Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Pelampung Unicorn,


__ADS_3

Kebahagiaan seakan tidak pernah pudar dari sepasang suami istri yang sedang menghabiskan waktu di puncak Bogor. Mereka berdua benar-benar menikmati liburan kali ini. Beberapa tempat wisata pun sudah mereka datangi. Selama tiga hari berada di Bogor, Shasa membiarkan tulisan novelnya mangkrak. Ia tidak mau ambil pusing meski kolom komentar dipenuhi reader yang menagih cerita selanjutnya. Healing sangatlah penting. Begitu pikir Shasa.


"Ge, kita pulang kapan, sih?" tanya Shasa setelah selesai menikmati sarapan bersama Geral di dekat kolam renang.


"Besok aja lah," jawab Geral dengan pandangan yang tak lepas dari pemandangan indah yang memanjakan mata.


Sejak kemarin Geral selalu menjawab seperti itu jika ditanya kapan pulang. Sepertinya ia betah berada di Villa ini. Keindahan yang ada di sekitar villa membuat siapapun betah berada di sini.


"Kalau kita di sini terus, setoran cilok siapa yang ngurus, Ge?" tanya Shasa seraya berdiri dari tempatnya. Ia pindah ke tepi kolam, kakinya pun menjuntai ke bawah untuk merasakan dinginnya air kolam tersebut.


"Ada Mami, semua urusan pasti beres!" jawab Geral dengan santainya. Ia pun ikut pindah di sisi Shasa.


Tidak ada pembicaraan apapun lagi di sana. Keduanya sibuk mengamati segala hal yang ada di depan mata. Hutan hijau yang diterpa cahaya matahari semakin memanjakan mata. Shasa merebahkan kepalanya di pundak Geral ketika suaminya itu menarik tubuhnya agar semakin mendekat.


"Aku ingin suatu saat kita mempunyai rumah seperti ini, Ge! rumah yang dipakai khusus untuk melepas penat," ucap Shasa tanpa mengalihkan pandangannya.


"Sepertinya aku harus bekerja keras setelah ini!" ucap Geral dengan diiringi senyum tipis. Ia mengusap rambut Shasa yang dikuncir asal-asalan itu.


"Hmmm ... pasti! kamu harus bekerja keras agar keinginan Nyonya Geraldi ini segera terpenuhi!" Shasa berseloroh setelah mendengar jawaban Geral.


Perbincangan hangat terdengar di sana. Keduanya saling bercerita masa muda mereka dulu. Banyak hal yang Shasa tanyakan kepada Geral tentang kenangan-kenangan bersama mendiang ayahnya dulu.


"Ge, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Shasa seraya menatap Geral.


"Memang apalagi yang membuatmu penasaran?" Geral mengalihkan pandangan ke arah Shasa.


"Aku penasaran dengan perasaanmu, Ge! Sejauh ini aku belum pernah mendengar kamu mengutarakan perasaanmu kepadaku. Sudahkan perasaan cinta hadir dalam hatimu?" tanya Shasa dengan pandangan yang tak lepas dari manik hitam tersebut.

__ADS_1


Geral hanya diam setelah mendengar pertanyaan tersebut karena ia sendiri tidak tahu jawabannya. Ia hanya bisa merasakan jika berada di dekat Shasa sangatlah nyaman dan tenang. Namun, ada kalanya nama Eren kembali hadir dalam hatinya.


"Apakah selama ini sikapku tidak bisa mewakili perasaanku kepadamu, Sha? apakah kata Cinta harus terucap secara langsung agar kamu yakin menjalani pernikahan ini?" tanya Geral seraya mengamati manik hitam yang sangat dekat dengannya.


"Sebuah kata cinta memang bukanlah segalanya, Ge! Akan tetapi sebuah hubungan akan terasa lebih indah jika keduanya saling mencintai," jawab Shasa dengan iringan senyum yang dangat manis.


"Aku bukan tipe pria yang suka mengumbar kata cinta untuk wanita, Sha! Aku akan menunjukkan sikap yang mewakili perasaanku kepada pasanganku!" ujar Geral dengan pandangan yang tak lepas dari Shasa.


