
Rasa rindu yang sempat tertahan telah terbayar sudah selama satu minggu ini. Kehangatan keluarga yang diterima oleh Shasa berhasil membuat hatinya berbunga-bunga, meski setiap malam ia harus mendengar Geral menelfon beberapa orang.
Siluet jingga mulai membentang di cakrawala barat. Burung-burung terbang kesana kemari mencari sarangnya karena beberapa jam lagi langit berubah Gelap. Suara adzan ashar pun telah berkumandang beberapa menit yang lalu.
"Hati-hati, Nak! Tidak usah ngebut!" ujar pak Cipto sebelum anak dan menantunya masuk ke dalam mobil.
Helaian napas berat terdengar di dalam mobil kala keluarga tercinta hilang dari pandangan. Kaca mobil itu pun akhirnya tertutup rapat. Sedih. Mungkin itulah yang dirasakan Shasa saat ini.
"Udah, gak usah sedih! Dua minggu lagi kita kan datang kesini lagi ... ke pernikahan cewek aneh itu!" ujar Geral seraya mengusap lengan Shasa beberapa kali.
"Iya ... ya! Aku hampir lupa kalau dapat undangan dari pasangan aneh!" Shasa menatap Geral sekilas.
Perjalanan panjang telah dimulai. Geral mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mereka berdua menikmati perjalanan dengan diselingi canda dan tawa.
"Ge, kenapa gak diangkat?" tanya Shasa saat mendengar ponsel Geral beberapa kali.
"Nanti saja," ucap Geral tanpa mengalihkan pandangannya.
Shasa melirik ponsel yang diletakkan di sisinya itu. Ia melihat nama 'Mawar' di sana. Penasaran. Ya, Shasa sangat penasaran kenapa Geral tidak mau mengangkat telfon itu di dekatnya.
"Loh, kenapa malah dimatikan ponselnya?" tanya Shasa lagi setelah melihat Geral menonaktifkan ponselnya.
__ADS_1
"Biar gak mengganggu perjalanan kita," ucap Geral dengan senyum yang manis saat menatap sang istri sekilas.
Pikiran negatif dan kecurigaan mulai merasuk ke dalam pikiran Shasa. Persoalan sumber kekayaan Geral belum terjawab, sekarang muncul lagi hal baru yang menambah keresahannya.
"Kenapa semakin ke sini banyak hal yang membuat pikiranku tidak tenang, sih!" gerutu Shasa dalam hati.
Suasana dalam mobil mendadak sunyi sepi. Keduanya hanya diam dalam pikiran masing-masing. Mungkin karena lelah, Shasa akhirnya tertidur pulas dengan pikiran yang tak karuan.
Geral mengusap dadanya setelah melihat Shasa terlelap. Ia menghela napas kasar seakan sebuah beban terangkat dari hatinya. Tatapannya kembali fokus ke jalanan yang padat karena ini baru setengah perjalanan menuju cibiru.
Beberapa waktu kemudian ... mobil yang dikendarai Geral akhirnya sampai di halaman rumah saat langit berubah menjadi gelap tanpa bintang ataupun bulan. Shasa mengerjap pelan saat Geral menyentuh lengannya.
"Ayo turun! Setelah ini kamu bisa tidur lagi," ucap Geral sebelum keluar dari mobil.
Geral tertegun setelah mendengar permintaan sang istri. Tanpa banyak bicara ia berjalan mengelilingi mobil lalu ia memposisikan diri membelakangi Shasa.
"Buruan naik!" ujar Geral tanpa menoleh ke belakang.
Shasa tersenyum penuh kemenangan, ia segera memposisikan diri di punggung sang suami. Tawa renyah terdengar di sana saat Geral mulai berdiri. Langkah demi langkah telah Geral lalui hingga sampai di depan tangga menuju lantai dua.
"Sampai di sini aja, ya! Aku gak kuat kalau naik!" keluh Geral seraya menurunkan Shasa, "kamu ke kamar aja dulu, aku mau ambil barang-barang kita!" ucap Geral sebelum berlalu pergi.
__ADS_1
Satu persatu anak tangga telah dilalui Shasa hingga sampai di lantai dua. Suasana kamar yang nyaman kembali dirasakan Shasa setelah membuka pintu berwarna putih itu.
"Duh! kenapa aku lelah banget hari ini!" keluh Shasa setelah merebahkan diri di atas ranjang king size yang nyaman itu.
Kedua manik hitamnya beralih menatap ke arah pintu yang terbuka. Shasa melihat Geral kesusahan membawa koper dan beberapa barang bawaan lainnya.
"Ge, malam ini kamu enggak keluar, kan?" tanya Shasa setelah Geral duduk di tepi ranjang.
"Sepertinya di rumah saja, kenapa?" tanya Geral saat mengalihkan pandangannya.
"Iya gak papa, Sih! Aku lagi gak pengen ditinggalin aja!" Shasa tersenyum manis seraya mengerlingkan mata penuh arti.
"Dasar mesum!" sarkas Geral setelah melihat kode yang diberikan Shasa.
"Ya biarin aja! Memang salah gitu kalau mesum ke suami sendiri!" Shasa berkilah sambil menatap Geral yang sedang membuka ponselnya.
Setelah meletakkan ponsel di sisi sang istri, Geral segera naik ke atas ranjang. Seperti biasa, tanpa banyak bicara, sebuah kecupan mesra mendarat di bibir berwarna merah muda itu. Kedua lidah itupun saling bertautan hingga suara ponsel Geral kembali berdering. Sebuah kemesraan harus berakhir karena Geral segera turun dari ranjang setelah meraih ponselnya.
"Tunggu sebentar, aku mau ngangkat telfon dulu!" ucap Geral sebelum keluar dari kamar. Sikapnya itu berhasil membuat Shasa semakin curiga.
🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍 Hallo reader kesayangan othor♥️ mohon maaf ya karena baru bisa update🙏 othor masih halal bihalal nih😂 oh ya, btw ... Minal Aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin🙏 othor minta maaf jika adalah salah dalam menuliskan kata-kata🙏♥️🌹
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷...