
"Aku seperti mimpi," gumamnya sambil menepuk pipinya sendiri.
"Surprise ...." teriak semua orang yang ada di living room saat saat membuka kelopak matanya.
Kedatangan Shasa dan Geral disambut oleh keluarga dan beberapa orang terdekat. Ada pak Rojali, bu Juleha, bu Kokom, pak Cipto, Yulia, kerabat dari kedua keluarga besar dan beberapa karyawan rumah produksi cilok. Semua orang menatap Shasa yang masih shock dengan yang semua yang ada saat ini.
"Happy birthday, Shasa ...." teriak semua orang dengan diiringi senyum yang sangat merekah.
Shasa mengalihkan pandangan ke arah Geral, ia belum percaya jika semua yang ada adalah nyata, "Katakan jika semua ini bukanlah mimpi, Ge!" ujar Shasa dengan pandangan yang tak lepas dari wajah tampan yang sedang mengulas senyum itu.
"Selamat ulang tahun, Sayang," ucap Geral seraya mengusap pipi Shasa dengan beberapa jarinya, "Semua ini adalah kejutan yang sudah aku siapkan beberapa hari ini," ucap Geral tanpa melepaskan pandangannya dari sang istri.
Bulir air mata tidak bisa dibendung lagi. Air mata bahagia mengalir deras saat Shasa melihat sorot mata penuh cinta dari manik hitam yang ada di hadapannya itu. Tanpa sepatah katapun, Shasa mengalungkan tangannya di leher Geral. Sebuah kecupan yang berakhir dengan ciuman mesra terjadi begitu saja. Ia tidak perduli meski banyak mata yang memandang.
"Cie ... cie ...." ujar beberapa orang yang ada di sana saat melihat kemesraan sepasang suami istri tersebut.
Geral melepaskan bibirnya setelah beberapa detik menikmati bibir kenyal sang istri. Ia mengusap bibir itu dengan ibu jarinya dan tidak lama setelah itu, kecupan penuh rasa mendarat di kening Shasa.
__ADS_1
"Maaf karena akhir-akhir ini sudah membuatmu kesal dan curiga," ucap Geral seraya meraih kedua tangan Shasa untuk digenggam.
"Aku sengaja melakukan semua itu untuk mempersiapkan pesta kecil ini." Geral menggenggam erat kedua tangan tersebut.
Shasa tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Ia tidak pernah menyangka akan mendapat kejutan dari Geral yang membuatnya benar-benar menjadi wanita paling beruntung.
"Aku belum percaya jika semua ini nyata," gumam Shasa dengan pandangan yang tak lepas dari Geral.
"Semua ini nyata, Sayang!" jawab Geral, "semuanya sudah terencana dengan matang, membuatmu curiga dan marahpun bagian dari rencana ini. Maka dari itu, sebelum berangkat aku menyuruhmu memakai gaun yang bagus dan dandan yang cantik," ucap Geral saat meletakkan kedua telapak tangannya di bahu Shasa.
Ya, memang begitu adanya. Sebelum berangkat, Geral menyuruh Shasa melakukan semua itu. Ia berdalih jika ingin bertemu Mawar maka penampilannya harus sempurna.
Geral tergelak mendengar pertanyaan dari Shasa. Ia heran saja, Bisa-bisanya Shasa menanyakan hal itu dalam situasi serius seperti saat ini. Semua orang pun sudah menunggu pesta ini dimulai.
"Mawar!" teriak Geral tanpa mengalihkan pandangannya.
"Hay Beibeh! Eyke datang!" sahut seseorang yang datang dari ruangan lain.
__ADS_1
Shasa tertegun melihat sosok yang saat ini berdiri di sisinya. Sosok yang membawa kotak kado berwarna merah maroon dengan iringan senyum merekah hingga terlihat deretan gigi putih itu. Namun, sosok itu bukanlah seperti yang ada dalam pikiran Shasa beberapa hari ini. Bayangan wanita cantik dan sexy musnah sudah kala melihat kenyataan yang ada. Mawar ternyata seorang waria.
"Ge, kamu sedang tidak membohongiku 'kan?" tanya Shasa saat mengalihkan pandangan ke arah sang suami.
"Tidaklah! Dia adalah Mawar, EO yang aku percaya untuk mengatur acara ini," jawab Geral dengan diiringi senyum tipis yang menawan, "Mawar ini teman SMA ku, Sha! Namanya dulu Marwan," lanjut Geral seraya mengalihkan pandangan ke arah Mawar.
"Ih, Kang Kasep! Jangan dikasih tau atuh nama asliku!" protes Mawar dengan gayanya yang kemayu, "Maaf ya, Sist, sudah membuatmu curiga, semua memang sudah eyke atur seperti itu, biar kejutan ini benar-benar lancar tanpa kamu curigai," ucap Mawar seraya menatap Shasa.
Gelak tawa pun menggema di sana, orang-orang yang mendengar penjelasan mawarpun tidak kuasa menahan tawa. Shasa benar-benar terharu melihat perjuangan sang suami untuk membahagiakannya. Ini adalah ulang tahun paling berkesan dalam sejarah hidup Maisha Setyorini.
"Oke, oke, oke ... biar waktunya tidak molor seperti adonan cilok, mari kita mulai acara ini!" ujar Mawar seraya menatap Geral dan Shasa bergantian.
Semua orang keluar dari living room, mereka menuju taman samping, di mana ada kolam renang dan taman yang sudah di dekorasi dengan begitu indahnya. Shasa berdecak kagum melihat semua itu, lagi dan lagi ia harus mengeluarkan bulir bening tanda kebahagiaan yang tiada habisnya.
"Ya Tuhan ... terima kasih karena Engkau telah mengirim suami yang sangat romantis," gumam Shasa dalam hati saat mengamati semua yang ada di hadapannya.
🌹Terima kasih sudah membaca karya ini semoga suka, ♥️😍 Othor mau kondangan dulu yak😂🌹
__ADS_1
...🌷🌷🌷🌷...