Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Menunggumu pulang,


__ADS_3

Langit berubah petang kala sang surya kembali ke singgahsananya. Gemerlap bintang mulai hadir menghiasi langit gelap yang terbentang luas. Suasana di ruang makan yang ada di rumah bu Juleha terasa sunyi sepi. Ketiga orang tersebut sedang makam malam tanpa mengeluarkan suara.


Raut bahagia terlihat jelas di wajah bu Juleha, entah alasan apa yang membuat beliau tak henti mengembangkan senyum. Semua itu berbeda sekali dengan anak dan menantunya. Geral menampilkan ekspresi datar sedangkan Shasa terlihat biasa saja, hanya sesekali ia melirik Geral yang sedang mogok bicara dengannya sejak tadi siang.


"Mi, Geral mau keluar sebentar!" ucap Geral saat berdiri dari tempat duduknya.


"ajak istrimu! jangan pergi sendiri!" ujar bu Juleha seraya menatap Geral.


"tidak bisa, Mi! Geral ada urusan sebentar!" tolak Geral seraya menatap manik hitam bu Juleha.


Shasa hanya diam seraya menatap Geral dengan lekat. Ia bingung sebenarnya apa yang terjadi kepada suaminya itu, "Shasa sedang tidak ingin keluar, Mi. Shasa di rumah saja tidak masalah kok," jawab Shasa seraya mengembangkan senyum yang sangat manis kepada ibuk mertuanya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Geral berlalu dari ruang makan. Ia membiarkan bu Juleha mengeluarkan segala rangkaian kata untuknya. Nongkrong di salah satu cafe yang ada di dekat daerah kompleknya jauh lebih baik daripada harus di rumah.


"Mi, Shasa ke kamar dulu ya," pamit Shasa setelah selesai menikmati makan malam.


"iya, silahkan saja!" jawab bu Juleha dengan pandangan yang tak lepas dari Shasa, "maafkan Geral ya, dia memang sering keluar kalau malam," ucap bu Juleha saat menggenggam tangan menantunya itu.


"tidak masalah kok, Mi. Shasa paham!" jawab Shasa sebelum berdiri dari tempatnya.


Setelah menaiki satu persatu anak tangga akhirnya Shasa sampai di kamar. Ia menghempaskan diri di atas ranjang seraya menatap langit-langit kamar yang terlihat mewah itu. Rasa rindu kepada keluarganya semakin membuncah di dada. Shasa merasa kesepian di rumah ini, rumah yang sepi tanpa gelak tawa.


"Sebenarnya Geral kenapa, ya?" gumam Shasa setelah melihat perubahan sikap yang ditunjukkan suaminya.

__ADS_1


"apa mungkin dia bertemu dengan mantan pacarnya? eh, sepertinya gak mungkin! kan pacarnya kabur," gumam Shasa lagi.


Setelah berpikir dan tidak menemukan jawaban, akhirnya Shasa bangkit dari ranjang. Ia mengambil laptop yang tersimpan di almari untuk melanjutkan karyanya yang sempat mangkrak karena beberapa hari yang lalu sibuk menjadi ratu.


"lebih baik aku menghalu daripada memikirkan hal yang tidak pasti!" gerutu Shasa saat meletakkan laptopnya di meja rias.


Jari jemari itu bergerak lincah di atas keyboard laptop saat otaknya mulai traveling. Shasa mencoba untuk menulis adegan suami istri dalam karyanya. Namun, setelah selesai ia malah menghapus hasilnya.


"duh, kaku banget sih! kenapa gak sebagus karya-karya orang lain!" Shasa mengerucutkan bibir dengan pandangan yang tak lepas dari layar laptop.


Setelah mood nya kembali bagus, Shasa melanjutkan kegiatannya. Ia kembali menulis cerita romantis dengan gaya nya sendiri. Bibir itu tidak berhenti tersenyum ketika membayangkan dirinya ada di dalam novel tersebut.


