
Waktu terus berlalu tanpa bisa dihentikan. Hari demi hari terus berganti, meninggalkan segala kenangan yang ada. Tidak terasa tiga bulan telah berlalu begitu saja, usia kandungan Shasa kini telah memasuki minggu ke tujuh belas. Perutnya mulai terlihat membuncit.
Kondisi kesehatan Shasa berangsur membaik seiring dengan bertambahnya usia kandungan. Ia tidak merasakan mual lagi saat berada dalam keramaian. Namun, ia masih saja mual ketika berada dalam mobil.
"Sayang, aku laper," rengek Shasa dengan suara yang manja.
Geral mengernyitkan keningnya ketika mendengar hal itu, karena tiga puluh menit yang lalu istrinya itu baru saja menghabiskan satu porsi nasi goreng, "Kamu yakin kalau lapar?" Geral meyakinkan sang istri.
"Iya! Aku pengen makan bakso!" ujar Shasa dengan suara yang meninggi. Entahlah, beberapa hari ini ibu hamil itu sedikit sensitif.
"Kamu gak mau ngajak aku beli bakso, ya! Dulu kamu sendiri 'kan yang bilang kalau aku gak boleh mengatasnamakan anak kita kalau pengen apa-apa!" Shasa mendengus kesal saat melihat Geral tak beranjak dari sisinya.
Memang benar, dulu Geral pernah melarangnya melakukan hal itu. Geral hanya tidak mau Shasa mengajari anaknya berbohong sejak dalam kandungan. Geralpun tidak pernah mengeluh saat Shasa meminta hal yang aneh-aneh, sebisa mungkin ia mengabulkan permintaan sang istri.
"Ya sudah, pakai jaketmu! Mari kita berangkat beli bakso," ucap Geral saat bangkit dari tempatnya.
Shasa tersenyum lebar setelah mendengar jawaban dari Geral. Rona bahagia terlihat jelas di wajah cantik tanpa polesan make up itu, "makasih, Sayangku, Cintaku, Honey Bunny Sweetieku," ucap Shasa sambil memakai jaketnya.
Geral tersenyum simpul mendengar ucapan sang istri. Ia segera keluar dari kamar saat Shasa selesai memakai jaketnya, "Pelan-pelan, Sha!" teriak Geral saat Shasa mulai menginjak anak tangga pertama.
__ADS_1
Singkat cerita, setelah berkeliling di beberapa tempat, akhirnya motor yang dikendarai Geral berhenti di depan kedai bakso yang cukup ramai. Untung saja Sepasang suami istri itu mendapat tempat duduk yang nyaman.
"Kang, saya mau pesan bakso yang ada daging kasarnya seperti ini," ucap Shasa sambil menunjuk gambar di buku menu, "Kamu mau yang mana, Sayang?" tanya Shasa seraya menatap Geral.
"Aku porsi kecil saja," jawab Geral tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponselnya.
Dua porsi bakso dengan isian yang berbeda telah di pesan oleh Shasa. Dua gelas kelapa muda juga telah ditulis oleh akang yang sedang melayani pelanggan, hanya tinggal menunggu beberapa menit saja bakso siap dihidangkan.
Kebetulan mereka mendapat tempat di bagian depan kedai. Semilir angin malam leluasa menerpa sepasang suami istri itu. Shasa sibuk menatap kendaraan yang berlalu lalang, maklum saja mereka sedang berada di pusat kota. Beberapa bangunan berjajar rapi di sebrang jalan—ada toko pakaian, supermarket, tempat karaoke, cafe dan tunggu ... tunggu ....
"Sayang! Sayang!" ujar Shasa sambil menepuk tangan Geral beberapa kali, "Itu Eren 'kan?" Shasa menunjuk seorang wanita yang berdiri di sisi mobil yang terparkir di depan halaman tempat karaoke.
Geral mengamati wanita yang memakai dres tanpa lengan berwarna hitam. Wanita itu terlihat genit dengan seseorang yang ada di dalam mobil. Pandangan Geral tak lepas dari sosok tersebut.
"Eh, iya! Itu beneran Eren!" ujar Geral setelah mengamati sosok yang sedang berbicara di parkiran tempat karaoke.
Bakso pesanan mereka akhirnya tersaji di atas meja, lengkap dengan dua gelas es kelapa muda. Namun, sepasang suami istri itu sibuk mengamati Eren yang masih ada di sana.
"Berarti yang aku lihat di depan hotel kemarin beneran Eren," gumam Shasa dengan pandangan yang tak lepas dari tempat karaoke.
__ADS_1
"Apa mungkin dia jadi LC?" gumam Shasa sambil mengalihkan pandangan ke samping.
"Ah sudahlah! Lebih baik makan dulu baksonya!" Geral mengakhiri praduga tentang Eren.
Shasa menikmati semangkuk bakso sambil mengamati tempat karaoke tersebut. Jiwa keponya meronta-ronta karena melihat penampilan Eren yang sangat berbeda, jauh lebih menor dan sexy.
"Uhuk ... uhuk ... uhuk!" Shasa tersedak karena tidak fokus dengan makanannya.
Geral segera menyodorkan segelas kelapa muda kepada sang istri. Ia sampai khawatir karena Shasa beberapa kali batuk dan bersin, mungkin kuah bakso yang panas itu terhirup di hidungnya.
"Makanya kalau makan itu fokus, Sha! Jangan sibuk mengamati situasi di sekitar!" ujar Geral sambil menggosok pundak sang istri, "udahlah! Gak usah ngurusin Eren lagi! Kamu itu gak usah jadi wanita julid!" tutur Geral dengan tangan yang tak henti memijat pundak Shasa.
...🌹Selamat membaca🌹...
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Hallo epribadeh👋👋👋 othor gemol kembali hadir membawa rekomendasi karya keren untuk kalian nih😍 Kuy buruan kepoin karya author Asyfa dengan judul Aku di antara Mereka.
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷...