
Rasa lelah mulai mendera, tangan mulai terasa kebas, persendian terasa ngilu. Shasa menghentikan aktifitasnya, ia menundukkan kepalanya sampai menempel di kedua lututnya yang tertekuk. Sekuat tenaga ia menahan air mata itu agar tidak jatuh karena hal gila sang suami.
"aku harus memikirkan sesuatu untuk membuat Geral jengah!" gumam Shasa seraya menegakkan kepalanya. Tatapannya tertuju pada panci besar yang berisi cilok hasil buatannya.
Shasa melanjutkan aktifitasnya lagi, ia belum menemukan apapun untuk membalas Geral. Ia bingung apa kiranya yang membuat Geral kapok dan berubah menjadi pria yang baik seperti di awal pernikahan, karena Shasa sendiri belum tahu apa sebenarnya alasan Geral hingga membuatnya berubah.
"Shasa! apa yang kamu lakukan di sini!"
Shasa terkesiap setelah mendengar suara bu Juleha di sana. Ia menatap wanita yang sedang berdiri di ambang pintu. Shasa memutar bola matanya untuk mencari alasan agar mertuanya itu mengerti situasi saat ini. Namun, semua alasan sepertinya kabur dari pikiran Shasa.
"aduh! kenapa menantu Mami kerja di sini! udah buruan cuci tangan!" bu Juleha mendekat ke tempat Shasa, beliau membantu Shasa berdiri.
Shasa pun mengikuti kemana bu Juleha menuntunnya. Tentu saja semua itu membuat beberapa wanita yang bekerja di sana bertanya-tanya melihat sikap bu Juleha.
"Rini, lanjutkan pekerjaan yang di dalam!" ujar bu Juleha saat berhenti di depan gilingan cilok. Beliau menatap wanita seusia Shasa yang sedang berkutat dengan tepung tapioka.
"loh Bu, itu pegawai baru mau kemana? nanti saya takut di marahin pak Geral kalau pegawai baru itu pergi sebelum adonan ciloknya habis. Begitu pesan pak Geral sebelum pergi beberapa menit yang lalu," jawab Rini seraya menatap bu Juleha.
"apa kalian belum tahu siapa wanita ini?" ujar bu Juleha dengan suara yang lantang hingga membuat semua orang melihat ke arahnya.
Bu Juleha sedikit terkejut ketika melihat beberapa orang menggelengkan kepalanya. Beliau tidak habis pikir apa saja yang dilakukan Geral kepada Shasa hingga semua pegawainya menganggap Shasa adalah pekerja di sini.
"Shasa ini adalah menantuku! dia istrinya Geral!" ujar bu Juleha sambil menatap satu persatu anak buahnya.
__ADS_1
Pengakuan yang diungkapkan bu Juleha berhasil membuat semua orang membelalakkan mata. Mereka terkejut setelah mendengar fakta yang sebenarnya. Mungkin di antara mereka pun ada yang menyesal karena mungkin ada yang memperlakukan Shasa kurang baik.
"Kalian ini ya benar-benar ...." Bu Juleha menghentikan ucapannya karena Shasa mengusap lengannya dengan lembut.
"sudah Mi, biarkan saja, mereka tidak salah, Mi." Shasa menatap bu Juleha dengan tatapan penuh kasih.
Bu Juleha menghela napasnya setelah mendengar ucapan Shasa, "ya sudah, ayo kita pergi dari sini!" ucap bu Juleha seraya mengusap pipi Shasa.
"Rin, nanti tolong handle setoran sore. Saya mau pulang!" ucap bu Juleha seraya menatap gadis bernama Rini, "jangan ada yang bilang ke Geral jika Shasa saya bawa pergi! kalian cukup mengatakan jika Shasa pergi dari sini seorang diri!" ujar bu Juleha seraya menatap semua orang yang ada di sana.
Shasa pun diajak bu Juleha pergi setelah membersihkan tangannya di kamar mandi. Shasa sendiri tidak tahu kemana mertuanya itu membawanya pergi. Keduanya masuk ke dalam mobil merah yang biasa dipakai bu Juleha pergi, tentunya bersama sopir.
