
"Ceu Novi, di suruh suami saya ke depan sebentar," ujar Shasa saat menghampiri Novi yang sedang mengajari Eren di tempat produksi.
Novi pun beranjak dari tempatnya tanpa banyak bertanya. Ia sendiri sedang kesal dengan Eren, karena wanita itu terus merengek manja dan sok cantik. Novi pun rasanya tidak sanggup jika harus mengajari Eren sampai bisa.
"Bisakah kita ngobrol sebentar di sini?" tanya Eren sebelum Shasa menyusul Novi ke depan, "Hanya lima menit saja," ucap Eren setelah melihat Shasa tak menghiraukannya.
"Baiklah! lima menit!" Shasa membalikkan tubuhnya, tatapan matanya tak lepas dari sosok wanita yang membuatnya kesal sejak kemarin.
Shasa bersedekap dengan pandangan mata yang tertuju pada Eren. Rasa penasaran membuat Shasa ingin menunggu apa kiranya yang akan dikatakan Eren kepadanya.
"Sudah berapa lama kamu pacaran dengan Geral?" tanya Eren seraya menatap wajah Shasa dengan intens.
"Aku tidak pernah pacaran dengan Geral," jawab Shasa dengan ekspresi datar.
"Jadi kamu korbannya? sudah hamil berapa bulan baru dinikahi?" Sungguh, ini adalah pertanyaan yang membuat Shasa meradang.
"Heh! Scobido! kalau bicara hati-hati! Kamu pikir aku wanita apaan heh! Sory banget ya, aku bukan kamu yang mau aja di ajak goyang geboy sebelum menikah!" hardik Shasa seraya berkacak pinggang di hadapan Eren. Ia tidak terima jika Eren menganggapnya seperti mantan-mantan Geral.
Sebelum keadaan menjadi keruh, Shasa memilih pergi dari hadapan Eren. Ingin rasanya ia menyerang Eren saat ini. Namun, semua itu harus ia tahan karena beberapa pasang mata pekerja sedang mengamatinya. Ia tidak mau terlihat bar-bar di depan semua orang yang sedang memandang ke arahnya.
__ADS_1
Kesal. Itulah yang sekarang sedang dirasakan oleh Shasa. Bisa-bisanya Eren menyebut dirinya sebagai korban keganasan Geral yang hamil sebelum menikah. Mungkin kah Geral sebrengsek itu sebelum menikah dengannya? Itulah sekelebat pertanyaan yang ada dalam pikiran Shasa saat ini.
"Sudah berapa wanita sih, Ge, yang sudah kamu tiduri sebelum menikah denganku?" tanya Shasa setelah sampai di depan. Ia duduk di samping Geral dengan wajah yang murung. Untung saja, tidak orang yang mendengar pertanyaan Shasa itu. Novi pun sudah kembali ke dalam setelah membahas panambahan gerobak.
"Kamu ini apa-apaan, sih, Sha?" Geral pun berubah menjadi murung setelah mendengar pertanyaan dari sang istri.
Shasa mengusap wajahnya kasar setelah sadar apa yang baru saja ia ucapkan. Kemarahan yang besar kepada Eren, membuatnya harus melampiaskan rasa itu kepada Geral. Nafas Shasa pun memburu karena degup jantung yang tidak beraturan.
"Ada apa?" tanya Geral setelah melihat Shasa bersikap normal.
"Aku kesal sama wanita itu! lebih baik kamu pecat dia saja!" gerutu Shasa seraya menatap Geral dengan wajah yang merah karena menahan tangis.
"Sha, aku memang pernah melakukan hubungan layaknya suami istri tapi tidak dengan semua wanita yang pernah menjadi pacarku! Aku juga tidak pernah menghamili wanita manapun karena aku selalu memakai pengaman!" Geral terpaksa menjelaskan semua itu kepada Shasa agar tidak ada kesalahpahaman dalam rumah tangganya.
Shasa mengerucutkan bibirnya setelah mendengar penjelasan itu. Ada rasa sakit yang menjalar dalam hati setelah mendengar pengakuan tersebut, tapi ia lega karena Geral tidak pernah memiliki benih yang tertanam di rahim wanita lain.
Geral beranjak dari kursinya, ia mendekat ke tempat Shasa berada setelah tahu ada seseorang yang mengawasinya dari dalam. Geral tahu siapa sosok tersebut, oleh karena itu ... ia segera meraup bibir merah muda sang istri.
Shasa terkejut bukan main kala mendapat serangan mendadak dari sang suami. Bibir itu pun akhirnya terbuka kala mendapat gigitan kecil dari Geral. Tarian lidah pun terjadi di sana. Shasa memejamkan mata karena menikmati aroma mint dari Geral.
__ADS_1
"Sudah ya, kita tidak usah bertengkar karena masalah ini! aku hanya ingin kita menjalani hidup bahagia seperti biasanya," ucap Geral setelah melepaskan bibirnya. Ia mengusap bibir Shasa dengan ibu jarinya.
"Ya sudah, kita berangkat ke salon sekarang! aku mau perawatan!" ucap Shasa dengan suara yang lirih.
Geral mengangguk pelan dengan diiringi senyum yang sangat manis. Setelah itu, ia membereskan buku catatan dan beberapa peralatan yang ada di meja. Kali ini, mau tidak mau, ia harus melaksanakan tugas dari ratu Maisha demi kelangsungan hidup yang bahagia.
Sebelum pergi dari rumah produksi, Geral masuk terlebih dahulu untuk mencari Novi. Seperti biasa jika Geral pulang dari sini, Novi lah yang bertanggung jawab atas kelangsungan produksi.
"Nov, aku mau mengantar istriku ke salon dulu! Tolong handle yang ada di sini," ucap Geral saat menemui Novi yang sedang menggiling bahan cilok.
"Aduh, Pak Bos pakai nganterin istri ke salon segala," seloroh beberapa ibu-ibu yang sedang mencetak cilok.
"Aku pengen jadi Neng Shasa aja kalau seperti ini!" sahut ibu-ibu yang lain.
Geral hanya tersenyum menanggapi kehebohan para pekerjanya. Ia pun meninggalkan ruang produksi dan kembali menemui sang istri yang ada di luar. Entah dari mana asalnya, Geral berpapasan dengan Eren yang sedang berdiri di dekat frezer. Geral tidak sedikitpun menoleh ke arah mantan kekasihnya itu.
"Aku menyesal karena sudah meninggalkanmu. Andai waktu bisa diulang kembali, pasti aku akan hidup bahagia bersamamu. Andai orangtuaku tidak memiliki hutang di rentenir. Andai aku tidak terpaksa menikah dengan anak rentenir itu, Andai saja ...." Eren menghela napasnya ketika kenangan-kenangan bersama Geral berkeliaran dalam pikirannya.
🌹Terima kasih sudah membaca karya ini semoga suka ♥️😍 maap ye, othor masih belom bisa up normal😂 harap maklum sebentar lagi hari raya, othornya sibuk nyiapin nastar😂
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷...