Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Sedih dong ya!


__ADS_3

"Kenapa kamu menerima wanita itu kerja di rumah produksi?" tanya Shasa setelah Eren melenggang dari rumah ini.


Geral tidak menjawab pertanyaan Shasa, ia malah masuk ke dalam kamar dan meninggalkan Shasa seorang diri di teras rumah. Apa yang dilakukan Geral saat ini membuat Shasa semakin badmood. Pikiran negatif mulai merasuki isi kepalanya.


Kesal, marah dan sedih seakan membaur menjadi satu. Mata indah itu mulai berembun kala membayangkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi di hari esok. Shasa pun mengayun langkah ke dalam rumah, ia melewati ruang keluarga, di mana ada Geral yang sedang termenung di sana. Tanpa mengucap sepatah kata pun Shasa menaiki satu persatu anak tangga menuju kamarnya.


Braak!


Shasa menutup pintu kamar dengan keras. Ia duduk di tepi ranjang seraya mengusap pipinya yang basah. Shasa tidak bisa menahan bulir air mata itu agar tidak terjun bebas ke pipi mulusnya.


"Bagaimana ini?" gumam Shasa dengan suara yang lirih.


Jujur saja, Shasa tidak mau jika pernikahannya yang masih seumur jagung ini harus berantakan karena kehadiran Eren. Meski Geral sendiri belum pernah mengungkapkan cinta kepadanya tapi Shasa tidak keberatan akan hal itu, ia percaya jika cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu.


Kehadiran Eren di lingkungannya membuat posisi Shasa terancam. Ketakutan besar menjalar dalam hati, ia terlanjur memberikan segalanya untuk Geral. Sejak awal menikah, Shasa mempercayakan semuanya kepada Geral. Ia tidak pernah membayangkan penghianatan ataupun perpisahan.


"Sha, kenapa menangis?" Karena asyik berkelana dalam pikirannya sendiri, Shasa sampai tidak sadar jika Geral sedang berlutut di hadapannya.


"Ada apa? kamu, menangis karena Eren?" tanya Geral lagi dengan pandangan yang tak lepas dari Shasa.


Bukannya menjawab pertanyaan sang suami, Shasa malah tergugu dengan kepala yang tertunduk. Hal itu berhasil membuat Geral semakin bingung. Ia tahu menerima Eren di rumah produksi bukanlah keputusan yang benar tapi ia hanya ingin tahu apa yang sebenarnya diinginkan mantan kekasihnya itu.


"Sha, jangan menangis terus? katakan, apa yang membuatmu jadi seperti ini?" tanya Geral setelah berdiri. Ia mendekap tubuh yang bergetar itu dan membiarkan istrinya itu menenggelamkan wajah di perutnya.


"Aku tidak ada maksud apapun dengan Eren, Sha. Tenanglah! aku tidak akan membiarkan dia mengganggu rumah tangga kita!" ujar Geral seraya mengusap rambut Shasa.


Geral tahu kenapa Shasa sampai menangis seperti itu. Ia paham, apa yang dirasakan Shasa saat ini adalah hal yang wajar bagi siapapun. Semua itu pun berlaku untuk Geral, ia sendiri tidak suka jika ada pria lain yang mencoba masuk ke dalam rumah tangganya, apalagi sampai berani menggoda sang istri.


"Bagaimana aku bisa tenang, Ge! Kamu malah menerima dia kerja di rumah produksi! Setiap hari kalian pasti bertemu 'kan!" ujar Shasa di sela-sela tangisnya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin tahu tujuan dia apa, Sha! Aku masih waras! Aku tidak mungkin kembali bersama dia!" Geral berusaha keras untuk meyakinkan istrinya itu.


Geral berusaha keras menenangkan Shasa yang sedang overthinking. Segala bujuk rayu telah dilayangkan Geral agar Shasa bisa tersenyum kembali. Entah mengapa, ia tidak suka jika melihat Shasa menangis seperti ini.


"Sekarang lebih baik kamu mandi dan siap-siap berangkat ke supermarket!" ucap Geral setelah tangis Shasa reda.


"Nanti antar aku ke salon! aku mau perawatan!" ujar Shasa seraya menatap Geral dengan ekspresi wajah yang murung.


"Salon? Maksudnya salon kecantikan?" Geral memastikan apa yang baru saja didengarnya.


Shasa mengangguk kepalanya, tidak lama setelah itu, ia beranjak dari tempatnya saat ini. Bersiap untuk membersihkan diri di kamar mandi. Sementara itu, Geral masih termangu di tempatnya, ia membayangkan betapa membosankan nya menunggu Shasa perawatan. Ini adalah yang pertama untuk Geral.


"Bagaimana kalau besok saja ke salonnya? Setelah mengurus setoran cilok, kita berangkat ke Salon?" tawar Geral sebelum Shasa masuk kamar mandi.


"No! aku maunya nanti setelah pulang dari supermarket!" jawab Shasa saat masuk ke dalam kamar mandi.


"Yaampun! masa iya aku harus menunggu dia sampai selesai perawatan!" gerutu Geral seraya berkacak pinggang.


Detik demi detik terus berlalu, langit cerah telah pudar setelah sang raja sinar kembali ke singgasananya. Sepasang suami istri itu akhirnya berangkat menuju supermarket di saat langit berubah petang.


Keceriaan yang biasa Geral temukan dalam diri sang istri. Malam ini mendadak pudar setelah mendapat tamu spesial tadi sore. Shasa lebih banyak diam, hal itu membuat suasana di dalam mobil menjadi sunyi sepi. Selama dalam perjalanan ke supermarket, menantu bu Juleha itu tenggelam dalam lamunannya.


"Sha, jangan lupa nanti beli saos pedas!" ucap Geral sebelum keluar dari mobil.


Satu persatu barang yang ada di catatan Shasa telah masuk ke dalam troli yang didorong oleh Geral. Troli tersebut hampir penuh tapi Shasa tak kunjung mengakhiri langkahnya.


"Ge, kamu antri di kasir saja dulu! nanti aku susul deh!" ucap Shasa saat membuka frezerโ€”tempat beberapa frozen food tertata rapi. Shasa memilih beberapa makanan kesukaannya sebelum menyusul Geral di kasir.


Antrian terlihat memanjang. Maklum saja jika hari minggu seperti saat ini, memang supermarket ini banyak pengunjungnya. Sabar, mungkin itu lah yang dijalani Geral malam ini. Ia harus menunggu kasir tersebut sampai selesai menghitung barang belanjaannya.

__ADS_1


"Kita makan malam atau ke salon dulu, Sha?" tanya Geral saat menata barang belanjaan di bagasi mobil.


"Salon aja, Ge! nanti keburu tutup!" jawab Shasa saat sedang memasukkan kantong terakhirnya ke dalam mobil.


Mobil putih itu pun akhirnya keluar dari halaman luas supermarket terlengkap di Cibiru. Mobil yang dikendarai Geral melaju dengan kecepatan sedang saat melewati beberapa salon kecantikan yang masih buka di jam-jam seperti saat ini. Akhirnya, Shasa menjatuhkan pilihannya di salon yang masih ramai pengunjung.


"Kamu harus menungguku di dalam, Ge!" ujar Shasa sebelum keluar dari mobil.


Keduanya masuk ke dalam salon dengan bergandeng tangan. Shasa tersenyum manis setelah masuk ke dalam salon tersebut. Ia mengajak Geral menuju meja reservasi untuk memilih treatment apa yang akan dilakukannya di salon ini.


Shasa mengalihkan pandangan kala mendengar suara pintu masuk terbuka. Lagi dan lagi ia dibuat terkejut karena melihat Eren masuk ke salon ini. Ia menghela napasnya panjang ketika harus bertemu dengan wanita itu lagi.


Shasa berpikir sejenak, ia harus melakukan sesuatu agar suaminya tidak sampai bertemu dengan mantannya lagi. Shasa pun heran, kenapa wanita itu sepertinya ada di mana-mana. Mungkinkah Eren sejak tadi mengikutinya? begitulah kemelut yang ada di hati Shasa.


"Maaf kak, saya tidak jadi perawatan malam ini! besok pagi saja saya kembali lagi!" ucap Shasa seraya menatap wanita cantik yang ada di hadapannya.


Apa yang dilakukan Shasa saat ini berhasil membuat Geral mengernyitkan keningnya. Ia tidak percaya jika Shasa tiba-tiba mengurungkan niatnya perawatan di salon ini. Suatu kebahagiaan tersendiri untuk Geral saat Shasa membatalkan acara perawatannya.


"Yes! akhirnya bisa bebas dari rasa bosan!" ujar Geral dalam hati.


...๐ŸŒนSelamat membaca ๐ŸŒน...


โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–โž–


Wah lagi pada ngapain nih?? nih, othor kasih rekomendasi super keren dari salah satu temen othor di sini๐Ÿ˜‚ Jangan lupa kepoin yak๐Ÿ˜



...๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท...

__ADS_1


__ADS_2