Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Positif dong!


__ADS_3

"Hoek ... hoek ... hoek!" Sudah lebih tiga kali Shasa harus bolak-balik ke kamar mandi saat perutnya terasa tidak nyaman.


Geral segera turun dari ranjang, ia melirik sekilas jam dinding yang ada di kamar, masih menunjukkan pukul dua belas malam. Tiga puluh menit yang lalu, ia baru saja berangkat berkelana ke alam mimpi. Namun, semua mimpi itu mendadak hilang setelah mendengar suara sang istri di kamar mandi.


"Sha, perutmu masih sakit kah?" tanya Geral setelah masuk ke dalam kamar mandi, ia melihat Shasa duduk di bersimpuh di depan closet.


"Bantu aku berdiri, Sayang!" ucap Shasa dengan suara yang lirih. Ia benar-benar kehilangan tenaganya.


Tanpa banyak bicara, Geral segera mengangkat tubuh lemah sang istri. Ia membawa tubuh itu ke atas ranjang. Minyak kayu putih kembali dioleskan di atas perut mulus itu untuk mengurangi rasa tidak nyaman.


"Aku kenapa, ya? Padahal udah minum obat, udah kerokan juga masih aja mual-mual!" gerutu Shasa seraya memijat pangkal hidungnya.


"Besok kita ke dokter saja," jawab Geral sambil mengusap perut Shasa dengan gerakan yang lembut.


"Pasti gara-gara aku pamer, nih! atau jangan-jangan ini masuk angin yang terpendam sejak dulu, terus sekarang terkumpul semua!" gerutu Shasa lagi, kali ini ia menatap Geral dengan bibir yang mengerucut.


"Semua ini gara-gara kamu, sih! Kamu sering membiarkan aku tidur tanpa pakaian!" Shasa malah menyalahkan Geral.


"Sudahlah! Jangan terlalu banyak bicara, ini sudah lewat tengah malam!" ucap Geral, ia enggan untuk menanggapi ocehan tidak penting sang istri.


Setelah kondisi Shasa lebih baik, Geral kembali ke tempatnya. Ia merebahkan diri di samping Shasa, bersiap kembali ke alam mimpi. Perlahan kelopak mata itu mulai tertutup. Namun, tidak lama setelahnya, kelopak mata itu kembali terbuka saat sekelebat pikiran muncul begitu saja.


"Sayang, Jangan-jangan kamu hamil!" gumam Geral saat memiringkan tubuhnya agar bisa menghadap Shasa.


"Apa iya?" Shasa menaikkan satu alisnya, "memang kapan aku terkahir datang bulan?" tanya Shasa.

__ADS_1


"Mana aku tahu!" Geral segera mengubah posisinya. Ia duduk di sisi Shasa dengan pandangan yang tak lepas dari perut rata sang istri.


Usapan lembut kembali dirasakan Shasa. Entah mengapa ia merasa nyaman saat Geral menyentuh perutnya. Padahal, biasanya ia merasa geli dan tidak suka ketika Geral menelusupkan tangan di perutnya.


"Mau ngapain?" tanya Shasa ketika Geral mendekatkan telinga di perutnya.


Tidak lama setelah itu, Geral kembali menegakkan kepalanya. Ia tersenyum simpul dengan pandangan yang tak lepas dari sang istri, "sepertinya kamu benar-benar hamil, Sayang! Aku mendengar ada bisikan dari sini." Geral mengulum senyum setelah pandangannya beradu dengan sang istri.


Shasa tergelak mendengar pengakuan sang suami. Ia menarik lengan itu agar sang pemilik segera merebahkan diri di sisinya, "Lebih baik kita tidur, kamu gak usah ngaco, deh!" ujar Shasa saat menelusupkan wajahnya di ketiak sang suamiβ€” Rutinitas wajib sebelum tidur sejak beberapa bulan ini.


Obrolan ringan mulai terdengar di sana. Geral seperti sedang membacakan dongeng agar sang istri segera tidur. Tangannya tak henti mengusap rambut hitam itu demi kenyamanan istri tercinta. Setelah beberapa puluh menit bicara, keduanya terlelap dalam tidur. Alam mimpi yang indah menyambut kedatangan sepasang suami istri tersebut.


