
"Ge, kenapa nyewa Villa deket hutan, sih? aku takut!" protes Shasa setelah mobil yang dikendarai Geral sampai di halaman salah satu villa di puncak Bogor.
Udara dingin pegunungan langsung menyapa kala Shasa membuka pintu mobil. Tubuhnya sampai meremang karena udara dingin yang terasa. Kabut pun menyelimuti villa tersebut, maklum saja ... mereka berdua sampai di Villa ini tepat pukul sembilan malam.
"Dingin banget!" gumam Shasa saat berjalan menghampiri Geral yang sedang menurunkan koper dari bagasi.
"Ayo masuk!" ajak Geral setelah menutup bagasi mobil.
Shasa menatap kagum bangunan megah yang ada di hadapannya. Pemandangan kolam renang dengan ukuran sedang yang ada di sisi Villa membuat matanya berbinar.
"Andai gak dingin! pasti aku nyebur sekarang juga!" gumam Shasa saat berhenti di tepi kolam renang.
"Besok pagi kita renang bersama!" ucap Geral seraya menarik pergelangan tangan Shasa, "lebih baik sekarang kita masuk," ucap Geral saat mengayun langkah menuju Villa.
Sekali lagi, Shasa kagum dengan interior villa yang begitu indah. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruang tamu itu, "kita nginep di sini berapa hari sih, Ge?" tanya Shasa ketika menapaki satu persatu anak tangga menuju lantai dua.
"Kalau bosan ya pulang," jawab Geral tanpa membalikkan tubuh. Ia terus berjalan di depan Shasa.
Geral dan Shasa menempati kamar utama di villa ini. Kamar bernuansa putih itu memiliki fasilitas cukup lengkap—Ranjang ukuran king size, TV LED 32 Inch, sofa panjang, almari, kamar mandi, meja rias dan beberapa perlengkapan lainnya. Sungguh, kamar ini sangat nyaman untuk melepas penat.
"Wah, kita bisa melihat pemandangan langsung dari sini, Ge!" ujar Shasa setelah membuka tirai putih penutup jendela yang tidak jauh dari sisi ranjang.
"Berarti cocok 'kan villa pilihanku?" tanya Geral setelah merebahkan diri di ranjang.
"Pilihanmu selalu tepat!" puji Shasa setelah menutup kembali tirai tersebut. Kini, ia menyusul Geral naik ke atas ranjang.
Geral segera meraih tubuh itu ke dalam dekapannya. Menghirup aroma memabukkan yang menjadi candu setiap malam. Shasa pun tidak keberatan dengan sikap sang suami, seperti yang dilakukan saat ini.
"Anggap saja saat ini kita sedang honeymoon," bisik Geral dan setelah itu Geral menggigit daun telinga tersebut.
"Ih! Jangan aneh-aneh deh!" protes Shasa seraya menatap Geral sekilas.
"Malam ini absen dulu lah! aku capek, Ge!" Shasa menatap Geral penuh harap.
"Oke, gak masalah! Tapi ...." Geral menatap Shasa penuh arti, ia sengaja membuat Shasa penasaran.
__ADS_1
"Apa sih, Ge? bikin penasaran aja!" Shasa benar-benar penasaran dengan kelanjutan ucapan suaminya itu.
"Besok kita main di kolam renang, ya! biar pernah," ucap Geral seraya menaik turunkan satu alisnya.
"Ngaco!" ujar Shasa seraya mengusap kasar wajah Geral.
Shasa turun dari ranjang, ia masuk kamar mandi setelah mengambil piyamanya. Malam ini ia benar-benar lelah karena sejak kemarin ikut sibuk mempersiapkan pernikahan mertuanya. Suara gemericik air shower mulai terdengar dari dalam kamar mandi—mungkin saat ini istri Geral itu sedang mengguyur tubuhnya dengan air hangat.
Setelah berada di dalam kamar mandi selama beberapa menit. Akhirnya Shasa keluar dengan wajah yang terlihat lebih segar. Piyama berwarna merah muda membalut tubuh rampingnya.
"Jangan langsung tidur, Ge! kamu belum membersihkan diri dan ganti baju! Gosok gigi dulu, gih!" cerocos Shasa saat menatap Geral dari pantulan cermin meja rias.
"Ternyata lama-lama kamu bawel banget, Sha!" protes Geral setelah mendengar kalimat panjang yang terucap dari bibir Shasa.
