
Pagi telah datang menyambut kehadiran sang mentari. Langit yang cerah berhasil menggulung kegelapan malam. Embun pagi mulai terkikis seiring dengan hadirnya mentari pagi di ufuk timur.
Shasa membuka kelopak matanya saat menepuk ranjang yang ada di sisinya, kosong. Manik hitam itu pun akhirnya menatap bagian kamar yang gelap untuk mencari keberadaan guling bernyawa yang menemaninya setiap malam.
"Ge," teriak Shasa. Namun, tidak ada jawaban.
Shasa segera turun dari ranjang, ia membiarkan tubuh itu terekspos tanpa sehelai benangpun. Ia menyibak tirai putih yang menutupi jendela kamar agar sinar sang mentari masuk ke dalam kamar.
"Apa gak dingin ya, pagi-pagi udah renang," gumam Shasa saat melihat Geral berada di kolam renang. Jendela kamar itu menghadap langsung ke halaman samping, di mana ada kolam renang dan beberapa tumbuhan hijau yang memanjakan mata.
Sumber: Google
Shasa segera masuk ke kamar mandi, ia harus membersihkan diri terlebih dahulu sebelum turun ke lantai satu untuk menyusul Geral. Mungkin, gosok gigi dan cuci muka cukup untuk pagi ini. Setelah selesai dari kamar mandi, Shasa mencari pakaian yang cocok dipakai untuk menggoda sang suami, ia menatap beberapa pakaian yang diam-diam sudah dipersiapkan Geral di almari.
"Tampil menggoda di hadapan suami boleh dong, ya!" gumam Shasa setelah menemukan sesuatu yang akan membuat Geral senang. Bikini two piece berwana merah telah melekat di tubuh mulus itu.
"Hmm ... sepertinya dia sengaja mempersiapkan semua pakaian ini! Tapi dari mana dia membeli semua ini ya," gumam Shasa seraya memakai bathrobe putih untuk menutupi tubuhnya.
Rambut panjang yang tergerai itu bergerak ke kanan dan ke kiri, mengikuti sang empu yang sedang berjalan menuju lantai satu. Shasa mengayun langkahnya hingga sampai di halaman samping. Ia melihat Geral sedang terlentang di atas kursi sun longer yang ada di tepi kolam.
__ADS_1
"Airnya dingin gak, Ge?" tanya Shasa setelah berdiri di sisi kolam renang.
Mendengar suara sang istri, Geral akhirnya duduk kembali di kursi tersebut. Ia mengamati punggung sang istri yang terbalut bathrobe putih, "dingin sih, tapi enak, seger gitu!" jawab Geral tanpa mengalihkan pandangannya.
Geral tersenyum penuh arti saat melihat Shasa menanggalkan bathrobe-nya di tepi kolam. Pemandangan yang sangat indah dan memanjakan mata berhasil membuat Geral beranjak dari tempatnya. Ia tahu apa yang diinginkan Shasa saat ini.
"Oke, bersiaplah, Sayang!" gumam Geral setelah berdiri di tepi kolam renang. Ia mengamati sang istri yang sedang berenang ke kanan dan ke kiri.
Sepasang suami istri itu akhirnya berada dalam satu tempat. Geral menangkap tubuh sang istri karena tidak tahan melihat pemandangan indah yang menggoda itu, "Bilang saja, kalau kamu menginginkanku, tidak perlu repot-repot masuk kolam renang seperti ini," ujar Geral dengan tatapan penuh arti.
"Harusnya kamu peka, tanpa aku meminta mestinya kamu sudah memberi," ucap Shasa seraya mengerlingkan mata.
Geral mendorong pelan tubuh sang istri hingga ke tembok kolam renang. Ia menghimpit tubuh itu dengan bibir yang terus bertautan—saling menyesap satu sama lain. Sementara itu tangan Geral tak henti menyusuri setiap jengkal tubuh mulus itu hingga membuat sangat pemilik melenguh. Cukup satu kali tarikan, kedua tali yang ada di di leher belakang Shasa terlepas begitu saja. Dua bukit Teletubbies itu terekspos jelas di bawah sinar sang mentari.
"Kamu yakin ingin melakukannya di sini? apa tidak ada yang melihat kita? atau mungkin ada kamera CCTV yang menyala?" tanya Shasa saat Geral mulai menarik kedua tali yang di kedua sisi pinggulnya.
"Semua sudah aku atur karena aku tahu hal ini pasti akan terjadi. Jangan khawatir karena tempat ini aman, Sayang! Sekarang kamu harus bersiap menerima kekalahanmu lagi," jawab Geral seraya mengangkat tubuh Shasa ke tepi kolam renang.
"Wow!" teriak Shasa saat Geral melebarkan kedua kakinya. Sementara itu, Geral sendiri masih berdiri di dalam kolam renang.
Tanpa di duga Shasa sebelumnya, Geral tiba-tiba saja membenamkan wajahnya di bukit tanpa rumput hitam itu. Lidahnya mulai menari-nari di atas kacang almond yang masih tersembunyi di sana. Tentu saja, hal itu membuat gairah Shasa terbakar tanpa sisa. Ia mencengkram rambut basah sang suami dengan kuat kala gelombang tsunami itu hadir menghantam dirinya.
__ADS_1
"Kamu sudah membuatku semakin gila, Ge!" ujar Shasa dengan napas yang tersengal setelah menikmati pencapaian pertama.
Geral hanya tersenyum mendengar hal itu. Ia memutuskan naik ke tepi kolam dan memberikan kode agar Shasa segera pindah ke atas kursi sun longer tersebut. Geral membungkukkan tubuh Shasa yang membelakanginya. Kali ini ia melakukan penyatuan lewat jalur belakang yang menjadi gaya favorit keduanya selama ini.
"Lebih keras, Sayang!" ujar Shasa di sela-sela lenguhannya.
Di bawah sinar sang mentari pagi, sepasang suami istri itu melakukan penanaman bibit. Melakukan berbagai macam gaya untuk mencapai kepuasan bersama. Terbang ke awang-awang saat keduanya mencapai puncak bersama. Permainan itu tidak berlangsung lama, cukup dua puluh menit membuat Shasa minta ampun dan menyudahi semua ini. Sungguh, ini adalah pagi yang panas meski cuaca masih terasa dingin.
"Terima kasih, Sayang," ucap Geral setelah melepaskan diri dari sang istri. Ia mengecup kening itu sebelum berdiri dari kursi sun longer.
Geral mengambil bathrobe dan bikini yang ada di tepi kolam renang. Ia kembali lagi menghampiri sang istri yang terlihat lelah dan berantakan. Tangan kanannya meraih tissu yang ada di meja untuk membersikan sisa-sisa pupuk cair yang masih melekat di tubuh.
"Hari ini aku ingin menghabiskan waktu dengan membuatmu tidak berdaya seperti saat ini. Masih banyak tempat yang bisa kita gunakan, bathtub, misalnya!" ucap Geral sambil membersihkan permukaan gua yang lembab itu.
Senyum tipis penuh makna mengembang begitu saja kala Geral melihat Shasa mengacungkan kedua ibu jarinya. Sebuah jawaban bahwa Ia bersedia melakukannya.
"Sekarang istirahatlah dulu!" ucap Geral sebelum menyulut rokoknya.
🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️ Mohon maap othornya kilap lagi, cukup dua episode deh panas dinginnya😂setelah ini enggak🤭 mohon maap bila ada yang tidak nyaman dengan dua episode hari ini😍🙏
...🌷🌷🌷🌷...
__ADS_1