Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Rasanya sakit, Sha!


__ADS_3

"Ih! Geral!!" Shasa menghentakkan kakinya setelah sadar atas apa yang terjadi. Ia membelakangi Geral dan mencari kaos yang ada di dalam almari.


Salah tingkah. Mungkin itulah yang dirasakan Shasa saat ini. Rasanya, ia tidak memiliki muka di hadapan Yulia. Setelah memakai kaosnya, Shasa berlalu begitu saja dari hadapan Geral. Ia keluar dari kamar untuk mencari Yulia sebelum kakaknya itu membocorkan apa yang sudah ia lihat di dalam kamar.


Shasa menerobos masuk ke dalam kamar Yulia. Akhirnya Shasa menemukan Yulia di kamar, rupanya anak sulung pak Cipto itu sedang melakukan panggilan video bersama suaminya yang ada di Taiwan.


"Kakak!" ucap Shasa setelah naik ke atas ranjang Yulia. Ia menghempaskan diri di sisi kakaknya yang sedang menatap wajah suaminya.


"apa sih, Sha!" Yulia menatap Shasa sekilas, ia tak sanggup menahan tawa jika lama-lama menatap Shasa.


"Aa Dani, nanti Neng telfon lagi ya," ucap Yulia sebelum panggilan bersama suaminya terputus.


Yulia mengalihkan pandangannya ke Shasa. Hidungnya kembang kempis karena menahan tawa yang ingin meledak, apalagi saat melihat wajah merona adiknya itu.


"ngapain sih datang ke kamar ku? ganggu orang pacaran aja!" ujar Yulia, ia pura-pura kesal karena kehadiran Shasa di kamarnya.


"ih Kakak!" Shasa mengerucutkan bibir, "terus kakak ada apa kok tadi nyari aku?" tanya Shasa seraya menatap tubuh Yulia yang bergetar sedangkan wajahnya terbenam di bantal.


"huahahahahahahahaha!" tawa Yulia meledak seketika karena sudah tidak tahan lagi, bayangan Shasa bermesraan dengan suaminya masih berkelana dalam memori otaknya.


Shasa mendengus kesal melihat respon Yulia. Rasa malunya kian bertambah karena ditertawakan oleh Yulia. Shasa tak habis pikir, mimpi apakah dirinya tadi malam hingga merasakan hal seperti ini.


"aku tidak tahu kalau suamimu sudah datang! aku tadi hanya ingin membantumu bersiap barangkali kamu butuh bantuan paking barang! eh, malah lihat adegan tak senonoh!" ucap Yulia tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Shasa langsung membekap mulut Yulia, ia takut ada yang mendengar suara lantang kakaknya itu, "Kak! jangan keras-keras bicaranya! nanti ada yang dengar!" ucap Shasa dengan suara yang lirih.


Yulia terus bergerak agar segera lepas dari Shasa. Ia kembali tergelak setelah lepas dari Shasa tapi persekian detik kemudian, Yulia kembali duduk di sisi Shasa.


"eh, Sha! emangnya kamu mau melakukan malam pertama malam ini juga?" tanya Yulia.


"aku juga tidak tau, Kak!" Shasa menghela napasnya setelah mendengar pertanyaan Yulia, "aku tuh bingung, mau melayani dia tapi kami belum jatuh cinta, mau nolak pun takut dosa!" Shasa bersandar di headboard ranjang kakaknya.

__ADS_1


Yulia manggut-manggut setelah mendengar pengakuan Shasa. Ia bisa memahami bagaimana keadaan Shasa saat ini. Geral sendiri adalah pria asing yang belum dikenal dekat oleh Shasa.


"eh, Sha! terlepas dari rasa cinta atau tidak! kamu harus siap, Sha! jika nanti Geral meminta haknya, karena ...." Yulia menghentikan ucapannya, ia sepertinya sedang merangkai kata yang pas untuk diucapkan.


"Duh! apa sih, Kak!" Shasa sangat penasaran dengan kelanjutan ucapan Yulia.


"kemungkinan besar, pria seperti Geral itu pasti senjatanya berukuran sempurna!" ucap Yulia seraya menatap Shasa, "Postur seperti Aa Dani aja udah gede dan panjang! apalagi postur tubuh seperti suamimu!" ucap Yulia seraya membekap mulutnya.


"astaga! kamu harus bersiap, Sha! rasanya sakit banget di awal! ih kakak ngeri membayangkan!" Yulia bergidik ngeri seraya menatap Shasa.


"Duh! terus aku harus bagaimana nih! ih aku jadi takut!" Shasa menggigit bibirnya seraya membayangkan apa yang diucapkan oleh Yulia.