Shasa tidak menanggapi protes dari Geral, ia sibuk mengoles krim malam sebelum tidur. Memakai lotion khusus untuk malam hari agar kulitnya terawat dan terjaga kekenyalannya.
"Oke, sekarang waktunya tidur!" gumam Shasa seraya beranjak dari tempat duduknya. Ia merebahkan diri di atas ranjang kosong tersebut karena Geral masih berada di dalam kamar mandi.
...♦️♦️♦️♦️...
Shasa mulai mengerjapkan mata, ia baru saja kembali dari alam mimpi yang indah. Pandangan matanya tertuju pada tirai yang ada di sisi ranjang.Ia penasaran bagaimana pemandangan yang ada di luar kamar saat gelapnya malam mulai menghilang.
"Wow! pemandangan yang indah!" gumam Shasa setelah membuka tirai tersebut.
Bukit hijau yang diselimuti kabut putih berhasil membuat mata indah itu memancarkan kebahagiaan. Shasa menggeser jendela itu agar bisa menghirup udara segar secara langsung. Ia menutup kelopak matanya agar bisa merasakan kesegaran alam yang memabukkan.
Kelopak mata itu tertutup sekitar sepuluh menit. Shasa terkesiap kala merasakan ada dua tangan yang melingkar di perutnya. Shasa pun merasakan geli di tengkuknya karena hembusan napas sang suami yang ada di belakangnya.
"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Geral saat memposisikan diri di lekuk leher sang istri.
"Aku hanya menikmati ciptaan Sang Kuasa," jawab Shasa tanpa mengalihkan pandangannya.
Geral semakin mempererat dekapannya setelah mendengar jawaban Shasa. Ia kembali mengingatkan jika pagi ini ada aktifitas yang harus mereka lakukan di kolam renang.
"kamu yakin tidak ada orang ataupun CCTV yang melihat aktifitas kita nanti?" Shasa meyakinkan suaminya bahwa keadaan disekitar aman terkendali.
__ADS_1
"Sudah, dong!" jawab Geral dengan yakinnya.
Mencoba hal baru mungkin tidak ada salahnya, apalagi jika bersama suami sendiri. Setelah ngobrol beberapa menit, keduanya pergi ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan gosok gigi.
"Aku ke bawah dulu!" pamit Geral setelah mengganti pakaiannya dengan boxer.
Kini, giliran Shasa mencari pakaian yang tepat dipakai untuk bermain air bersama sang suami. Sayangnya, ia tidak membawa pakaian renang. Shasa memutar otak agar pakaiannya cocok dan tidak mengecewakan sang suami. Akhirnya, Shasa nekat hanya memakai satu set under-wear berwarna hitam yang ditutup dengan bathrobe putih.
"Sesekali tampil begini gak masalah 'kan?" gumam Shasa setelah keluar dari kamar.
Shasa berani tampil terbuka seperti saat ini karena terinspirasi dari film kesayangannya itu. Ia sering melihat tokoh wanita memakai itu saat bersama sang suami dan Shasa pun mengikuti jejak Anastasia untuk menyenangkan Geral.
"Airnya pasti masih dingin, Ge!" ujar Shasa setelah sampai di tepi kolam renang. Lagi dan lagi ia kagum dengan pemandangan yang ada di sekitar kolam renang. Pemandangan hutan hijau yang memanjakan mata.
"Hei!" teriak Shasa ketika Geral menarik tali bathrobe nya hingga terbuka.
"Pagi ini kamu terlihat sangat menggemaskan!" ucap Geral seraya menatap Shasa penuh arti.
Tanpa banyak bicara lagi, Geral segera melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Ia benar-benar melakukannya di tepi kolam renang. Keadaan di sekitar sangatlah aman, jadi ... penanam bibit secara outdoor berjalan lancar tanpa kendala.
Suara lenguhan manja yang lolos dari bibir Shasa berhasil membuat Gairah Geral semakin terbakar. Berbagai macam gaya telah ia lakukan di sana hingga pada akhirnya permainan itu harus berakhir saat Shasa yang menjadi jokinya.
"Aku akan sering mengajakmu kesini, Sha! ternyata outdoor lebih menantang!" ucap Geral dengan napas yang tersengal. Ia menatap Shasa dengan mata yang sayu.
...🌹Selamat membaca🌹...
...FB: Titik Pujiningdyah || IG: @tie_tik...
...🌷🌷🌷🌷🌷...
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Hallo, hay, hay😍 othor punya rekomendasi karya keren nih😎kuy kepoin jangan sampai penasaran yak😂
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷🌷...