Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Hadiah ulang tahun,


__ADS_3

Pesta berlangsung meriah di area kolam renang. Kue ulang tahun yang berhiaskan lilin angka dua puluh empat telah terpotong separuhnya. Beberapa peralatan barbeque sudah disiapkan di sana untuk melengkapi acara tersebut. Berbagai hidanganpun telah disediakan pihak EO di sana.


"Mawar," ucap Geral dengan tatapan penuh arti.


"Aduh!" Mawar menepuk keningnya, "Akikah sampai lupita," gumam Mawar sebelum berlalu dari tempat pesta berlangsung.


Shasa benar-benar menikmati pesta keluarga yang saat ini sedang berlangsung. Senyum merekah seakan tidak pernah pudar dari bibir berwarna merah muda milik Shasa. Binar bahagia terlihat jelas dari sorot mata berlensa biru itu.


Semua orang sedang menikmati hidangan yang ada karena acara inti telah selesai. Ada yang asyik bercengkrama, ada juga yang asyik berselfi bersama dan ada pula yang sibuk bermain game di pojok taman.


Pandangan semua orang beralih saat Mawar kembali ke tempat pesta berlangsung dengan membawa buket bunga yang sangat indah dan kotak berwarna merah maroon. Ia menyerahkan kotak merah itu kepada Geral.


"buka ... buka ... buka ...." teriak semua orang ketika Geral menyerahkan kado yang sudah disiapkan untuk Shasa.


Lagi dan lagi Shasa tidak akan pernah menyangka akan mendapatkan kado yang indah dari sang suami. Sebuah cincin permata yang sangat indah terlihat berkilau diterpa cahaya bulan purnama. Shasa memberikan kode kepada Geral agar menyematkan cincin tersebut di jari manisnya.


"Sha, aku tahu ... mungkin ini sudah terlambat, aku hanya ingin kamu tahu ... bahwa aku sangat mencintaimu," ucap Geral dengan tatapan yang tak lepas dari manik hitam yang sudah berembun itu.


"Aku ingin semua keluarga yang hadir di sini tahu ... jika aku benar-benar jatuh cinta kepadamu, Aku tidak bisa menjanjikan apapun tapi aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membuatmu selalu bahagia,"


"Maisha Setyorini ... bersediakah kamu menemaniku berlayar dalam rumah tangga penuh warna ini?" tanya Geral saat berlutut di hadapan Shasa.


Shasa terharu setelah mendengar ungkapan cinta dari sang suami. Ini adalah ungkapan cinta resmi dari Geral setelah semua yang sudah mereka lalui. Tentu saja, Shasa sangat bahagia mendengar hal ini—Harapan yang selama ini diimpikannya telah terwujud saat usianya genap dua puluh empat tahun.


"Tentu, Sayang. Aku siap menemanimu kemanapun kamu berlayar. Aku sangat mencintaimu, Geraldi Massio," jawab Shasa dengan air mata bahagia yang membasahi pipi.


Geral berdiri dari tempatnya. Ia menyematkan cincin tersebut di jari manis sang istri. Semua orang yang hadir di sana pun ikut terharu mendengar pengakuan sepasang suami istri itu. Bu Kokom tak henti mengucap syukur karena melihat kebahagiaan sang putri.


"I love you," ucap Geral setelah cincin tersebut tersemat di jari manis Shasa.


"I love you more, Dear," jawab Shasa sebelum mendekap tubuh Geral. Rasanya ia tidak mau melepaskan tubuh tegap itu.


"Hey, masih banyak orang!" bisik Geral, "Bersabarlah, akan ada hadiah lagi untukmu tapi nanti setelah semua orang pulang!" lanjut Geral dengan suara yang sangat lirih.


Shasa mengurai tubuhnya, ia menaikkan satu alisnya setelah mendengar ucapan sang suami. Ia sangat penasaran apa kiranya hadiah yang akan diberikan oleh Geral.

__ADS_1


"Jangan menerka apapun, Sayang!" ucap Geral sebelum mendaratkan sebuah kecupan di kening Shasa.


Acara masih berlanjut hingga malam. Semua orang benar-benar menikmati pesta yang dikonsep oleh Mawar dan teamnya. Kebahagiaan semua orang harus berakhir saat MC mengumumkan jika acara telah selesai.


Detik demi detik terus berlalu. Semua orang akhirnya pamit pulang—meninggalkan sepasang suami istri itu menginap di villa mewah ini. Keluarga pak Cipto pun harus pulang malam ini karena besok masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Keluarga pak Cipto sendiri dijemput oleh sopir keluarga bu Juleha.


"Sepi ya, Ge!" gumam Shasa setelah semua keluarga dan kerabat pulang. Mereka berdua duduk di ruang tamu karena team Mawar sedang membereskan sisa-sisa pesta. Geral ingin malam ini keadaan Villa menjadi bersih dan nyaman, tentu saja banyak rupiah yang harus ia keluarkan untuk hal itu.


Setelah menunggu selama kurang lebih dua jam. Mawar dan teamnya telah menyelesaikan tugas-tugasnya. Keadaan villa kembali nyaman dan bersih seperti yang diinginkan oleh Geral. Mereka semua akhirnya pamit pulang.


"Terima kasih atas semua ini," ucap Geral sebelum Mawar melenggang.


"Semoga setelah ini kita bisa bekerjasama lagi, oke, Kasep!" ujar Mawar seraya mengerlingkan matanya.


Akhirnya saat-saat yang ditunggu Geral telah datang. Menghabiskan waktu berdua dengan sang istri dalam suasana tenang dan nyaman. Geral pun mengajak Shasa untuk melihat hadiah yang sudah ia siapkan di kamar.


