Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Rencana Syukuran,


__ADS_3

Kebahagiaan seakan tidak ada habisnya dalam hidup Shasa sejak ia merayakan ulang tahunnya beberapa waktu yang lalu. Setelah mendengar jika dirinya positif hamil, Shasa terus tersenyum. Terlihat sekali jika ia bahagia mendapatkan anugerah terindah dalam hidupnya.


"Pasti Mami bahagia kalau dengar berita ini," gumam Shasa sambil mengusap perutnya yang masih rata. Ia tidak pernah menyangka jika Tuhan telah menitipkan cikal bakal anak adam di rahimnya.


"Setelah sampai di rumah, kita akan menelfon Mami," jawab Geral seraya menatap Shasa sekilas, ia mengusap rambut yang tergerai itu dengan penuh kasih.


Sepasang suami istri itu dalam perjalanan pulang setelah periksa di IGD rumah sakit. Mereka akan pergi ke dokter kandungan jika sudah pulang ke Cibiru saja. Dokter IGD pun sudah memberikan vitamin untuk di minum selama dua hari saja. Selebihnya dokter tersebut menyarankan agar Shasa segera konsultasi dengan dokter kandungan.


Setelah membelah jalanan yang masih sepi selama beberapa puluh menit, akhirnya mobil yang dikendarai Geral berhenti di samping rumah mertuanya. Mereka segera turun untuk menyampaikan kabar bahagia ini.


"Ada apa ini? Kenapa kalian senyum-senyum gitu?" tanya Yulia saat melihat sepasang suami istri itu masuk ke dalam rumah, "Jangan-jangan habis dapat arisan odol, ya?" seloroh Yulia sambil mengamati wajah Shasa.


"Ini lebih dari arisan odol, Kak!" jawab Shasa tanpa memudarkan senyumnya, "Kalau Kaka ingin tahu, yuk ikut kami ke belakang untuk menemui Mama dan Ayah!" ujar Shasa sebelum berlalu dari ruang tamu.


Rasa penasaran yang begitu besar membuat Yulia memutuskan untuk mengikuti Shasa, meninggalkan sapu ijuk di ruang tamu. Jiwa keponya benar-benar meronta kali ini dan pada akhirnya, kini satu keluarga itu berkumpul di ruang makan. Semua menatap Shasa dan Geral dengan sorot mata penasaran.


"Shasa punya kabar baik dan membahagiakan, nih!" ujar Shasa sambil menatap satu persatu anggota keluarganya.


"Duh apa sih? Buruan napa!" protes Yulia dengan pandangan yang tak lepas dari Shasa.

__ADS_1


"Shasa Hamil, Ma ... Yah ...," ucap Geral dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya.


Yulia terhenyak dari tempatnya, sorot matanya berubah menjadi sorot mata penuh kebahagiaan. Begitupun dengan pak Cipto dan bu Kokom, mereka berdua sampai meneteskan air mata setelah mendengar kabar baik itu.


"Kalian tidak ngeprank kami 'kan?" Sekali lagi Yulia meyakinkan kabar tersebut.


"Ih Kakak! Mana mungkin kami menyampaikan berita bohong," sangkal Shasa sambil membuka tasnya, "nih, buktinya!" Shasa menyerahkan hasil tes dari rumah sakit kepada Yulia.


Pagi ini, pagi yang sangat berbeda dari biasanya. Bu Kokom sampai tidak mau membuka warungnya karena semua ini. Begitu pun dengan pak Cipto, ayah Yulia dan Shasa itu memilih menutup bengkelnya saja. Beliau ingin merayakan kebahagiaan yang sedang menyelimuti keluarganya saat ini.


Beberapa menit yang lalu, Geral sudah memberitahu bu Juleha tentang kehamilan sang istri. Bu Juleha memutuskan untuk menyusul mereka ke rumah ini, beliau ingin mengadakan syukuran dadakan di tempat bu Kokom.


"Mama gak usah repot-repot masak, nanti kita bagi-bagi sembako saja biar gak ribet," ucap Shasa ketika melihat bu Kokom termenung. Ia tahu bahwa ibu yang melahirkannya itu sedang memikirkan bagaimana jalannya acara dadakan ini.


"Kamu mandi air hangat saja, ya!" ucap Geral setelah masuk ke dalam kamar.


"Gak mau ah! Kurang seger!" tolak Shasa sambil meraih handuk yang ada di depan kamar mandi.


"Sha, kamu ini lagi hamil muda! Kamu harus menjaga kesehatan kamu dong!" protes Geral setelah mendengar jawaban Shasa. Ia mendengus kesal setelah mendengar penolakan sang istri.

__ADS_1


Hal itu membuat Shasa menghentikan langkahnya. Ia heran saja melihat sikap sang suami yang mendadak posesif itu. Ini terlalu berlebihan untuknya karena tidak mungkin seorang ibu hamil dilarang mandi memakai air dingin.


"Ge, aku ini hamil, bukan sedang sakit! Jangan aneh-aneh, deh!" sungut Shasa dengan pandangan yang tak lepas dari Geral.


🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍β™₯️🌹


βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–


Hallo epribadeh ... othor gemol datang lagi nih untuk memberikan rekomendasi karya keren dari author Tripel. 1 dengan judul Truly Madly Love, nih aku kasih tau blurbnya:


Hubungan jarak jauh tidaklah mudah. Apalagi jika keadaan yang sangat memaksa membuat mereka terpaksa menjalaninya.


Walaupun Lily lebih muda tujuh tahun dari Zack Alexander. Lily dapat membuktikan bahwa dia dapat bertahan dengan ketulusan cintanya.


Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat dalam menjalani hubungan jarak jauh. Pada tahun kelima, Zack menghilang. Lily kehilangan kontak dan semua akses terhadap Zack.


Dua tahun kemudian, mereka bertemu kembali. Namun, Zack telah memiliki keluarga kecil.


Akankah Lily menyerah tanpa menuntut penjelasan Zack?

__ADS_1



...🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2