Shasa mengalihkan pandangan ke arah lain. Mungkin, pembahasan ini tidak perlu dilanjutkan karena semua itu bisa menambah rasa kecewa yang hadir saat ini. Sebisa mungkin Shasa akan memupus rasa kecewa itu dengan sebuah senyuman.


"Mungkin, aku yang terlalu berharap," batin Shasa saat kembali fokus dengan pemandangan indah yang ada di hadapannya.



(Sumber: Instagram)


Geral tersenyum smirk ketika melihat Shasa duduk di atas pelampung besar itu. Pelampung yang bergerak lambat mengikuti riak air yang diciptakan Geral dengan kakinya. Tanpa bersuara, Geral turun ke dalam kolam renang, ia sengaja ingin berbuat jahil kepada sang istri.


"Aaaaaaakh!" Byuuur ....


Shasa berteriak saat tubuhnya harus jatuh ke dalam kolam yang dingin itu. Geral berhasil membuat sang istri basah kuyup sama seperti dirinya saat ini. Tawa renyah pun terdengar di sana.


"Geral! awas saja ya!" teriak Shasa setelah kepalanya muncul di permukaan air.


"kalau mau main air jangan nanggung, dong!" ujar Geral sebelum tangannya meraih pelampung unicorn yang bergerak ke tepi kolam.


Geral berusaha naik ke atas pelampung tersebut dan setelah berhasil, Geral pun membantu Shasa untuk ikut naik bersamanya. Kehangatan kembali dirasakan sepasang suami istri itu setelah drama perasaan yang terjadi beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


"Ge, kita beli pelampung seperti ini, yuk! enak loh buat santai begini," ucap Shasa setelah menyandarkan tubuhnya di dada Geral.


"Terus kalau di rumah dipakai di mana, Sha? Aku kan gak punya kolam renang!" Geral mengeratkan pelukannya sambil menunggu jawaban Shasa selanjutnya.


"Ya dipakai di kolam ikan koi aja, Ge!" usul Shasa tanpa berpikir panjang, "yang penting kan bisa mengapung di atas kolam," imbuh Shasa.


"Ngaco!" ujar Geral sambil mendayungkan tangannya di kolam. Pelampung itu pun akhirnya kembali bergerak.


Setelah puas bermain air, mereka berdua keluar dari kolam menuju ruang bilas yang tak jauh dari area kolam renang. Telapak tangan keduanya terlihat pucat karena terlalu lama merasakan dinginnya air pegunungan.


"Sha, setelah ini bersiaplah, kita akan berburu oleh-oleh untuk Mami!" teriak Geral setelah menyulut rokoknya.


Geral duduk di bangku panjang yang ada di dekat kamar mandi. Asap rokok pun mulai mengudara di sana setelah Geral menghisap rokok beraroma mint itu. Tatapan matanya lurus ke depan, fokus pada sebuah lukisan yang terbingkai indah di dekat dapur.


Entah mengapa, melihat lukisan itu berhasil membuatnya ingat seseorang yang pernah mengisi hari-harinya. Eren. Ya, Geral sedang mengenang saat-saat bersama gadis pujaannya itu.


"Dasar wanita aneh! gak ada hujan gak ada panas, tiba-tiba minggat!" gerutu Geral ketika ingat saat itu—saat di mana Eren dan keluarganya pergi tanpa meninggalkan jejak.


"Kamu ngomong sama siapa sih, Ge?" tanya Shasa setelah keluar dari kamar mandi. Ia mendengar jika Geral sedang bicara.


"Sama kuntilanak!" jawab Geral asal sebelum berlalu dari tempatnya.


Shasa bergidik ngeri setelah mendengar jawaban sang suami. Rupanya, ia menanggapi serius tentang kuntilanak yang dimaksud Geral. Tubuhnya meremang saat membayangkan sosok itu ada di dalam kamarnya, seperti di film-film horor yang pernah ia tonton dulu.


"Hiii! mending aku nunggu Geral di sini daripada ketemu ceu kunti!" gumam Shasa setelah duduk di bangku yang ditempati Geral tadi.


...🌹Terima kasih sudah membaca karya ini, semoga suka ♥️😍🌹...

__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2