Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Drama di mulai,


__ADS_3

"Pasti si Kasep bingung nyariin kamu, Sha! semua orang sudah Mami beritahu agar tidak membocorkan rahasia kita," ucap bu Juleha saat menengok Shasa di kursi belakang.


"Ayang, jangan begitu atuh! kasihan anak buleku nanti bingung nyari istrinya!" protes pak Rojali tanpa menatap bu Juleha, beliau fokus dengan kemudinya.


"Biarin saja! biar tahu rasa dia!" ujar bu Juleha seraya mengalihkan pandangannya ke pak Rojali.


Shasa harus menahan tawanya agar tidak meledak saat melihat ABG tua yang sedang dimabuk cinta. Kata 'Ayang' yang diucapkan pak Rojali benar-benar menggelitik pikiran Shasa. Sepasang kekasih yang tak muda ini terlihat romantis daripada dirinya bersama Geral.


"Wah, aku kalah saing nih sama mertuaku," batin Shasa saat menyimak obrolan kedua orang yang ada di hadapannya.


Mobil terus melaju kencang menuju kediaman bu Kokom. Rasa rindu yang membuncah di dada sebentar lagi akan terobati. Shasa sengaja tidak memberi kabar orang tuanya jika ia akan pulang, ia ingin memberi kejutan kepada orang terkasih yang memberinya kasih sayang dan cinta sejak dulu.


Beberapa oleh-oleh pun ada di bagasi mobil. Bu Juleha membelikan banyak oleh-oleh untuk keluarga besannya—mulai dari makanan hingga pakaian. Tak lupa bu Juleha membelikan Shasa beberapa perhiasan saat mobil yang dikendarai pak Rojali melewati istana perhiasan, tempat langganan bu Juleha.


Tidak hanya itu, bu Juleha pun memberikan Shasa uang saku dengan nilai fantastis—tentunya untuk ukuran Shasa. Beberapa puluh lembar rupiah bergambar bapak proklamator berhasil membuat dompet Shasa sesak napas. Bu Juleha berpesan agar Shasa menghabiskan uang tersebut saat berada di rumah orang tuanya selama beberapa hari ke depan.


Waktu terus berlalu begitu saja, kini ... mobil yang dikendarai pak Rojali telah sampai di daerah tempat tinggal pak Cipto. Ketiga orang yang ada di dalam mobil itu pun akhirnya keluar. Suara teriakan Shasa berhasil membuat kedua orang tuanya terkejut.


"Ya ampun ... Neng geulis pulang!" teriak bu Kokom saat Shasa berdiri di hadapannya. Beliau tidak percaya jika Shasa pulang tanpa kabar.


Bu Kokom mengajak besannya masuk ke ruang tamu. Yulia pun terkejut ketika kepulangan adiknya itu. Ia terlihat bahagia melihat perubahan penampilan Shasa saat ini, adiknya itu terlihat lebih modis dan cantik.


"Maaf ya, Kom, kalau kedatangan kami membuatmu terkejut. Aku dan putrimu ini sengaja ingin membuat kejutan untukmu," ucap bu Juleha setelah duduk di samping bu Kokom.


"Ini semua oleh-oleh dari Cibiru, mohon diterima ya, Kom." Bu Juleha menunjuk beberapa barang yang diletakkan di dekat pintu ruang tamu.


Bu Juleha dan bu Kokom terlihat asyik ngobrol. Mertuanya Shasa itu seakan lupa jika belum mengenalkan pak Rojali kepada keluarga besannya itu. Beliau malah asyik membahas masalah lain dan mengungkap alasan yang sudah disusun rapi tentang keberadaan Geral saat ini.

__ADS_1


"Ehem ... ehem!" Pak Rojali berdehem karena diacuhkan bu Juleha.


"Ya ampun! saking asyiknya ngobrol, aku sampai lupita ngenalin seseorang ke kamu, Kom!" Bu Juleha tersenyum seraya menatap pak Rojali.


"Kom, ini adalah calon papi mertuanya Shasa nanti, namanya Kang Rojali," ucap bu Juleha sambil mencolek lengan pak Rojali.


Tentu saja bu Kokom terkejut setelah mendengar pengakuan dari besannya itu. Beliau pun sekuat tenaga menahan tawa ketika melihat wajah bu Juleha bersemu merah.