"Wah ... serasa honeymoon lagi!" Shasa bergumam saat melihat kamar yang baru saja di buka oleh Geral.


"Kamu suka?" tanya Geral saat memeluk tubuh Shasa dari belakang.


"Sekarang mandilah, kamu harus memakai sesuatu yang sudah aku siapkan di kotak itu!" ujar Geral seraya menunjuk kotak persegi yang ada di meja dekat kamar mandi.


Tanpa banyak bicara atau pun sekedar bertanya, Shasa melepaskan diri dari rengkuhan sang suami. Ia berjalan menuju kamar mandi dan meraih kotak tersebut.


"Aku akan mandi di kamar mandi luar," ucap Geral sebelum pintu kamar mandi itu ditutup Shasa.


Waktu terus berlalu tanpa kenal lelah. Geral kembali ke kamar setelah menghabiskan waktu dua puluh menit di kamar mandi. Handuk putih itu pun melilit di pinggangnya, ia menunggu Shasa yang tak kunjung keluar dari kamar mandi.


"Ge,"


Geral mengalihkan pandangannya saat mendengar suara merdu itu. Ia menatap sang istri yang berdiri di depan meja yang ada di dekat kamar mandi. Untuk pertama kalinya Geral melihat Shasa memakai semua yang ada di hadapannya saat ini. Lingerie seksi berwarna hitam melekat ditubuh mulus itu.


"Kamu terlihat menggoda malam ini, Sayang!" ucap Geral saat menghampiri Shasa yang bersandar di meja.


"Aku penasaran hadiah apa yang sudah kamu siapkan hingga aku harus memakai baju dinas ini," jawab Shasa sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Geral.

__ADS_1


"Kamu pasti akan menyukainya dan mungkin saja akan meminta ini seterusnya," bisik Geral di telinga Shasa. Hembusan napas itu pun berhasil membuat tubuh Shasa meremang.


Geral mengangkat tubuh Shasa, ia membawa tubuh itu untuk pindah ke medan perang yang sudah disiapkan. Geral menurunkan tubuh Shasa di sisi ranjang, "Bersiaplah, Sayang!" Geral tersenyum penuh makna sebelum membalikkan tubuh untuk mengambil sesuatu yang tersimpan di almari.


"Wow!" Shasa terkejut ketika Geral mengeluarkan dasi dari sana. Kali ini ia mulai bisa menerka apa yang terjadi selanjutnya.


"Aku akan mengabulkan keinginanmu selama ini, Sayang! Mencoba hal baru yang biasa kamu tonton di film kesayanganmu," ujar Geral saat berjalan mendekat ke Shasa.


Kedua manik hitam itu saling bersirobok. Kilatan gairah yang besar terpancar dari kedua manik hitam itu. Tanpa sebuah komando, kedua bibir itupun saling bertautan, kedua lidah itu bergerak lincah menciptakan tarian lincah hingga menimbulkan decapan.


Tangan kanan Geral meraba sesuatu yang ada di nakas. Ia melepaskan bibirnya ketika tangannya sudah mendapatkan botol kecil yang ada di sana. Ia tersenyum penuh arti sebelum membuka tutup botol itu.


"Ooh," lenguh Shasa saat Geral mulai menuang botol yang berisi minyak zaitun ke tubuh Shasa yang masih terbalut lingerie hitam itu.


Kedua tangan Geral menyusuri bagian atas tubuh sang istri dengan minyak zaitun itu. Menyusuri setiap lekuk dan dua bukit yang menantang untuk didaki. Geral tersenyum penuh arti saat Shasa mulai menegang. Ia semakin melancarkan aksinya dengar bermain-main di puncak bukit yang semakin menjulang.


"Katakan apa yang kamu inginkan, Sayang!" bisik Geral saat melihat sorot penuh harap dari manik hitam sang istri.


"Aku ingin dirimu seutuhnya!" jawab Shasa dengan suara yang lirih.


Setelah mendengar jawaban itu, Geral segera melepas semua kain yang membalut tubuhnya dan juga Shasa. Ia meraih dasi yang ada di atas ranjang untuk melakukan misinya.


"Wow!" Shasa tersenyum setelah Geral merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Senyum itupun semakin lebar kala Geral mengikat kedua pergelangan tangannya ke atas kepala dengan dasi tersebut.


"Kamu menjadi tawananku saat ini," ucap Geral setelah tangan itu terikat.


"Aku milikmu, Sayang! Lakukan sekarang!" ujar Shasa dengan tatapan yang menggoda.


Geral semakin tertantang setelah mendengar ucapan itu. Akhirnya ... malam ini ia mengabulkan permintaan Shasa selama ini—mencoba melakukan hubungan lebih ekstrim dari biasanya. Ya, Shasa sangat penasaran—ingin mengetahui bagaimana rasanya menjadi Anastasia saat diikat oleh Christian di film yang biasa ia lihat itu.


Pergulatan panas terjadi di atas ranjang king size itu. Geral benar-benar memberikan yang terbaik untuk sang istri. Shasa telah mendapatkan apa yang diinginkannya selama ini. Buktinya, ia berhasil mencapai puncaknya berkali-kali dalam kurun waktu beberapa menit saja. Lenguhan manja menggema di kamar tersebut.


"Sa-Sayang ... aku mengaku kalah! Akhiri semua ini dengan kegagahanmu!" ujar Shasa di sela-sela lenguhannya. Napasnya mulai memburu karena gelombang itu kembali hadir dalam dirinya.


🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍 Nih, aku kasih yang radak hangat🤭 maap ya untuk yang di bawah umur atau tidak suka boleh di skip 🙏 Mau yang lebih panas? komen dong🤭🌹

__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2