Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Tak bisa tidur!


__ADS_3

Detik demi detik terus berlalu. Langit cerah berubah menjadi gelap. Langit nampak indah karena bintang bertaburan di sana. Bulan memilih menyembunyikan diri karena kalah dengan pesona bintang. Angin berhembus mesra, menyapa seorang gadis yang duduk di bingkai jendela kamarnya.


Ya, gadis itu adalah Shasa. Sesekali ia menatap layar ponsel yang ada di genggaman tangannya. Ia menunggu pesan dari seseorang yang berhasil membuat pikirannya tak karuan selama setengah hari ini.


"ih! nyebelin banget itu cowok! katanya mau video call tapi sampai jam segini gak muncul-muncul!" gerutu Shasa setelah melihat layar ponselnya.


Penunjuk waktu berada di angka sepuluh malam. Rasa kantuk mulai melanda mata indahnya. Akhirnya, Shasa menutup jendela kamar, ia menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.


Wajah tampan Geral terbayang-bayang dalam pikiran Shasa. Seulas senyum tipis melengkung dari bibirnya ketika teringat senyuman Geral yang mampu meluluhkan hatinya walau tatap muka lewat video call.


Bu Juleha sengaja menelfon Geral atau lebih tepatnya video call saat makan siang bersama. Shasa sempat ngobrol sebentar dengan calon suaminya itu meski canggung. Shasa tidak menyangka jika yang diceritakan bu Kokom memang benar adanya.


"Ih! kenapa wajahnya gak bisa hilang, sih!" gerutu Shasa saat menenggelamkan wajahnya di bantal. Ia tidur tengkurap agar tidak terbayang-bayang wajah tampan Geral.


Hampir tiga puluh menit Shasa berguling ke kanan dan ke kiri di atas ranjang tapi rasa kantuk itu rasanya semakin menghilang. Ia resah karena tak kunjung menerima pesan dari Geral.


"duh, Sha! kendalikan dirimu! jangan mudah jatuh cinta! kamu belum mengenal dia!" Shasa bergumam seorang diri, ia mencoba mengsugesti pikirannya agar tidak memikirkan Geral.


Shasa meraih ponselnya, sekali lagi ia membuka pesan dari Geral tadi sore. Tidak ada chat serius di sana, bisa di bilang Geral cukup singkat membalas pertanyaan-pertanyaan dari Shasa.


"Masa iya aku harus mengirim pesan duluan," gumam Shasa lagi ketika membuka profil Geral. Shasa tersenyum tipis ketika melihat foto profil calon suaminya itu.


Malam semakin larut, suara hewan malam mulai terdengar saling bersahutan. Penunjuk waktu pun sudah berada di angka satu dini hari tapi Shasa belum bisa tidur. Ia memutuskan untuk melanjutkan tulisan novelnya. Demi popularitas dan cuan, ia rela begadang seperti saat ini. Jari jemarinya bergerak lincah di atas keyboard agar bisa menghasilkan karya luar biasa yang membanggakan.


Shasa menaikkan satu alisnya kala melihat ponselnya menyala. Sebuah pesan masuk dan pengirimnya adalah Geral. Tanpa menunggu lama, Shasa membuka pesan yang ditunggu sejak tadi sore. Ia segera membalas pesan itu.


Sorry, aku baru pulang.

__ADS_1


^^^Oke. Memang dari mana?^^^


Penasaran?


^^^Ogah! up to you!^^^


Shasa mendengus kesal setelah membaca pesan dari Geral yang terkesan cuek. Akhirnya, Shasa memilih untuk meletakkan ponselnya dan lanjut menulis di laptop. Kehaluan yang sempat bersarang kini lenyap sudah gara-gara Geral.


"Ih! hilang kan idenya!" Shasa mendengus karena kehilangan ide cemerlangnya.


Shaset, begitulah nama yang dipakai Shasa sebagai identitas di novel online yang ia tulis. Nama Shaset adalah singkatan dari namanya sendiri—Maisha Setyorini. Shasa sangat berharap hasil kerja kerasnya menulis novel bisa membuahkan hasil suatu saat nanti. Entah itu terbit cetak atau diadopsi untuk film. Oh, sungguh author pun begitu ;-)


Ide cemerlang terbang bersama angin malam, Shasa memutuskan melihat film koreyah agar rasa kantuk datang menghampiri kelopak matanya. Wajah imut aktor yang menjadi idaman para wanita Indonesia terlihat jelas di layar ponselnya. Bibir Shasa melengkung indah kala adegan romantis tersaji di sana.


