
"Tolong keluar sebentar, ya! aku mau ganti baju!" ucap Shasa dengan suara yang sangat lembut, ia menatap Geral penuh harap agar suaminya itu keluar dari kamar.
"ogah! aku malu, di luar banyak ibu-ibu menatapku aneh!" Geral menggelengkan kepalanya, "Ya udah, ganti baju sana! kalau pun aku melihatmu, masalahnya di mana?" tanya Geral seraya menatap Shasa, ia menaikkan satu alisnya.
Shasa menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Ia menggeleng pelan saat membayangkan ganti baju di depan pria yang baru ia kenal, meskipun itu suaminya sendiri.
"aku malu, Ge!" ujar Shasa tanpa membuka kedua telapak tangannya.
"Aw!"
Shasa terkesiap ketika Geral menarik tangannya hingga tubuhnya terangkat dari ranjang. Kini Shasa berdiri di lantai sedangkan Geral beralih tidur terlentang di atas ranjang. Bibir tipis itu pun akhirnya mengerucut sempurna setelah melihat perlakuan suaminya.
"Sekarang buruan ganti baju! aku tidak akan melihatmu! aku akan membelakangimu!" ucap Geral seraya mengubah posisinya.
"Awas aja kalau ngintip!" ujar Shasa sebelum menjauh dari ranjang.
Shasa membuka almari, sesekali ia mengalihkan pandangan ke belakang. Shasa hanya memastikan jika Geral menepati ucapannya. Setelah dipastikan keadaan aman, Shasa segera melucuti pakaiannya. Buru-buru ia mengenakan kain segitiga dan celana jeans panjang agar bagian bawah tubuhnya tidak terlihat.
Rasa penasaran yang besar membuat Geral mengubah posisinya. Perlahan ia memiringkan tubuh menghadap ke arah Shasa. Nalurinya sebagai seorang pria benar-benar di uji saat ini. Geral menatap keindahan yang tak jauh dari tempatnya saat ini. Bagian tubuh Shasa yang terlihat jelas meski itu hanya bagian punggung, nyatanya semua itu berhasil membuatnya menelan ludah. Jiwa-jiwa mesum kembali hadir dalam jiwa setelah lama membeku.
__ADS_1
"Sial! sejak kepergian Eren, aku tidak pernah melihat pemandangan ini!" umpat Geral dalam hati.
Geral tak berkedip ketika melihat Shasa melepas pengait kain berenda berwarna merah itu. Bisa dipastikan jika dua gundukan kenyal yang ada di bagian depan jelas menggantung indah. Rasanya, Geral ingin menikmati semua keindahan itu. Bukankah apa yang ada di hadapannya saat ini adalah miliknya?
Perlahan Geral turun dari ranjang dan akhirnya ia sampai di tempat Shasa berdiri saat ini. Tangannya dengan sigap meraih tangan Shasa yang berusaha mengaitkan kain berenda warna hitam yang baru ia ambil dari almari agar menutupi bagian atas tubuhnya.
"Geral! kamu berbohong!" ujar Shasa ketika merasakan tangannya di cekal oleh Geral.
"Pelankan suaramu! jangan sampai orang diluar mendengar teriakanmu!" ucap Geral dengan suara yang lirih.
"biarkan aku membantumu mengaitkan tali ini!" bisik Geral di dekat daun telinga Shasa.
"I am yours!" ucap Shasa dengan suara yang lirih,
"Really?" Geral memastikan apa yang diucapkan oleh Shasa.
Shasa tidak bisa berpikir jernih, ia hanya menganggukkan kepalanya pelan. Apa yang dirasakannya saat ini benar-benar di luar dugaan. Kata-kata yang diucapkan Anastasia tiba-tiba terngiang dalam indera pendengarannya dan semua itu otomatis terucap dari bibir Shasa.
Tubuh bagian atas yang tertutup kain berenda hitam itu kini menghadap Geral. Shasa menundukkan kepalanya karena malu. Dalam bayangannya selama ini, ia akan melakukan malam pertama penuh drama setelah beberapa bulan menikah seperti yang biasa ia baca di novel-novel. Namun, kenyataan berkata lain. Ia merasakan hal itu justru di hari pertama menjadi seorang istri—itupun dengan orang yang belum ia kenal sama sekali.
__ADS_1
"Tataplah aku! jangan menundukkan kepalamu!" ucap Geral saat menaikkan dagu Shasa dengan beberapa jarinya.
Tatapan keduanya bersirobok. Getaran-getaran yang tak biasa terasa dalam tubuh Shasa. Hawa panas semakin terasa dalam tubuhnya. Tanpa di duga, Geral mendaratkan bibirnya begitu saja di bibir tipisnya.
"kamu belum pernah berciuman?" tanya Geral setelah menjauhkan bibirnya. Ia menatap Shasa dengan penuh tanda tanya.
"pantas saja, kamu terlihat payah!" sarkas Geral saat Shasa hanya menggelengkan kepalanya pelan, "akan aku ajari caranya!" ucap Geral penuh arti.
Perlahan tapi pasti, Geral kembali menundukkan kepala agar bisa menyentuh bibir menggoda itu. Kedua mata itu terpejam saat kedua bibir saling bersentuhan. Namun, keduanya terkesiap tatkala mendengar suara pintu yang dibuka dari luar.
krieek!
"Astaga!" gumam Yulia saat melihat keadaan di dalam kamar. Ia pun sama terkejutnya dengan Shasa dan Geral. Tanpa mengucap sepatah kata pun, Yulia mundur dan ...
braak! pintu itu kembali tertutup rapat.
🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka 😍♥️🌹 lah dalah serasa di prank gak?😂
...🌷🌷🌷🌷🌷...
__ADS_1