"Tapi aku liat di film, si Anastasia gak kesakitan tuh saat pertama kali main sama Christian! malah dia keenakan!" ucap Shasa tanpa beban dan tanpa berpikir panjang.


Yulia menoyor kepala Shasa. Ia mendengus kesal karena pemikiran dangkal adiknya itu. Yulia heran dengan pemikiran adiknya itu, menjadi lulusan terbaik di kampus sepertinya membuat otaknya semakin gesrek.


"eh, dodol! jangan samakan adegan di film sama realita! jelas beda lah!" ujar Yulia dengan nada kesal.


"Kak, aku ke kamar dulu! aku harus berangkat saat ini juga!" ucap Shasa seraya turun dari ranjang.


"Sha, hati-hati loh! awas! ingat, Sha! rasanya sakit banget!" Yulia sengaja menakut-nakuti Shasa. Ia tergelak setelah Shasa keluar dari kamar.


Shasa mengayun langkah menuju kamar. Namun, langkahnya harus terhenti ketika bertemu dengan bu Kokom di dekat pintu dapur. Shasa menghampiri bu Kokom saat ibunya itu memberikan kode.


"ini kasihkan ke suamimu! kasihan dia pasti capek!" ucap bu Kokom seraya menyerahkan segelas minuman berwarna kuning seperti sirup.


"terima kasih, Ma!" ucap Shasa sebelum berlalu pergi dari hadapan bu Kokom.


Shasa masuk ke dalam kamar dengan membawa segelas minuman. Ia tersenyum tanpa dosa ketika melihat tatapan tajam Geral, "minum dulu gih!" ucap Shasa saat menyerahkan gelas tersebut kepada Geral.


Geral menatap Shasa dengan tatapan tajam, wajahnya tertekuk karena kesal ditinggalkan sendirian saat sedang tegang. Geral meletakkan gelas itu di atas meja dan persekian detik kemudian, Geral menarik tangan Shasa hingga gadis itu terhempas di atas ranjang. Tanpa banyak bicara, Geral mengungkung tubuh istrinya.

__ADS_1


"Ge ... kita harus berangkat, Ge!" ucap Shasa dengan suara yang lirih. Jantungnya berdegup kencang karena tatapan mata Geral.


"kamu yang menggodaku, kamu harus bertanggung jawab," ucap Geral seraya mengusap pipi Shasa dengan lembut.


"Geral! aku tahu jika sekarang aku adalah milikmu! tapi tidak bisakah kamu bersabar sedikit saja, aku butuh mengenalmu! aku ingin kita melakukan semua ini bukan karena napsu belaka, aku ingin semua ini terjadi atas dasar cinta," ucap Shasa dengan pandangan yang tak lepas dari manik hitam Geral.


Kelopak mata Geral tertutup rapat ketika mendengar Shasa mengucapkan kata 'cinta'. Kata-kata itu mengingatkannya pada sosok Eren yang hilang ditelan bumi. Geral segera berdiri, ia memutuskan untuk menunda penyaluran hasratnya selama ini.


"Bersiaplah, lebih cepat, lebih baik!" ucap Geral seraya mengulurkan tangan untuk membantu Shasa berdiri dari ranjang.


Shasa tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini, ia segera berdiri untuk menyiapkan beberapa pakaian ganti dan beberapa peralatan pribadinya. Tak lupa Shasa membawa laptopnya.


"Ayo kita berangkat sekarang!" ucap Shasa setelah memakai jaket denimnya.


Sepasang pengantin baru itu akhirnya pamit kepada semua orang yang ada di rumah. Keluarga besar pak Cipto dan bu Kokom akan berangkat besok pagi atau lebih tepatnya setelah subuh.


"Hati-hati, ya, Nak!" ucap pak Cipto sebelum Geral melajukan mobilnya. Perlahan mobil yang membawa pengantin baru itu mulai menjauh dan hilang dari pandangan semua orang.


Keheningan terasa dalam mobil itu, Shasa hanya diam dengan pandangan lurus ke depan. Pikirannya mulai berkelana membayangkan kehidupannya setelah ini. Semua kalimat yang diucapkan Yulia kembali menelusup dalam pikirannya. Hal itu membuat Shasa mengalihkan pandangan ke samping, manik hitamnya terarah ke bagian tengah tubuh suaminya.


"Cepat atau lambat aku pasti merasakan seperti kak Yulia! duh! bagaimana kalau rasanya lebih sakit dari yang dirasakan kak Yulia!" gumam Shasa dalam hatinya saat pandangannya kembali ke depan.


...🌹Selamat Membaca, Zheyenk 🌹...


βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–


Hay hay hay ... aku membawa rekomendasi karya keren bingit nih😍 yuk kepoin yuk😍



...🌷🌷🌷🌷🌷...

__ADS_1


__ADS_2