Obrolan terus berlanjut sampai warna kekuningan muncul di cakrawala barat. Bu Juleha dan pak Cipto akhirnya pamit pulang. Shasa tersenyum penuh arti setelah mendengar pesan dari bu Juleha.


"Jangan menghubungi Geral dulu, buat dia menyesal karena bersikap buruk kepadamu! tenang saja, Mami ada di pihakmu! jangan kembali ke Cibiru kalau bukan Geral sendiri yang menjemputmu pulang!" Begitulah pesan yang disampaikan bu Juleha kepada Shasa sebelum pulang.


...♦️♦️♦️♦️...


Langit telah berubah gelap, sang dewi malam mulai menampakkan diri meski sebagian bentuknya tertutup awan gelap. Rasa resah gelisah semakin menerpa kala penunjuk waktu terus berputar sampai di angka sembilan.


Geral bingung harus bagaimana, nomor ponsel Shasa tidak bisa dihubungi. Begitu pun dengan nomor ponsel Maminya, kedua wanita itu seakan kompak membuat Geral khawatir.


"kata bu Narti, Mami perginya sendiri," gumam Geral setelah ingat penjelasan bu Narti kemana maminya pergi.


Senyum tipis mengembang dari bibir itu kala melihat mobil hitam berhenti di halaman rumah. Namun, tidak lama setelah itu, wajah tampan Gsral berubah murung kala melihat pria seumuran bu Juleha turun dari sana. Pria tersebut berjalan mengitari mobil untuk membuka pintu sebelah kiri.


"jadi, Mami pergi sama juragan sapi ini? lalu Shasa di mana?" gumam Geral ketika melihat bu Juleha berjalan beriringan dengan pak Rojali.


"Kenapa di luar?" tanya bu Juleha setelah sampai di depan Geral, "kamu nunggu Mami sama Papi Rojali pulang, ya?" tanya bu Juleha setelah menatap pak Rojali sekilas.


"Shasa di mana, Mi?" tanya Geral tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Shasa?" Bu Juleha meyakinkan pertanyaan dari Geral, "Shasa di rumah lah! dia ada di kamar sejak pulang dari rumah produksi sama Mami tadi siang," jawab bu Juleha dengan santai.


Melihat drama telah dimulai, pak Rojali pamit pulang. Beliau tidak mau ikut dalam permainan pujaan hatinya itu. Beliau takut Geral semakin membencinya dan semakin mempersulit rencana pernikahannya nanti bersama bu Juleha.


"Hati-hati di jalan ya, Kang," ucap bu Juleha setelah pak Rojali masuk ke dalam mobil, beliau melambaikan tangan kepada pujaan hatinya itu kala mobil yang dikendarai pak Rojali melenggang.


"Mi ... Mami ...," ucap Geral saat bu Juleha masuk begitu saja ke dalam rumah tanpa menghiraukannya.


Geral mengikuti langkah bu Juleha menuju ruang keluarga. Ia menghempas diri di sofa tepat di sisi bu Juleha. Ia penasaran apakah maminya ini tahu tentang keberadaan Shasa.


"Mi, di mana Shasa?" sekali lagi Geral di mana keberadaan Shasa.


"Kamu ini bagaimana, sih?" bu Juleha malah bertanya balik, "Mami itu baru pulang, ya Mami tidak tau lah di mana istrimu! tinggal telfon kan beres, gitu aja kok susah!" ujar bu Juleha seraya menatap Geral sinis.


"udah, Mi! nomor Geral sepertinya diblokir Shasa! kalau Mami tidak tahu keberadaan Shasa, berarti dia kabur dari rumah ini," gumam Geral seraya menatap bu Juleha penuh arti.


Bukannya mendapat saran dan dukungan, Geral malah mendapatkan pukulan beberapa kali dari ibunya itu. Ia sampai kuwalahan menangkis pukulan tersebut. Kemarahan bu Juleha pun terlihat jelas dari sorot matanya.


"Mami tidak mau tahu! kamu harus menemukan Shasa!" teriak bu Juleha seraya menatap Geral dengan intens, "kalau sampai terjadi sesuatu dengan Shasa, maka kamu akan Mami hukum! Mami tidak mau membantu menjelaskan ke mertua mu jika terjadi sesuatu dengan Shasa!" sungut bu Juleha.


🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️🌹


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Hallo seperti biasa, othor ada rekomendasi karya keren untuk kalian semua. Kuy kepoin biar gak penasaran😍 yuk yuk yuk♥️


__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2