Detik demi detik telah berlalu, satu naskah telah diselesaikan oleh Shasa tepat di saat penunjuk waktu berada di angka sebelas malam. Rasa kantuk mulai melanda diri Shasa. Namun, ia teringat jika saat ini Geral belum pulang. Pesan yang ia kirim pun belum dibaca oleh Geral.


"kemana sih kamu, Ge?" tanya Shasa saat menatap layar ponsel yang sedang menampilkan panggilan keluar.


Satu menit ... dua menit ... sepuluh menit dan akhirnya Shasa menunggu Geral selama enam puluh menit. Suaminya itu tak kunjung pulang sampai film yang dilihat Shasa di ponsel selesai.


"duh! kemana, sih!" gerutu Shasa dengan bibir yang mengerucut setelahnya.


Mungkin karena lelah, Shasa akhirnya memutuskan berbaring di sofa tersebut. Tatapannya tetap pada layar ponsel yang menyuguhkan drama korea. Namun, tidak lama setelah itu, Shasa akhirnya terlelap. Ia tidak bisa menahan rasa kantuknya lagi.


Rasa nyaman sofa yang ada di ruang tamu membuat Shasa tertidur pulas. Dengkuran halus pun terdengar di ruang tamu yang temaram itu. Ya, ini lah wujud seorang istri yang sedang menunggu suaminya pulang. Rasa dingin pun tak dirasakan lagi kala kantuk mulai menguasai.

__ADS_1


Waktu terus berputar, ayam jantan mulai berkokok, tanda fajar akan segera tiba. Bunyi alarm yang berdering berhasil mengusik tidur pulas Shasa. Ia berguling ke kiri dan kenan untuk meregangkan otot-otot yang kaku. Namun, saat Shasa semakin berguling ke kanan tiba-tiba saja ....


Bruuk! praak ....


"Aaw" jerit Shasa saat tubuhnya jatuh dari sofa. Shasa seketika membuka kelopak matanya karena terhimpit di antara sofa dan meja.


"aduh!" Shasa bergumam sambil mengusap pinggulnya yang sakit, "jadi, aku tadi malam tidur di sini," gumam Shasa saat mencoba bangkit dari lantai.


Sementara itu, di balik tubuh Shasa, Geral sedang. berusaha keras untuk menahan tawanya. Ia pun terkejut setelah mendengar suara benda yang jatuh bersamaan dengan suara jeritan Shasa. Geral hanya diam sambil mengamati apa yang akan dilakukan Shasa setelah ini.


"Ya, layarnya retak lagi!" gerutu Shasa saat melihat kondisi layar ponselnya.


"Salah sendiri, siapa suruh tidur di sofa!" ujar Geral yang berhasil membuat Shasa membalikkan tubuhnya.


"kamu tidur di ruang tamu juga?" tanya Shasa setelah memastikan jika sosok itu adalah Geral.


"Menurutmu?" tanya Geral seraya berdiri dari tempatnya saat ini.


Tanpa menunggu jawaban dari Shasa, Geral pergi dari ruang tamu meninggalkan Shasa seorang diri. Ia menapaki satu persatu anak tangga agar segera sampai di kamar. Geral menghela napasnya dalam setelah mendengar rentetan pertanyaan dari Shasa yang berjalan di belakangnya.


"Sudahlah! jangan terlalu banyak bertanya!" Geral berkacak pinggang di hadapan Shasa saat mereka berdua berada di dalam kamar.


"Bersiaplah, jika ingin ikut aku ke tempat kerja! bukan kah kamu kemarin ingin datang ke tempatku bekerja?" tanya Geral seraya menatap Shasa dengan tatapan penuh arti. Geral telah menyusun sebuah rencana sejak tadi malam untuk memberikan pelajaran kepada Wanita matre seperti Shasa.

__ADS_1


🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️🌹


...🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2