
"Kenapa Bapak tidak menjalankan pesan dari saya? Kenapa Bapak naik motornya ngebut?" protes Geral setelah keluar dari mobil. Ia baru sampai di halaman luas rumahnya setelah mengikuti sang istri.
Shasa mendengus kesal mendengar protes dari suaminya. Akhirnya, ia berdiri dari kursi yang ada di teras dan berjalan menghampiri Geral, "Aku tadi yang minta bapak ini ngebut!" ujar Shasa sambil menatap Geral dengan tatapan tajam.
"Stop! Jangan protes lagi! Buruan bayar dulu, kasihan bapak ini jika menunggu kita berdebat!" Shasa mengarahkan jari telunjuknya ke bibir Geral tatkala suaminya itu bersiap protes.
Geral segera mengeluarkan dompetnya, ia memberikan dua lembar rupiah bergambar bapak proklamator kepada Kang ojek tersebut, "kembaliannya untuk Bapak saja, terima kasih sudah mengantar istri saya sampai rumah!" ucap Geral saat menyerahkan uang tersebut.
"Terima kasih," ucap Kang ojek tersebut setelah menerima pembayaran dari Geral.
Sepasang suami istri menatap kepergian Kang ojek online itu hingga hilang dari pandangan. Geral segera menarik tubuh ramping sang istri ke dalam dekapannya, ia mengecup kening sehalus sutra itu beberapa kali.
"Aku sangat takut ketika melihatmu duduk di atas motor yang melaju kencang," ucap Geral dengan pandangan yang tak lepas dari wajah yang sedang menengadah itu.
"Ahhh ... suamiku so sweet banget, sih! Jadi, kangen liat ayang Christian, nih!" ujar Shasa dengan tangan yang tak henti mengusap rahang kokoh sang suami.
"Jangan melihat dia lagi selama kamu hamil! Aku tidak mau jika sampai anakku mirip dengan dia!" ujar Geral dengan tatapan yang berubah setelah mendengar nama Christian disebut sang istri.
Shasa tergelak mendengar jawaban sang suami. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa Geral berpikir seperti itu. Mana mungkin anaknya nanti akan mirip dengan Christian alias Jamie Dornan.
__ADS_1
"Kamu ini jangan aneh-aneh, deh!" sergah Shasa sambil mengulum senyum, "Anak kita pasti mirip sama kita lah!" ujar Shasa dengan diiringi tawa renyah setelahnya.
Sepasang suami istri itu mengalihkan pandangan saat mendengar suara pintu yang terbuka, "Mami!" ujar Shasa dan Geral serempak saat melihat bu Juleha dan pak Rojali berdiri di ambang pintu.
"Loh! Kalian kok sudah pulang, ini kan masih terlalu pagi!" ujar bu Juleha seraya menatap anak dan menantunya bergantian, "untung Mami udah nyiapin sarapan," lanjut bu Juleha.
Bu Juleha tadi malam memutuskan menginap di rumah ini. Beliau sengaja ingin menyambut kepulangan anak dan menantunya dengan menyiapkan beberapa menu spesial favorite sang menantu.
"Geral harus ke pabrik hari ini, Mi! Ada rapat penting mengenai PT," ucap Geral sambil mengurai tubuh sang istri.
"Kalau begitu Akang mau berangkat ke kandang dulu ya, Ayang," pamit pak Rojali setelah tidak ada pembicaraan lagi di antara istri dan anak sambungnya itu.
"Hati-hati, ya, Kang," ucap bu Juleha sambil melambaikan tangannya.
Pandangan bu Juleha tak lepas dari mobil hitam sang suami hingga keluar dari pintu gerbang. Setelah itu, beliau mengalihkan pandangan ke arah Shasa, seulas senyum manis terbit dari bibir berwarna merah itu.
"Neng Geulis, ayo kita masuk! Mami tadi masak seafood kesukaan Neng," ucap bu Juleha sambil merengkuh pundak sang menantu.
Geral berdecak kesal melihat hal itu, ia merasa diabaikan ibunya sendiri. Bibirnya mengerucut sempurna saat kedua wanita berbeda generasi itu melenggang tanpa menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Kalau anakku udah lahir, pasti perhatian mereka berdua habis untuk anakku! Aku gak kebagian lagi deh!" gerutu Geral sambil berkacak pinggang.
Sementara itu, bu Juleha mengajak Shasa untuk pergi ke ruang makan, di mana ada beberapa makanan tersaji. Ada cumi asam manis, kepiting saos tiram dan beberapa menu lainnya.
"Mi, Shasa jadi lapar liat semua ini, padahal tadi udah makan," ujar Shasa sambil mengusap perutnya. Mata indah itu terpaku pada piring berisi cumi asam manis.
"Kalau begitu cepatlah makan! Jangan menunggu lagi, nanti ngiler loh!" Bu Juleha menarik satu kursi untuk di tempati Shasa, "Ayo, cepat duduk sini, biar Mami yang mengambilkan makanannya," lanjut bu Juleha dengan antusias.
Shasa tersenyum lebar hingga deretan gigi putih itu terlihat. Ia bahagia karena mendapat perhatian lebih dari mertuanya. Rasa syukur terus terucap karena mendapat mertua yang sangat baik seperti bu Juleha. Pemikiran Shasa tentang bu Juleha saat pertama kali bertemu, ternyata kurang benar. Saat itu, ia menduga jika bu Juleha adalah tipe mertua yang jahat dan suka mengatur kehidupan menantu seperti yang ada di sinetron-sinetron.
"Terima kasih, Mi," ucap Shasa seraya menatap bu Juleha penuh arti, "Shasa sayang banget sama Mami," lanjut Shasa sambil bergelayut di lengan bu Juleha yang ada di sampingnya.
πΉTerima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka πβ₯οΈπΉ
ββββββββββββββββ
Hallo semua, apa kabar? nih mumpung weekend othor gemol mau merekomendasikan karya keren dari author Morata dengan judul Terjebak Cinta Duda Arogant. Nah, untuk kalian yang suka cerita tentang duda, silahkan cari judul ini ππππ·
__ADS_1
...π·π·π·π·...