Suamiku CEO Cilok

Suamiku CEO Cilok
Gadis matre!!


__ADS_3

Satu minggu kemudian,


Suara kicauan burung terdengar merdu seiring dengan hadirnya siluet kuning di ujung timur. Sang raja sinar mungkin masih bersiap menampakkan diri. Menghias kilau yang menghangatkan agar semua orang bahagia kala sinar itu hadir sepenuhnya.


Kondisi Shasa telah pulih setelah bed rest selama tiga hari. Ia kembali ceria seperti sebelumnya dan tentunya lebih bahagia karena bu Juleha memperlakukan dirinya dengan baik. Aktifitas ranjang hanya terjadi saat malam itu karena setelah Shasa sembuh, si cantik berwarna merah telah hadir dari di lorong gua garba Shasa. Proyek pembuatan Gemas (Geral Maisha) junior pun terpaksa dihetikan.


Seperti hari-hari sebelumnya, setiap pagi Shasa kesepian di rumah besar ini. Sejak pukul enam pagi Geral sudah berangkat bekerja. Selama beberapa hari ini tidak ada aktifitas lain yang Shasa lakukan selain rebahan, nonton, menulis dan terkadang menemani bu Juleha santai di ruang keluarga. Shasa belum berani bertanya kepada Geral ataupun bu Juleha tentang pekerjaan Geral yang sesungguhnya.


Peluh bercucuran di kening Shasa setelah mencoba treadmill yang ada di teras belakang. Shasa menghabiskan waktunya pagi ini di teras belakang rumah karena bu Juleha pamit keluar sejak Geral berangkat bekerja.


"Sepertinya aku harus memastikan jika keluarga ini tidak melakukan pesugihan!" gumam Shasa setelah teringat mimpinya tadi malam. Entah karena takut atau karena terlalu berpikir negatif, Shasa bermimpi jika dirinya diserahkan Geral kepada seorang pria botak. Lebih parahnya lagi, Shasa menganggap pria itu adalah bapak tuyul peliharaan Geral.


Setelah beristirahat sejenak di kursi yang ada di teras belakang, Shasa mulai melancarkan aksinya apalagi kedua ART yang bekerja di rumah ini sedang pergi ke pasar. Shasa benar-benar berada di rumah ini seorang diri.


Shasa menyusuri setiap ruangan yang ada di lantai satu tapi ia tidak menemukan apapun di sana. Tidak ada hal-hal mencurigakan tentang pesugihan seperti yang biasa ada di sinetron. Satu persatu anak tangga akhirnya dilalui oleh Shasa agar sampai di lantai dua. Ia pun melanjutkan misinya untuk mencari benda-benda yang mencurigakan.


"Hmmm ... haruskah aku masuk ke kamar Mami?" gumam Shasa ketika sampai di kamar bu Juleha. Shasa termangu di depan kamar tersebut dan akhirnya ia memutuskan masuk untuk memastikan kecurigaan yang tidak berdasar.


"Tidak ada apapun di sini!" gerutu Shasa sebelum keluar dari kamar mertuanya.


"sepertinya pikiranku aja yang terlalu buruk!" Shasa menghela napasnya setelah menutup pintu kamar bu Juleha.


Praduga tentang pesugihan tidak dapat dibuktikan. Ia memutuskan untuk bersantai di ruang keluarga yang ada di lantai dua. Shasa mengembangkan senyumnya ketika melihat satu sisi dinding yang berhiaskan foto-foto keluarga Geral. Shasa pun akhirnya bisa tau bagaimana wajah ayahnya Geral. Potret keluarga bahagia saat Geral masih kecil pun masih ada di sana walau sudah usang di balik pigura.


"Tampan!" Shasa bergumam ketika melihat masa kecil suaminya.


"pastinya! memang aku tampan sejak dulu!"

__ADS_1


Shasa mengalihkan pandangan ke belakang ketika mendengar suara seorang pria. Ia terkesiap tatkala melihat Geral tiba-tiba berdiri di balik tubuhnya. Shasa mengamati Geral dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ia hanya ingin memastikan jika yang ada di hadapannya benar-benar Geral. Shasa meremang kala membayangkan pria yang ada di hadapannya ini adalah setan yang menyamar.


"oh, kakinya di lantai kok!" gumam Shasa tanpa sadar setelah mengamati kaki Geral.


"kamu pikir aku setan?" Geral berkacak pinggang setelah mendengar Shasa bergumam.


Shasa menggeleng pelan dengan pandangan yang tak lepas dari Geral. Ia menjadi tidak enak hati karena sikapnya itu. Kedua sudut bibirnya pun tertarik ke dalam, sebuah senyum yang indah merekah menghiasi wajah cantik tersebut.


