Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Minta maaf,


__ADS_3

"Sayang ...."


Shasa membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya ketika mendengar suara bu Juleha ada di kamar. Shasa segera duduk bersandar di ranjang kala bu Juleha duduk di tepi ranjang seraya menampilkan senyumnya yang sangat manis.


"ini Mami bawakan sarapan, kamu kan tadi belum sarapan bareng sama Mami," ucap bu Juleha seraya menunjukkan piring berisi makanan komplit untuk Shasa.


Shasa merasa tidak enak hati melihat kebaikan mertuanya, ia segera menerima piring tersebut dan mulai menikmati makanan yang diberikan bu Juleha. Shasa terpaksa mengembangkan senyum karena kebaikan mertuanya itu.


"kamu jangan sampai telat makan," ucap bu Juleha seraya mengusap paha Shasa yang terbungkus selimut, "Mami ingin kamu tetap sehat dan jangan lupa makan yang banyak ya, Nak!" ucap bu Juleha.


"iya, Mi," jawab Shasa setelah menghabiskan satu sendok makanan.


Kehangatan yang diberikan bu Juleha, membuat Shasa merasa sangat dicintai. Selama ini jika ia sedang mogok bicara dan mogok makan, tidak ada satupun keluarganya yang mengirim makanan ke kamar seperti yang dilakukan bu Juleha saat ini.


"kamu pagi ini ada acara apa?" tanya bu Juleha seraya menatap Shasa.


"eemmm ... mungkin menulis ulang naskah yang dihapus Geral, Mi," ucap Shasa setelah meletakkan piring kosong tersebut di atas nakas.


"oh, ya sudah kalau begitu Mami mau berangkat ke rumah produksi cilok dulu, ya," pamit bu Juleha seraya mengambil piring kosong, bekas makanan Shasa.


"jangan, Mi! biar Shasa sendiri yang bawa ke dapur," ucap Shasa saat mencekal tangan bu Juleha.


"tidak masalah, biar Mami saja yang membawa ke dapur, kamu mandi dulu," ucap bu Juleha seraya mengembangkan senyum yang sangat manis.


Shasa menepuk jidatnya ketika melihat bu Juleha keluar dengan membawa piring kotornya, "duh! Shasa! kenapa kamu membiarkan mertuamu melakukan semua ini!" gerutu Shasa pada dirinya sendiri. Shasa menjambak rambutnya kesal karena merasa bodoh.


Sebelum pergi ke kamar mandi, Shasa merapikan ranjang terlebih dahulu. Setelah selesai, ia masuk kamar mandi. Kehidupannya di rumah ini benar-benar seperti seorang tuan putri, tidak pernah melakukan pekerjaaan rumah seperti yang ia lakukan saat tinggal bersama keluarganya.


"tapi ya, kalau inget kelakuan Geral kemarin, rasanya pengen aku bejek aja! masa iya istrinya di suruh kerja, terus ditertawakan karyawannya lagi," gerutu Shasa sambil menuang shampo di telapak tangannya.

__ADS_1


Terkadang Shasa bingung dengan sikap yang ditunjukkan Geral karena suaminya itu selalu menunjukkan sikap yang berbeda setiap harinya. Mengingat wajah Geral membuat Shasa menghela napas panjang. Ia teringat naskahnya yang hilang.


"Jadi pengen nangis lagi kan!" gumam Shasa setelah selesai membilas rambutnya.


Pintu kamar mandi telah terbuka. Shasa berjalan menuju almari untuk mencari pakaian ganti. Ia menatap deretan midi dress yang sudah disiapkan oleh bu Juleha untuknya. Pilihannya jatuh pada midi dress tanpa lengan berwarna merah jambu.


"sepertinya ini cocok untukku," gumam Shasa seraya mengambil dress tersebut dari almari.


"waw! sexy!" gumam Shasa saat melihat penampilannya dari pantulan cermin, ia tersenyum melihat keindahan lekuk tubuhnya.


Setelah selesai bersiap, akhirnya Shasa keluar dari kamar dengan membawa buku dan laptopnya. Ia pergi ke balkon lantai dua untuk mencari inspirasi agar bisa menulis dengan bahasa yang indah.


