"Rasanya, aku pengen pingsan!" gumam Shasa dalam hatinya. Ia tak berkedip karena terpana dengan pesona Geral.


Geral pun demikian, ia tidak menyangka jika penampilan Shasa saat ini jauh berbeda dengan foto yang ada di media sosial. Senyumnya mengembang saat kedua manik itu bersirobok dengan Shasa. Apa yang diucapkan Maminya ternyata benar, Shasa lebih cantik dari Eren.


Shasa menundukkan kepala saat Geral meraih tangannya. Cincin emas yang tempo hari dibeli di sebuah pusat perbelanjaan telah tersemat di jari manis Shasa. Tak lama setelah itu Shasa pun melakukan hal yang sama, ia menyematkan cincin di jari manis Geral. Jujur saja, saat ini Shasa sangatlah gugup, telapak tangannya terasa dingin karena debaran di dada yang tak beraturan.


Suara riuh para tamu membuat Shasa mengalihkan pandangan. Beberapa sorot flash kamera tengah mengabadikan momen sakral yang sedang berlangsung saat ini.


"Geral, pasangkan ini di leher dan di tangan calon istrimu!" ucap bu Juleha saat menyerahkan kotak bludru berwarna merah kepada Geral.


Shasa tidak menyangka jika bu Juleha memberikan dua perhiasan lagi. Sebuah kalung dan gelang emas telah dipasangkan Geral di leher dan tangannya. Shasa benar-benar bahagia hari ini. Sekali lagi ia seperti mendapat sebuah kejutan dari Sang Pencipta.


Geral tak melepaskan pandangannya dari leher mulus Shasa saat memasang kalung di leher Shasa. Pikiran kotor tiba-tiba saja hadir dalam pikirannya. Ingin rasanya ia menggigit leher itu dan meninggalkan bekas merah di sana.


Sepasang calon pengantin itu akhirnya duduk di tempat yang sudah disediakan. Tak ada sepatah kata pun yang mereka ucapkan. Shasa hanya menundukkan kepala selama acara tersebut berlangsung.


Beberapa puluh menit kemudian, acara akhirnya selesai. Kini tibalah saatnya menikmati hidangan yang sudah disediakan. Shasa bingung harus bagaimana, haruskah ia menawari Geral ataukah hanya diam saja? Karena sampai acara berakhir mereka tak mengucapkan apapun.


"eemm ... kamu mau aku ambilkan makan?" akhirnya Shasa memberanikan diri bertanya kepada Geral. Ia menatap calon suaminya itu dari samping, rahang kokoh itu terlihat indah di mata Shasa.


"boleh!" jawab Geral seraya menatap Shasa sekilas.


Sedikit rasa kesal mulai menggelitik di hati Shasa. Ia berharap jika Geral akan bersikap manis kepadanya. Namun, pria yang mirip bule itu sepertinya sedang mengirit suara.


"Ngirit banget ngomongnya! jangan-jangan dia sakit amandel!" gerutu Shasa setelah meninggalkan Geral, ia membawa dua piring kosong ke tempat hidangan disediakan.

__ADS_1


...💠💠💠💠💠...


Cuaca hari ini memanglah panas tapi semua itu tak sebanding dengan panasnya hati seorang gadis yang sedang marah di kamarnya. Luna. Gadis itu beberapa kali mengumpat setelah melihat beberapa akun yang menandai pacebook Shasa dengan foto dan video saat tukar cincin.


"ih, kenapa aku bisa kalah sama dia!" teriak Luna di dalam kamarnya.


Wajahnya semakin merona karena emosi yang menguasai diri. Ia tidak terima melihat Shasa tersenyum bahagia apalagi setelah melihat wajah calon suami musuh bebuyutannya itu. Sejauh ini Luna belum punya kekasih karena ia termasuk gadis yang sombong. Beberapa pria yang pernah mendekat pun langsung ditolak mentah-mentah. Bagaimana pun, ia tetap akan mengejar Burhan karena ia berambisi untuk menjadi istri orang nomor satu di daerah tempat tinggalnya.


"Aa Burhan kapan sih suka sama aku! kenapa Shasa terus yang dikejar!" Luna menghentakkan kakinya karena teringat saat Burhan memperhatikan Shasa.


Luna semakin meradang setelah membaca postingan terbaru dari Shasa. Ia ingin sekali datang ke rumah Shasa dan melabrak musuh bebuyutannya itu. Luna merasa tersindir dengan caption yang ditulis oleh Shasa saat mengunggah fotonya saat tersenyum manis di dekat seserahan yang sangat banyak.


Hay apa kabar kamu yang selalu membully ku? Jangan iri loh setelah melihat postingan ini😝 apa perlu aku memanggil pemadam kebakaran untukmu, wahai gadis berdempul tebal! aku takut kamu terbakar karena iri🤣 tunggu undangan dariku, Zheyenk😎


"Shasa!!" teriak Luna setelah meletakkan ponselnya di atas ranjang. Ia segera keluar dari kamar dengan bibir yang tak henti komat-kamit seperti seorang paranormal yang membaca mantra.


Langkah Luna harus terhenti di teras rumah saat melihat ada Burhan yang sedang berbincang dengan ibunya di halaman rumah. Luna menaikkan satu alisnya karena penasaran untuk apa Burhan datang ke rumah.


"Aa! kenapa tidak masuk?" teriak Luna hingga membuat Burhan dan mamanya mengalihkan pandangan ke arahnya.


🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍🌹


...FB: Titik Pujiningdyah || IG: @tie_tik...


...🌷🌷🌷🌷🌷...

__ADS_1


__ADS_2