"tumben kamu sudah pulang? ini kan masih pagi," tanya Shasa seraya menatap Geral penasaran.


Geral menghempaskan diri di sofa, ia menyilangkan kaki kanannya di atas kaki kiri. Ia menengadahkan kepala sejenak sebelum menatap Shasa kembali, "aku kan bos nya, jadi terserah aku 'kan jam kerjanya!" ujar Geral seraya menatap Shasa dengan intens.


Shasa hanya manggut-manggut setelah mendengar jawaban suaminya itu. Ia kembali membalikkan tubuhnya dan fokus mengamati foto-foto yang ada di dinding. Ia tertarik dengan salah satu foto bu Juleha dan suaminya yang ada di luar negeri.


"aku penasaran bagaimana Mami bisa menikah dengan papi," Shasa bergumam saat membalikkan tubuhnya, ia menatap Geral dengan penuh tanda tanya.


Cerita tentang pertemuan bu Juleha akhirnya diungkap oleh Geral. Ia menyampaikan cerita sesuai yang pernah ia dengar sendiri dari kedua orang tuanya dulu. Kenangan tentang papi nya tidak akan pernah terhapus dari ingatan Geral.


"Ooh! jadi seperti itu ceritanya ...." Shasa bergumam setelah Geral selesai bercerita.


"aku pikir kamu anak haram," celetuk Shasa tanpa sadar. Namun, ia segera membekap mulutnya setelah ekspresi wajah Geral berubah tertekuk, "eh maaf, bukan seperti itu maksudku! emm ... itu ... eh maksudnya, emmm ...." Shasa tidak bisa melanjutkan penjelasannya karena tiba-tiba saja Geral menyerangnya dengan sebuah kecupan dan gigitan di bibir bawahnya.


"Aaw!" ujar Shasa setelah Geral melepas pagutannya yang diakhiri dengan gigitan di bibir tipis itu.


"itu hukuman untuk istri yang tidak bisa menjaga ucapannya!" ujar Geral seraya menatap Shasa dengan tatapan tajam.


Shasa mengusap bibir itu dengan ibu jarinya. Ia menatap Geral dengan bibir yang mengerucut seperti pantat ayam. Shasa pun teringat bahwa ada sesuatu yang membuatnya penasaran sampai saat ini.

__ADS_1


"boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Shasa seraya menatap Geral dengan intens.


"silahkan saja," jawab Geral tanpa menatap Shasa, ia sibuk menatap foto kedua orang tuanya.


"Eemm ... sebenarnya apa pekerjaanmu?" tanya Shasa seraya menatap Geral.


Geral menaikkan satu alisnya setelah mendengar pertanyaan tersebut dari Shasa, "apakah orangtua mu tidak memberitahu mu sebelum kita menikah?" Geral menatap Shasa dengan intens.


"Tidak! Mama hanya mengatakan jika pria yang menikahi ku nanti adalah seorang pemilik usaha, seperti impianku selama ini," jawab Shasa dengan polosnya.


"Memang seperti apa suami yang kamu inginkan?" tanya Geral lagi.


"Mimpiku adalah mempunyai suami seorang CEO seperti film favoritku!" jawab Shasa dengan percaya diri.


"CEO?" Geral meyakinkan jawaban dari Shasa.


Shasa mengangguk pelan dengan diiringi senyum yang sangat manis. Ia menatap Geral yang sedang manggut-manggut setelah melihat anggukannya.


"berarti kamu menerima pernikahan ini karena aku adalah seorang CEO seperti yang di ceritakan orang tuamu?" sekali lagi Geral meyakinkan jawaban dari Shasa.


"Ya iyalah!" jawab Shasa dengan polosnya. Namun, tak lama setelah itu ia mengubah jawabannya, "eh, bukan begitu maksudnya! emmm aku menerima ini karena patuh kepada orang tua!" kilah Shasa dengan di iringi senyum yang merekah hingga deretan gigi putih itu terlihat jelas.


Geral sangat kecewa setelah mendengar jawaban dari Shasa. Geral berpikir jika Shasa adalah gadis sederhana yang bisa menerima dirinya tanpa embel-embel harta. Namun, pada kenyataannya Geral mendengar sendiri bagaimana pengakuan yang baru diucapkan oleh Shasa. Hal itu membuat pandangan Geral kepada Shasa berubah seketika,


"Dasar gadis matre!" umpat Geral dalam hatinya.


🌹Selamat membaca, Zheyenk! yuk vote yuk😍🌹

__ADS_1


...🌷🌷🌷🌷🌷...


__ADS_2