"Oke, mari membangun semangat lagi, Sha!" Shasa menyemangati dirinya sendiri sebelum mulai menuang khayalannya dalam tulisan.


Sebelum itu, tak lupa Shasa melihat cuplikan film kesayangannya sebagai mood booster dalam berhayal. Suasana pagi yang asri dan menenangkan membuat pikiran Shasa menjadi jernih.


Rona kekuningan mulai terlihat di cakrawala barat, sang raja sinar masih menampakkan keangkuhannya. Namun, sinarnya mulai redup kala awan perlahan menyelimuti.


Mobil putih yang dikendarai Geral berhenti di halaman rumah. Ia segera keluar dari mobil untuk menemui istrinya yang ada di dalam. Setelah hari ini merenung di tempat kerja, akhirnya, ia memutuskan untuk meminta maaf kepada Shasa—mengikuti saran bu Juleha untuk mengajak Shasa jalan-jalan.


"Bu Narti, di mana mami dan Shasa?" tanya Geral ketika melihat bu Narti bersih-bersih di ruang keluarga.


"Nyonya besar baru saja pergi ke rumah produksi kalau Non Shasa ada di teras belakang, Den," ucap bu Narti seraya menatap Geral.


Geral menganyun langkah menuju teras belakang untuk mencari Shasa. Tatapannya menemukan sosok yang sedang sibuk berkutat di depan laptopnya.


"Sha!" ucap Geral seraya meletakkan kedua telapak tangannya di atas bahu Shasa.


"ih! ngagetin aja, sih!" ujar Shasa seraya mengalihkan pandangan ke belakang, ia menengadahkan kepala agar bisa melihat suaminya.

__ADS_1


Geral pindah tempat, ia duduk di kursi yang ada di sebelah Shasa. Tatapan matanya tak lepas dari wajah cantik yang sedang fokus dengan layar laptop. Ia tersenyum ketika melihat wajah serius itu,


"Sha, aku minta maaf karena sudah menghapus tulisanmu," ucap Geral tiba-tiba hingga membuat Shasa menghentikan kegiatannya.


"minta maaf?" Shasa meyakinkan ucapan Geral. Ia meletakkan laptop tersebut di atas meja, "serius, nih?" tanya Shasa dengan pandangan yang tak lepas dari Geral.


"Iya, aku serius!" jawab Geral, "aku ingin mengajak kamu jalan-jalan. Selama kita menikah, kita belum pernah jalan berdua 'kan?" tanya Geral dengan diiringi senyum tipis.


"wah ... kamu gak bohong 'kan?" Binar bahagia terlihat jelas dari sorot mata Shasa.


"Enggak! lebih baik sekarang kamu mandi dan siap-siap," ucap Geral seraya melepas kancing kemejanya.


Shasa segera menutup laptopnya, ia masuk ke dalam rumah, mengayun langkah menuju kamar untuk bersiap seperti yang diperintahkan oleh Geral. Rasa kesal telah terkikis dengan perasaan bahagia karena sikap yang ditunjukkan oleh sang suami.


Geral masuk ke dalam kamar tepat setelah Shasa keluar dari kamar mandi. Shasa memakai bathrobe putih dan berjalan menuju almari. Ia bingung harus memakai baju yang mana saat jalan berdua bersama Geral.


"Ge, aku harus pakai baju apa?" tanya Shasa dengan pandangan yang tak lepas dari isi almari.


Geral berjalan menuju tempat Shasa berada. Geral pun melakukan hal yang sama, menatap satu persatu deretan pakaian istrinya, "pakai celana panjang saja lah, atasannya terserah kamu," ucap Geral sebelum pergi ke kamar mandi.


Beberapa puluh menit kemudian, sepasang suami istri tersebut selesai bersiap. Keduanya tampil serasi dengan memakai pakaian warna senada. Putih. Senyum keduanya mengembang saat berjalan keluar dari rumah.


"mari kita berangkat," ucap Geral setelah sampai di sisi mobilnya.


🌹terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️🌹


...FB: Titik Pujiningdyah || IG: @tie_tik...


...🌷🌷🌷🌷🌷...

__ADS_1


__ADS_2