"ih ... Ichang main sosor aja!" gumam Shasa dengan mata yang berbinar.


Sementara itu, di dalam rumah yang ada di bagian lain kota Bandung, seorang pria terlihat merenung di tepi ranjang. Pria itu membungkuk kan tubuh, kepalanya tertunduk—menatap lantai kamar dengan segala pikiran yang melalang buana.


Geral, ya pria itu adalah Geral. Ia sedang memikirkan bagaimana kehidupannya setelah ini. Hidup bersama wanita yang belum pernah ia kenal. Hanya melihat wajahnya tadi siang, itu pun lewat panggilan video.


"Eren! kenapa kamu tega melakukan semua ini!" gumam Geral tatkala mengingat sosok cantik yang berhasil memporak-porandakan hatinya.


Geral merogoh ponsel yang ada di dalam saku. Ia membaca pesan terakhir yang dikirim oleh calon istrinya. Awalnya Geral ingin membalas pesan tersebut tapi diurungkan lagi mengingat saat ini hampir pukul dua dini hari.


"Dia masih online di jam-jam seperti ini?" gumam Geral ketika melihat profil Shasa.


"Sebenarnya dia ini wanita baik-baik atau bagaiman? kok jam segini masih on!" Geral mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Jangan-jangan dia wanita malam lagi!" ujar Geral ketika pikiran buruk itu datang menghampiri pikirannya.


Jempol itu segera menekan aplikasi berwarna biru untuk mencari akun media sosial calon istrinya. Ia harus memastikan jika calon istrinya bukan lah wanita panggilan.


"Maisha Setyorini." Geral membaca salah satu akun yang muncul dalam pencariannya. Tatapannya fokus pada foto profil akun tersebut.


"Lumayan!" gumam Geral setelah melihat foto-foto yang diunggah oleh Shasa.


Dalam malam yang sunyi ini, Geral menghabiskan waktunya hanya untuk melihat sosial media calon istrinya. Tak ada sesuatu yang mencurigakan dan berpotensi ke arah dunia malam. Geral hanya menemukan postingan promosi sebuah bacaan dan beberapa barang dagangan.


"semoga dia bukan seperti yang aku pikirkan!" gumam Geral seraya meletakkan ponsel di atas nakas.


Geral merebahkan diri di atas ranjang. Ia menatap langit-langit kamar yang terlihat megah itu. Terbesit keinginan untuk menolak pernikahan ini tapi ia tidak tidak mau mengecewakan mami nya. Ia pun tidak ingin jika bu Juleha menikah lagi bersama perjaka tua yang kaya raya. Sungguh ia tidak bisa membayangkan jika hidup bersama ayah tiri.


Eren, wanita yang tinggal satu daerah dengan Geral. Entah apa alasannya hingga Eren tega meninggalkan Geral, padahal saat itu tanggal pertunangan sudah di tentukan, semua seserahan sudah di siapkan tapi Eren memilih pergi tanpa kabar apapun bersama orang tuanya. Kacau, ya, Geral sempat kacau karena kepergian Eren, ia sudah mencari Eren di beberapa tempat yang mungkin di tempati Eren tapi hasilnya nihil.


"Eren! jangan sampai kamu kembali di saat aku mempunyai istri!" gumam Geral saat teringat senyum manis yang tersimpan rapi dalam memorinya.


Gadis bernama Eren itu banyak merubah kehidupan Geral. Kehidupan penuh warna yang dijalani Geral kini telah berubah total menjadi satu warna. Ia berubah menjadi pria setia. Dulu sebelum mengenal Eren, lima pacar belum cukup untuk Geral, ia suka mempermainkan perasaan para gadis. Wajah tampan serta uang mampu membuat para gadis takluk hanya karena uang jajan.


"Lebih baik tidur daripada memikirkan Eren!" gumam Geral seraya menutup mata.


🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍🌹


...FB: Titik Pujiningdyah || IG: @tie_tik...


...🌷🌷🌷🌷🌷...

__ADS_1


__ADS_2