Detik demi detik terus berjalan tanpa kenal lelah. Langit yang semula gelap tanpa cahaya rembulan, kini perlahan pudar saat siluet kekuningan terlihat di ufuk timur. Shasa segera membuka kelopak matanya saat merasakan perutnya diaduk-aduk. Ia segera berlari ke kamar mandi untuk menuntaskan rasa tidak nyaman itu.


Setelah gosok gigi dan membasuh wajahnya, Shasa segera keluar dari kamar mandi. Ia sudah tidak sabar ingin pergi ke rumah sakit terdekat untuk periksa. Beberapa kali Shasa mengguncang tubuh sang suami agar segera bangun dan mengantarnya.


"Gak usah mandi, Sayang! Gosok gigi dan cuci muka aja biar cepat!" protes Shasa sebelum Geral masuk ke dalam kamar mandi.


Beberapa puluh menit kemudian, mereka segera berangkat ke rumah sakit tanpa sarapan atau sekedar minum susu di pagi hari. Shasa hanya ingin segera mendapat jawaban atas praduga Geral tadi malam karena ia sendiri tidak ingat kapan terakhir datang bulan.


Beberapa puluh menit telah berlalu. Akhirnya, Mobil yang dikendarai Geral sampai di depan IGD salah satu rumah sakit swasta di sana. Keduanya segera turun dan masuk ke dalam IGD agar mendapatkan pemeriksaan dengan cepat.


"Selamat pagi, Pak, Bu ...," ucap seorang perawat saat menghampiri Shasa yang terbaring di salah satu bilik IGD.


Shasa menceritakan keluhannya dan perawat itu pun mencatat keluhan Shasa. Setelah itu, perawat tersebut mulai melakukan pemeriksaan awal seperti, tekanan tensi darah, suhu badan dan beberapa pemeriksaan lainnya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, ya, Bu, setelah ini dokter jaga akan memeriksa Ibu," ucap perawat tersebut sebelum meninggalkan bilik yang di tempati oleh Shasa.


"Ge, aku kok deg-degan, ya!" ucap Shasa dengan suara yang lirih.


"Sama! Aku juga," Geral menggenggam tangan Shasa untuk mengurangi rasa gugupnya.


Benar saja, tidak sampai sepuluh menit, seorang dokter wanita datang menghampiri bilik yang di tempati Shasa bersama perawat yang memeriksa Shasa sejak awal. Dokter wanita itu mulai melakukan beberapa pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi Shasa.


"Lebih baik ibu melakukan cek di laboratorium dulu untuk memastikan apakah Ibu hamil atau tidak." dokter tersebut memberikan arahan kepada Shasa, "Kemungkinan besar ibu memang sedang hamil muda, untuk menguatkan praduga saya, satu-satunya jalan ya, ibu harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucap dokter tersebut.


Shasa dan Geral memutuskan untuk melakukan prosedur pemeriksa sesuai arahan dari dokter. Mereka menuju laboratorium untuk melakukan serangkaian tes kehamilan. Setelah menunggu hampir tiga puluh menit, akhirnya hasil tes itu keluar. Sepasang suami istri itu pun akhirnya kembali lagi ke IGD untuk menemui dokter jaga.


Geral dan Shasa sudah tidak sabar lagi mendengar hasil tes tersebut. Apalagi saat melihat ekspresi yang ditunjukkan dokter berjilbab hitam itu. Sungguh, Shasa sangat penasaran dibuatnya.


"Selamat ya Pak, Bu ... hasil tesnya menunjukkan jika Ibu positif hamil," ucap dokter tersebut sambil menatap Geral dan Shasa bergantian.


🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka β™₯️😍 Kasih hadiah dong buat Gemas Junior yang lagi on the wayπŸ˜‚πŸŒΉ


βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–


Seperti biasa, kali ini othor gemol ingin merekomendasikan karya keren dari author pemesnya NT nih😍 kalian wajib mampir biar gak ketinggalan karya ini keren dari author SkySal dengan judul Makmum Pilihan Micheal EmersonπŸ˜€ Nyesel deh pastinya kalau gak baca karya iniπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



...🌷🌷🌷🌷...

__ADS_1


__ADS_2