"Shasa! sejak kapan kamu diperlakukan Geral seperti itu?" tanya bu Juleha setelah mobil merah tersebut melaju di jalanan.
"Dua kali ini, Mi! dia menyuruh Shasa membuat cilok," jawab Shasa dengan suara yang lirih. Shasa pun akhirnya menceritakan semua yang sudah dilakukan oleh Geral.
"Hmmm ... kurang ajar sekali anak ini!" bu Juleha geram setelah mendengar pengakuan dari Shasa, "terus sekarang apa yang akan kamu lakukan, Sha?" tanya bu Juleha.
Belum sempat Shasa menjawab, mobil itu pun sampai di halaman rumah. Bu Juleha mengajak Shasa turun dari mobil sebelum melanjutkan obrolan penting ini.
Kedua wanita beda usia itu akhirnya duduk di ruang keluarga. Bu Juleha merasa bersalah melihat menantunya diperlakukan kurang baik oleh putranya sendiri, "apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" tanya bu Juleha setelah duduk santai di samping Shasa.
"jadi begini, Shasa mau minta tolong kepada Mami untuk mengantar Shasa pulang ke rumah mama. Tolong jangan beritahu Geral kalau Shasa ada di sana, Mami pura-pura tidak mengerti saja ya, Mi, kalau Shasa ada di rumah mama," ucap Shasa seraya menatap bu Juleha penuh harap.
__ADS_1
Bu Juleha menganggukkan kepalanya tanda beliau mengerti saat Shasa melanjutkan rencananya. Beliau pun setuju dengan ide dari Shasa, semua itu hanya bertujuan untuk menyadarkan Geral dari pikiran konyolnya.
"Tapi ... Shasa mau minta tolong satu hal lagi, Mi. Shasa terpaksa harus melakukan ini karena ... eeemm ... itu ... anu, Mi," ucap Shasa ragu.
"Katakan, Sha!" ucap bu Juleha, beliau sangat penasaran dengan keinginan Shasa.
"Shasa minta uang saku ya, Mi. Shasa malu sama Mama kalau pulang gak bawa uang sama sekali, Mi. Nanti Shasa takut mama berpikir macam-macam tentang Geral," ucap Shasa dengan kepala yang tertunduk, "nanti setelah Geral ngasih uang, Shasa janji akan mengembalikan uang Mami," lanjut Shasa setelah menegakkan kepalanya, ia menatap bu Juleha dengan tatapan penuh harap.
"Tunggu! sebentar, sebentar ... jadi, selama ini Geral belum pernah memberi kamu uang sama sekali?" Bu Juleha ingin memastikan maksud dari ucapan Shasa.
Bu Juleha semakin geram ketika melihat Shasa menggelengkan kepalanya pelan. Ingin rasanya bu Juleha menghajar anak semata wayangnya itu. Bisa-bisanya dia tidak memberi nafkah kepada istrinya.
"Ya ampun! itu anak benar-benar keterlaluan!" sungut bu Juleha, "Mami minta maaf ya, Mami tidak pernah tahu apa yang sudah dilakukan Geral kepadamu," ucap bu Juleha seraya menatap Shasa.
"kalau begitu sekarang kamu siap-siap dulu ke kamar. Mami akan mengantarmu pulang ke rumah orangtuamu. Nanti Mami kasih uang yang banyak dan kita akan membeli oleh-oleh untuk keluargamu dulu," ujar bu Juleha sambil menepuk paha Shasa, "tapi, nanti Mami nganter kamu sama calon Papi mertua kamu ya," ucap bu Juleha dengan ekspresi wajah malu-malu.
Shasa pun segera berlalu dari hadapan bu Juleha setelah menyetujui permintaan bu Juleha yang sedang dimabuk asmara itu. Shasa tersenyum penuh kemenangan saat ide cemerlangnya didukung oleh bu Juleha. Shasa membawa beberapa pakaian pemberian bu Juleha di dalam kopernya.
"Rasain! lihat aja setelah ini kamu pasti diamuk orangtua mu sendiri, wahai suami lucknut!" ujar Shasa saat menatap foto Geral yang ada di atas nakas.
...🌹Selamat membaca🌹...
...FB: Titik Pujiningdyah || IG: @tie_tik...
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷...